Kakek Lansia Ini Layak Mendapatkan Bantuan RTLH.


JATIMAKTUAL, PAMEKASAN,- Kakek Lansia Sunaryo (93) asal dusun Kretek desa Pademawu Barat kecamatan Pademawu kabupaten Pamekasan hidup sebatang kara yang tinggal dirumah bambu yang beralas tanah, Kamis (23/02/2017).

Informasi yang dihimpun jatimaktual.co, Kakek Lansia Sunaryo ini hidup sebatang kara semenjak ditinggal istrinya (meninggal dunia), selama kurang lebih lima tahun serta sudah lama berpisah dengan anak-anaknya. Yang paling mengenaskan lagi bagi Kakek Lansia ini selain ditinggal oleh istri dan anak-anaknya, ia pun tinggal disebuah rumah yang terbuat dari bambu yang beralasakan tanah.

Kakek Sunaryo (93) mengaku mendapatkan bantuan dari pemerintah kabupaten Pamekasan, pada tahun 2009 - 2010, sebesar Rp. 300.000 itu pun hanya dua kali. Untuk selanjutnya hingga saat ini tidak mendapatkan bantuan apapun dari pemerintah.

Kakek Sunaryo berharap kepada pemerintah pamekasan agar mendapatkan bantuan RTLH, karena untuk makan sehari-harinya saja kadang masak sendiri itu pun masak seadanya dan kadang dikirim oleh anak-anaknya.

Muhlis (45) salah satu warga sekitar mengatakan bahwa Kakek Sunaryo ini, "memang sewajarnya mendapatkan bantuan RTLH, karena ketika hujan datang rumah Kakek Sunaryo dikelilingi dengan air yang mengalir dari sungai yang buntu (mati) dan luapan air yang merambat menggenangi bambu reot. Semoga pemerintah cepat tanggap darurat".

Adi (25) merupakan salah satu pemerhati sosial dari (Gerakan Peduli Sosial dan Seni Madura) mengatakan "Setelah saya datang langsung ke kediaman Sunaryo ini, sangat memprihatinkan, kondisi rumahnya sangat tidak layak huni".

"Kami harap kepada relawan dan khususnya Pemkab Pamekasan agar lebih memperhatinkan keadaan sosial dibawah, dan program yang turun ke bawah, seperti misalnya Program Keluarga Harapan (PKH), Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) serta program desa seperti raksin dan lain-lain, lebih di nertalisir kembali dan betul-betul di pantau agar trpat sasaran". Tambahnya

Serta kepada pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) untuk lebih aktif lagi untuk turun kelapangan dan tidak menggunakan info dari masyarakat, akan harus di turba ke lokasi. Karena ini sesuai dengan pengakuan dari masyarakat miskin dibawah yang mendapatkan bantuan ekonominya lebih layak. Tegasnya

Pewarta. Andi/Faisol

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment