GMNI Demo Kantor Freeport Indonesia

JATIMAKTUAL, NASIONAL,- Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) geruduk kantor PT Freeport Indonesia. Para demonstran mendukung kebijakan yang diambil pemerintah terhadap perusahaan tambang asal Amerika Serikat itu.

Massa mulai mendatangi kantor Freeport Indonesia yang beralamat di Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan sejak pukul 15.00 WIB.

Dalam keterangan tertulisnya, GMNI menyatakan sikap mendukung pemerintah memutuskan kebijakan terhadap Freeport. Apabila Freeport tidak menaati aturan dan kebijakan yang berlaku, maka presiden didukung rakyat untuk menghentikan hubungan kerja sama dengan Freeport.

"Kita harus tegas terhadap asing yang semena-mena dan arogan di negara kita, negara harus menunjukkan kewibawaannya," ujar Ketua Presidium GMNI, Chrisman Damanik.

"GMNI mendukung penuh kebijakan pemerintah dan siap mengawal agar kekayaan alam kita dapat dipergunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat sebagaimana diamantkan UUD 1945,” tegasnya menambahkan.

Chrisman mengungkapkan, lahirnya Negara Indonesia bertujuan untuk menciptakan masyarakat adil dan makmur sesuai dengan amanat pembukaan UUD 1945.

Demikian pula dengan kekayaan alam yang tekandung dalam wilayah Indonesia harus dimanfaat sebaik-baiknya untuk kesejahteraan dan kemakmuran rakyat sesuai dengan amanah Pasal 33 UUD 1945.

Pemerintah Indonesia telah mengusahakan terwujudnya keadilan sosial pada bidang mineral dan batubara dengan hadirnya UU Minerba No 9/2009 dan yang terbaru hadirnya PP 1/2017 sebagai dasar hukumnya.

Berdaulat pada bidang politik, berdikari pada bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam bidang budaya yang tertuang pada Trisakti konsepsi Bung Karno merupaka hal mutlak yang harus diwujudkan bagi semua elemen bangsa.

Keberadaan PT Freeport Indonesia, kata dia, khususnya kepastian sumberdaya (resource) dan cadangan (reserve) seluruh mineral yang terkandung (bukan hanya tembaga-nya) telah memberikan kerugian sangat besar selama 50 tahun beroprasinya yang jelas mencederai Trisakti.

"Keberadaan tersebut makin bertambah buruk ketika PT Freeport Indonesia bersikap arogan dan semena-mena dengan tidak mau mengikuti aturan yang berlaku dan mengancam pemerintah di Indonesia," ujarnya.

Fakta-fakta yang demikian itu, lanjut Chrisman, jelas merupakan pelecehan terhadap harga diri dan kedaulatan bangsa oleh karenanya perlu dukungan dari seluruh elemen bangsa dalam mendukung pemerintah kita.

Dari kantor Freeport, massa bergerak ke gedung Kementerian ESDM di Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat. Ketua Presidium GMNI Chrisman Damanik menyebut aksi mereka untuk memberikan dukungan kepada pemerintah agar tegas kepada PT Freeport.

Dikirim oleh. Addrori.
Sumber. Sebarr.com

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment