Gelapkan Uang Ratusan Milyar, Bos Primagama Polisikan Pemenang Lelang PT. Primagama


JATIMAKTUAL- Bos lembaga pendidikan Primagama, Purdi E Chandra bersama kuasa hukumnya, hari ini menyambangi gedung Bareskrim Polri untuk melaporkan dugaan penipuan.

“Hari ini kami melaporkan atas dugaan tindak pidana penipuan 378 KUHP dan pemufakatan jahat dalam proses pelelangan Primagama,” kata kuasa hukum, Henry Indraguna di gedung Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (24/2/2017).
Dalam laporannya, Purdi bersama kuasa hukumnya menuntut agar pihak-pihak terkait untuk di proses secara hukum.
Menurut pengakuan Purdi, hak paten Primagama yang di milikinya sempat di lelang. Kendati demikian, hingga saat ini pihaknya belum menerima kejelasan mengenai jumlah nominal rupiah yang ia terima.
“Memang pernah saya lelang, tetapi sampai hari ini saya tidak pernah memberi pernyataan dan mengalihkan merek Primagama kepada siapapun. Kemudian hasil penjualan saya tidak tahu kemana yang katanya nilainya 11.5 milyar. Nilainya sangat jauh yang pernah mau membeli dengan 113 milyar,”kata Purdi.
Adapun pihak-pihaku yang dilaporkan antara lain pemenang lelang Primagama, Ir. Sunarya Suhardi, Johan Bastian selaku kurator PT Prima Edu Internasional, dan Beny Suryadjarma selaku direktur PT Prima Edu Internasional, dan PT Prima Edu Pendamping Belajar.
Hingga saat ini, Purdi mengaku telah merugi ratusan milyar rupiah atas pelelangan yang tidak pernah ada kejelasannya tersebut.
“Kerugiannya sampai 200-300 milyar. Karena seluruh aset dan bisnis saya sirna,”katanya.
Selain melaporkan ke Bareskrim, Purdi dan kuasa hukumnya juga mengaku akan melanjutkan kasus tersebut ke Pengadilan Niaga.
“Friencise yang dilakukan mereka masih menggunakan Primagama, pak Purdi tidak mendapatkan apa-apa. Minggu depan akan kami laporkan ke pengadilan Negeri atas kecacatan lelang ini,” tutup Henry.
Laporan tersebut telah diterima oleh Kantor Badan Reserse Kriminal Mabes Polri, (Bareskrim Polri) dengan nomor laporan polisi LP/ 215/II/ 2017/Bareskrim Polri/ tanggal 24 Februari 2017. (Bams)

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment