Danramil Tlanakan Hadir dalam Pertemuan & Koordinasi Kegiatan PPHT.


JATIMAKTUAL, PAMEKASAN,- Danramil 02/Tlanakan ( Kapten Inf Hendro S SH ) bersama anggota menghadiri kegiatan pertemuan dan Koordinasi kegiatan PPHT (Penerapan Pengendalian Hama Terpadu ) Tahun 2017 di Kelompok Tani Madu Ganda l Dsn. Barat, Ds. Ceguk, Kec. Tlanakan, Kab. Pamekasan Madura Jawa Timur.

Hadir dalam Pertemuan dan Koordinasi Kegiatan PPHT,  Ibu Sumiyati SH ( Camat Tlanakan ). Kapten Inf Hendro Sugiono SH ( Danramil Tlanakan ) bersama anggota. Ir. Nurul Hidayati ( Kepala Laboratorium Hama Penyakit Tanaman Wilayah Madura bersama Staf. Bpk. Suaidi ( Kasi pembenihan dan pertanian  Struktural Dinas pertanian Kab. Pamekasan ). Bpk. Taufik Hidayat ( Kades Ceguk ).  Kapoktan dan anggota Poktan Madu Ganda l sekitar 40 Orang

Camat Tlanakan, Ibu Sumiyati SH dalam sambutannya mengharapkan kepada Kepala Desa, Babinsa, Mantri Tani maupun Kelompok Tani agar selalu  bersinergi dalam melaksanakan kegiatan pertanian sehingga kedepannya produksi pertanian padinya semakin lebih baik dan meningkat.

Sedangkan Danramil 02/Tlanakan menghimbau dan mengajak kepada Kapoktan dan Anggota Poktan Madu Ganda l Ds. Ceguk untuk bersama - sama  menyimak dan mengikuti kegiatan PPHT yang sedang di Laksanakan oleh Dinas Pertanian dimana dengan adanya kegiatan PPHT ( Penerapan Pengendalian Hama terpadu )  ini diharapakan akan bisa menambah Wawasan dan pengetahuan para petani baik dalam cara penerapan pengendalian Hama maupun pengolahan Lahan  sehingga dengan  mengikuti dan menerapkan apa yang  di sampaikan oleh POPT maupun PHTPH bisa membawa hasil yang baik pada pertumbuhan Tanaman Padi dan terhindar dari serangan Hama sehingga Hasil atau Produksi tanaman padinya nanti akan semakin baik.

Selain itu juga disampaikan bahwa kegiatan PPHT ini merupakan salah satu upaya  pemerintah dalam mencapai program Swasembada pangan untuk itu diharapkan kerjasama dari para petani untuk berkontribusi kepada pemerintah dengan cara menjual sebagian hasil panen padinya ke Pemerintah dalam hal ini ke Bulog Kab. Pamekasan.

Ir Nurul Hidayati, Kepala Laboratorium PHTPH Kab. Pamekasan menjelaskan bahwa  Penerapan PPHT dilakukan dalam Upaya untuk.mengatasi bahan Organik yang ada dalam tanah semakin habis, Bahan Organik bisa mengikat Air dan Pupuk, jadi kalau tidak ada pupuk Organiknya dalam Tanah maka pupuk yang diberikan akan hanyut pergi terbawa air karena tidak ada pengikatnya, sehingga semakin banyak pupuk organiknya dalam kandungan tanah maka akan semakin bagus.  Agar Hama penyakit tidak merugikan maka  harus diatur seperti halnya dengan melalui  pembuatan pupuk Bokasi maupun Agen Hayati dan  Agen Hayati ada yang berfungsi untuk mengendalikan hama mapun tanaman.

Dengan penambahan Agen Hayati juga akan memperbaiki ekosistim sehingga produksi Padi akan semakin lebih baik dan itu juga harus didukung dengan Baju yang bagus dan sehat yaitu  benih yang mulus tidak ada bercaknya, Benih sebelum ditebar  maka terlebih dahulu harus  direndam dalam air selama 24 Jam dengan kandungan garam yang cukup setelah itu akan diketahui mana Gabah atau bibit yang baik dan yang jelek yaitu ditandai Bibit  akan ada yang mengambang  dan ada yang tetap tenggelam dalam air dan Bibit yang mengambang adalah bibit yang jelek dan harus dibuang sedangkan yang masih tenggelam dalam air adalah Bibit yang bagus,  Pengolahan Tanah yang baik untuk padi yaitu Tanah diolah dengan kedalaman 30 Cm dengan maksud agar akar tanaman padi bisa menyerap makanan. dari dalam tanah. Setelah kegiatan  pengolahan tanah maka akan dilaksanakan persemaian dan bila ada gabah yang numpuk agar di pindah karena bisa mengakibatkan bibit kurang sehat karena penyerapan makanannya tidak maksimal,   Pada saat Tanam menggunakan Tanam dengan sistim Tanam Jajar Legowo karena keuntungannya banyak diantaranya Anakannya bisa lebih  banyak, Pemupukannya lebih mudah.kemudian kalau sudah di tanam maka pengairannya harus diatur jangan terlalu tinggi agar anakannya lebih banyak. setelah itu dilaksanakan pemupukan dilanjutkan dengan penyiangan agar pupuknya tidak dimakan rumput, dan setelah di tanam selama.14 hari maka dilakukan pengamatan.

Tanaman Refogia merupakan Tanaman yang ditempati oleh musuh-musuhnya Hama dan tanaman bisa berupa pohon seruni maupun Bunga matahari.

Prinsip yang ketiga yaitu Pengamatan baik itu yang berbentuk makluk hidup maupun makluk yang tidak hidup. dan apabila ada temuan musuh alaminya dalam pengamatan seperti bentik coklat maka segera Laporan ke Mantri Tani atau POPT agar segera di buat Agen Hayati ataupun penyemprotan. (rls)

Pewarta. MUHRI ANDIKA

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment