TKA Mengancam Buruh Di Jawa Timur, Pemrov Jatim Bungkam.

JATIMAKTUAL, JATIM,- Tenaga Kerja Asing (TKA) akhir-akhir ini seamakin marak masuk ke wilayah jatim. Peran Pemerintah Provinsi Jatim bungkam. Dengan demikian buruh yang ada saat ini secara perlahan dimusnahkan dari lapangan pekerjaannya.

Ketua II  Pengurus Kordinator Cabang (PKC) PMII Jawa Timu Haris Sofwanul Faqih mengatakan saat diskusi dengan sahabat/i yang berada dibawah naungannya. "Kita harus menjadi ujung tombak bagi buruh yang saat ini sudah mulai terancam", katanya.

Mantan Ketua PMII Cabang Gersik itu menilai pemerintah Pemrov Jatim khususnya Dinas Ketenaga kerja  (Disnaker) Jatim.  ini tidak tegas dalam mengambil kebijakan.

"Disnaker Jatim saat ini sudah mati suri," nilainya.

Sementara itu Ibu hariawan dalam kajian tersebut. "Kita tidak boleh tinggal diam dalam hal ini. Karena masalah ini sudah berada diujung tanduk," tegasnya

Pria berbadan kekar itu menambahkan, PKC Jatim setelah melaksanakan kajian akan mengafaluasi kinerja Disnaker Jatim sekaligus memberikan solusi.

"Pemerintah sudah di nina bobokkan oleh antek-antek asing", ujar Color sapaan akrbanya.

Secara terpisah Ketua Umum Pengurus Kordinator Jatim Zainaidin menyampaikan. Bahwa masalah TKA tidak hanya terjadi di Jatim saja. Melainkanm sudah menjadi ancaman bagi buruh yang ada di Indonesia.

"Saya selaku Ketua umum akan mengawal segala bentuk kebijakan pemerintah yang sifatnya regional dan nasional. Sebab, kebijakan pemerintah tidak sesuai dengan amanat undang-undang 45," tukasnya.

Jay panggilan kerrennya menambahkan. Pihaknya selain fokus dalam menjalankan proses kaderisasi juga tidak akan lengah sedikitpun mengingatkan pemerintah dan mengawal masyarakat yang menjadi korban.

"Kalau bukan kita yang mengkritik. Lalu siapa? Karena tugas  kita jelas sebagai kaum intelektual," ungkapnya.

Sementara itu pihaknya menyampaikan terimakasih kepada seluruh pengurusnya yang tetap setia dan melaksanakan visi misinya. "Kami berkomitmen bersama sahabat-sahabati untuk selalu menyuarakan ketidak adilan, khususnya masalah TKA," pungkas Jay. (M/JA)

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment