Samad Al-Marxian

JATIMAKTUAL, ESAI,- Samad seorang pemuda dari Negeri kaya, lucu dan unik.Samad nama lengkapnya Samad Al-Marxian,teman sepermainannya sering memanggil Saman (Samad Al-Marxian).Saman bukan siapa-siapa ia hanya pemikir,pengamat dan analis lokal yg jarang memburu dan diburu pencitraan.Berbeda jauh dengan pengamat pesanan,yg berbicara lantang, memproduksi kuasa wacana kedalam kebenaran dominan.Saman hanya bagian produsen pengetahuan yg tidak terlalu penting sebagai pengigau kebenaran orang-orang pinggiran dan marjinal dinegerinya.saman punya ciri khas,ketika bicara biasanya blak-blakan,vokal dan vulgar ketika berbicara persoalan kebenaran, keadilan dan keberpihakan. namun saman sedikit agak takut akhir-akhir ini dg cerita di negeri sebelah, bahwa orang-orang yg kritis pasti dicap anarkhis, radikal dan melanggar etika ketimuran, bahkan bisa dipenjara karana melanggar pasal-pasal ujaran.Kata saman pada temannya:kalau media yg membuat orang gila belanja disebut apa dinegeri lho?,artis yg membuat moral bobrok itu dicap apa?,atau politisi yg ngobral janji lupa pada rakyatnya kau bilang apa.

Menurut saman lucu ternyata dinegeri temannya, para elit Bangsa bertarung mempertahankan ideologinya bukan mempetahankan ideoligi Bangsanya. kelompok satu dg yg lain punya kamus tersendiri tentang Agama,ekonomi,politik bahkan simbol negaranya. Ada agama radikal, agama liberal ada juga yg moderat-toleran, ekonomi sosialis dan kapitalis, politik ada yg komunis ada yg liberal. Dan yg unik bendera Negara,simbolnya biasanya hanya satu Atau lebih dari negara, tetapi dinegara tetangga ini kata saman bendera warnanya dua tetapi gambarnya bermacam-macam, milik rakyatnya lagi, wah bisa jadi ada negara didalam negara, atau ada yg kurang puas dg simbol negara, sehingga butuh estetika lainnya. Ini masih mendingan, bagaimana jika diam-diam ingin merubah ideologi dan sistem politiknya. Entahlah dinegeri teman saman itu seakan-akan banyak yg lupa sejarah, lupa kebennikaan, lupa hakekat penciptaan, dan yg paling mengenaskan lupa harta, darah dan nyawa para pahlawa Bangsanya.

Teman Saman kemudian bertanya pada saman, kalau dinegeri lho bagaimana bro?, kalau dinegeri Gwa kata saman, masih mendingan, para elit-elitnya punya tradisi lapor-melaporkan, laporan penistaan, laporan pencemaran nama baik, penghasutan dan lain sebagainya.Kata tokoh agama sich, ini tanda-tanda kiamat, kata politisi biasa ini intrik, kata pakar hukum, hukum adalah panglima makanya siapa yang berbuat melawan hukum harus diproses, kata pembisnis ini upaya menghancurkan investor. ada lagi, kata masyarakat yang demam medsos, itu mah karna pengaruh Hoax. 

Namun ada sebagian yg agak logis,katanya, ini karena perang ekonomi Global Antara poros ekonomi Tiongkok yg komunis dg Amerika yg Kapitalis.Tapi entahlah kata saman: Saya masyarakat biasa yg heran saja, kenapa Negeri yang besar dan kaya ini semua orang bicara Nasionalisme tapi pada kenyataannya nasionalisme hanya ada dibuku, dikamus dan diacara kenegaraan. Garam Impor, baju bekas Impor, semuanya maunya Impor, tapi klok koruptor tidak impor sudah ada dan Banyak lagi. Nasionalisme itu sepertinya hanya pada lambang, lagu dan bahasa, Toh ideologinya juga banyak yg menggunakan ideologi impor.

Saman dan temannya hidup dinegeri, dimana para elit Bangsa banyak yang lupa dari mana asalnya, dan setelah mati kembali kemana. Negerinya dibangun dari darah para syuhadak yg tampa pamrih berjuang demi bangsanya. Negerinya dari tanah surga, tetapi banyak rakyat hidup seperti di Neraka, inilah contoh ketika kebenaran, keadilan,dan persatuan berada dalam papan catur permainan. Semoga Negeri Saman dan temannya berada dlm lindungan Allah serta dijauhkan dari mala petaka besar. 

Jember.
sebuah Refleksi oleh: Dasuki AF 
26/1/2017

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment