RAKYAT MAKIN SENGSARA, BEM SEJATIM GELAR DEMO, BAWA 6 TUNTUTAN.



JATIMAKTUAL, SURABAYA,-Sejumlah puluhan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi BEM Sejatim menggelar demo didepan kantor DPRD Jatim, Jl. Indrapura dan Kantor Gubernur Jatim, Jl. Pahlawan Surabaya, Selasa siang. (17/01/2017)

Dari pantauan media  Jatimaktul.com , puluhan mahasiswa yang demo ini dari berbagai perguruan tinggi diikuti perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se Jawa Timur, diantaranya BEM Unsuri Surabaya, BEM Universitas Merdeka Surabaya, BEM Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, STAIS Bangkalan, STITAL Bangkalan, STKIP Tulungagung, STAIM Nganjuk, Stamidiya Bangkalan, Staipana Pasuruan, UIN tulungagung, UNISKA Kediri, Universitas Bojonegoro, IAI Sunan Giri Bojonegoro, dan BEM lainnya.

Mahasiswa menggelar aksi dengan membawa spanduk dan poster tuntutan. Seperti cabut PP 60 Tahun 2016, tenaga kerja asing (TKA) illegal harus ditindak tegas dan lain sebagainya.

Mereka kecewa dengan kebijakan Presiden Jokowi karena sudah menciderai nawacita yang selalu digemborkan saat kampanye, "seharusnya setiap kebijakan yang diambil harus berdasarkan keberpihakan kepada rakyat kecil, bukan malah pro pada pihak koorporasi yang terbukti banyak merugikan bangsa dan negara Indonesia." Ungkap Saiful Bahri, Presiden Mahasiswa Unsuri.

Lebih lanjut, "apalagi dengan diberlakukannya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) mengundang banyak tenaga kerja asing yang sudah banyak merugikan tenaga kerja lokal, maka dari itu Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi harus melindungi setiap tenaga kerja lokal sehingga tidak ada lagi kesenjangan sosial digrasroot." Tegas Saiful Bahri dalam orasinya.

Sementara dalam press releasenya berisi 6 tuntutan, diantaranya :
1. Menolak kenaikan BBM Non Subsidi.
2. Cabut PP. No. 60 tahun 2016 tentang PNBP.
3. Menolak kenaikan tarif dasar listrik (TDL) 900 VA.
4. Tenaga Kerja Asing illegal harus ditindak tegas sesuai UU no 13 pasal 185 tahun 2003.
5. Hapus PP No 35 Tahun 2015.
6. Jalan perda No 08 tahun 2016 sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Para mahasiswa melanjutkan aksinya ke kantor Gubernur Jatim di Jalan Pahlawan. Mereka berjalan kaki, melanjutkan orasinya dan menuntut Gubernur Jatim Pakde Karwo keluar menemui massa. Namun Pakde Karwo tidak ada di tempat.

Saat demo masih berlangsung, beberapa perwakilan mahasiswa memaksa masuk ke kantor Gubernur Jatim ingin menemui salah satu staffnya dan akhirnya diterima.

Demo yang dilakukan mahasiswa ini mendapat pengamanan ketat ratusan polisi dari Polrestabes Surabaya. (Rif)

Respon Pembaca.

1 comments:

Unknown said...

Sipp lanjutkan

Post a Comment