PKC PMII Jawa Timur Ingatkan Jokowi dengan Turun Jalan.


JATIMAKTUAL, SURABAYA,- Aksi bela rakyat yang di motori oleh Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Jawa Timur (PKC PMII Jatim) ingatkan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dengan orasi di depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur.

Pasalnya, PMII menilai kebijakan-kebijakan pemerintah di awal tahun 2017 ini sangatlah bertentangan dengan Nawa Cita yang dikampanyekan awal perintahannya.

"Turun jalan yang kita lakukan hari ini merupakan kritik konstruktif terhadap pemerintahan Jokowi yang gagal dalam membuktikan Nawa Cita yang pernah dijanjikannya," ujar Zainudin selaku Ketua Umum PKC PMII Jatim.

Selain itu, pihaknya merasa kecewa terhadap para wakil rakyat Jawa Timur yang tak menemuinya saat berorasi pada Rabu  (11/01/2017) siang.

"Mereka (para legislator) beralasan tengah melakukan kunjungan kerja (kunker) keluar kota, itu setelah chek langsung oleh Ketua Umum Cabang PMII se Jatim yang hadir," katanya.

Pihaknya sangat menyayangkan sikap para wakil rakyat tersebut. "Kami sangat menyayangkan wakil rakyat Jawa Timur, karena dari seratus lima puluh orang anggota dewan lebih yang ditemui di ruang kerjanya hanya tiga orang," tukas pria yang karib disapa Jay tersebut.

Jay juga mengaku, pihaknya tidak akan menyerah sampai disitu, mengingat kebijakan pemerintah diawal tahun 2017 ini dinilainya sangat tidak pro rakyat.

"Kami akan kembali ke kantor DPRD Jatim dengan massa yang lebih banyak lagi, karena Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 60 tahun 2016 sangat mencekik rakyat," tegasnya.
Seusai massa melempari kantor DPRD Jatim dengan tomat busuk, massa juga membakar atribut demo barupa keranda di depan pintu gerbang kantor dewan tersebut, setelah itu massa membubarkan diri.

Sekedar diketahui, PKC PMII Jawa Timur ialah menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), menolak Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 60 tahun 2016.

Selanjutnya wujudkan harga pokok murah bagi masyarakat dengan mengendalikan harga pasar, wujudkan ekonomi kerakyatan secara utuh dan berpihak kepada rakyat kecil, wujudkan pendidikan dan kesehatan gratis untuk rakyat kecil dan wujudkan nasionalisasi aset agar kekayaan SDA berupa tanah dan air bisa dikelola oleh pemerintah yang diperuntukkan untuk kemakmuran rakyat. (Ahdari)

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment