Abdul Ghoni, S.Kep. : Gubernur Jambi tak memahami Sistem dalam Rumah Sakit

JATIMAKTUAL, Rumah Sakit Umum Daerah Raden Mattaher Jambi dibuat geger oleh Gubernur Jambi, Zumi Zola sang Gubernur marah-marah saat inspeksi mendadak di rumah sakit tersebut. Dia murka lantaran mendapati perawat dan dokter jaga tengah tidur saat bertugas.

Video Zumi, sapaan akrabnya, ketika tengah sidak ke rumah sakit tersebut beredar di situs berbagi video YouTube, Sabtu, 21 Januari 2017. Video itu dipublikasi, Jumat, 20 Januari 2017 dinihari.

Dalam video itu tampak Zumi memasuki sebuah ruangan. Lantas terdengar seperti suara benda terjatuh diikuti suara Zumi menghardik orang-orang yang ada di ruangan tersebut yang diperkirakan dokter dan perawat jaga.

"Bangun, kerja apa kalian kayak gini," ujar Zumi.

Dari kejadian tersebut, Gubernur Jambi tersebut menuai banyak komentar dari berbagai pihak, salah satunya dari Abdul ghoni, S.Kep. pihaknya mengatakan bahwa, sikap gubernur Zumi tidak mencerminkan sosok pemimpin yang arif dan bijaksana, condong terlihat tidak ramah dan tempramen tinggi, mungkin niatnya tegas.

"Cara pemimpin menyelesaikan persoalan bukan seperti itu, rumah sakit ada managemennya, ketika mendapati pegawai yang tidak bekerja maksimal ya di tindak secara tegas, tak pelru marah sampai menendang - nendang seperti itu, Rumah sakit itu punya managemen", kata Ghoni, mahasiswa S1 UBI Banyuwangi ini.

Pihaknya curiga ada yang salah dari managemen rumah sakit, kenapa demikian, banyak kerurangan dalam manajemen rumah sakut tersebut, salah satunya adalah, ruangan rumah sakit yang berskala besar hanya di jaga 3-4 orang, ini jelas akan membuat beban kerja tenaga kesehatan bertambah di luar beban maksimal mereka, maka tidak kaget ketika mereka sering istirahat begitu. Belum lagi mereka yang sif malam, kerja sekitar 10 sampai 12 jam. Jelas ini ada yang salah dalam managemen kerjanya.

Jika memang mau tegas dalam hal kejadian ini, kita lihat nanti, apakah di rektur rumah sakit akan mengundurkan diri atau bapak zumi zola akan tegas dengan memecat direktur rumah sakit.

"Kalau yang di tindak tegas hanya tenaga medisnya maka saya rasa ini tidak adil", ujar Sarjana Keperawatan ini.

Kata Ghoni, yang menjadi pertanyaan lagi, ketika gubernur Zumi mengatakan pelayanan rumah sakit ini ( RSUD Jambi) jelek, tetapi mengapa menjadi rumah sakit panutan atau percontohan.

"Dalam UU no 44 tahun 2009, Rumah sakit harus mempunyai tugas menyusun dan melaksanakan peraturan internal Rumah sakit yang biasa di sebut Hospital by Laws", Pungkas Ghoni.

Yang dimaksud dengan peraturan internal Rumah Sakit (Hospital bylaws) adalah peraturan organisasi Rumah Sakit (corporate bylaws) dan peraturan staf medis Rumah Sakit (medical staff bylaws) yang disusun dalam rangka menyelenggarakan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance) dan tata kelola klinis yang baik (good clinical governance).

"dalam Hospital by laws, rumah sakit juga mengelola layanan klinik yang baik, maka ketika layanan klinik kurang baik maka rumah sakit bisa di tindak sesuai dengan UU yang berlaku yaitu dengan caraTeguran, teguran tertulis atau denda dan pencabutan izin Rumah Sakit", Tegas Ghoni yang hari menjabat sebagai Ketua Kaderisasi PKC PMII Jatim ini.

Jadi langkah yang dilakukan bapak Zumi terlalu menyudutkan tenaga medis dan sangat tidak adil.

"anehnya, Bapak Zumi zola sebagai Gubernur seakan-akan tak memahami sebuah sistem dalam rumah sakit", tutupnya. (Afif)

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment