Proses Hukum Siddiq Ardiyanta,Terus Berlanjut Atas Perbuatannya "Menghina PMII"

JATIMAKTUAL, JEMBER,- (28/12/16) Kasus yang menimpa Siddiq Ardiyanta karena pernyataannya yang dianggap menghina PMII tetap terus berkembang. Pimpinan PMII Komisariat IAIN Jember sudah mengajukan surat permohonan kepada Fakultas Tarbiyah agar Siddiq mendapatkan hukuman yang seadil-adilnya. Siddiq yang memiliki jabatan dosen non PNS di IAIN Jember telah menghina dan Menistakan Lembaga PMII. Pernyataannya itu dilakukan di beberapa kelas saat dia mengajar. Mahasiswa baru yang menjadi target sasaran nya telah di doktrin untuk benci dan antipati kepada lembaga yang berideologi Aswaja tersebut.

Mantan Pengurus Komisariat Mashur Imam mengungkapkan bahwa kasus Siddiq tetap terus akan diproses. "Dia telah melanggar peraturan ASN tentang keprofesionalan dosen, dan telah menebar doktrin kebencian kepada mahasiswa agar tidak suka terhadap PMII". Ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Sony RA. Bahwa Siddiq harus dan bahkan wajib dikeluarkan dari kampus. Dengan tegas dia mengatakan "Perkembagan Siddiq saat ini sudah mulai banyak yg membela, banyak aktor kawakan yg sok jadi pahlawan untuk membelanya, bahkan juga dari kita banyak yang menjadi pecundang, untuk terus membela dan mau menghentikan gerakan kita, anehnya kritisitas kita dininabobokkan oleh sebagian yg berkepentingan. Maka jawabannya satu, yaitu, Lawan, dan Lawan".

Dukungan serupa juga dilakukan oleh kader-kader PMII di beberapa daerah, termasuk Pengurus Koordinator Cabang Jawa Timur dan Pengurus Besar PMII. Penghinaan kepada PMII di IAIN Jember merupakan penghinaan kepada PMII secara nasional dan ormas NU, dan tidak pantas dilakukan oleh dosen yang masih ada di lingkungan akademis.

Pimpinan Komisariat IAIN Jember akan tetap terus mengawal proses hukum Siddiq. Mereka berharap Siddiq mendapatkan hukuman yang seadil-adilnya atas perbuatannya, bahkan salah satu tuntutannya adalah dipecat dari jabatannya sebagai dosen. (azz)

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment