Pimpinan Kampus STAI At-Taqwa Gelar Musyawaroh bersama Mahasiswa yang Terancam di Drop Out.

JATIM AKTUAL, BONDOWOSO, Musyawarah para Pimpinan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) At-Taqwa Bondowoso dengan para mahasiswa yang terancam didrop out (DO) berakhir tanpa solusi kongkrit, (29/12/2016).

Musyawrah tersebut sengaja diagendakan oleh para pimpinan kampus, guna mencari solusi terbaik untuk para mahasiswa agar tidak sampai di DO.

Para mahasiswa yang hadir dari berbagai angkatan itu teramcam di DO karena beberapa persoalan, diantaranya, tidak mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN), Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) dan Pengajuan Skripsi.

Ketidak ikut sertaan mereka dalam KKN, PPL dan Pengajuan Skripsi dikarenakan tidak mampu melunasi tunggakan pembiayaan, tidak mengikuti Ujian Tengah Semester (UTS) dan Ujian Akhir Semester (UAS), tidak memenuhi 75% daftar kehadiran.

Forum musyawarah yang berlangsung 2 jam lebih itu membahas beberapa hal yang kemudian ditanggapi oleh para mahasiswa, mereka mengaku bahwa seluruh solusi yang dipaparkan oleh PK I bidang Akademik STAI At-Taqwa Bondowoso, bapak Bachtiyar Rifa'i, S.Ag, M.Pd.I, seperti harus mengikuti semester pendek, ujian susulan, dan perbaikan nilai dinilai kurang objektif oleh para mahasiswa yang hadir.

"Semua solusi yang dipaparkan itu muaranya hanya pada pelunasan tunggakan," ujar Abror, salah satu mahasiswa yang hadir dalam forum tersebut.

"Menurut kami solusi yang tepat adalah memberikan toleransi pembayaran, karena bagaimana kita mau mengikuti semester pendek, ujian susulan dan perbaikan nilai, kalo persyaratan pengambilan transkip nilai harus lunas semuanya, sedangkan kesulitan kami terletak di pembiayaan," tegasnya.

"Kami diundang untuk musyawarah, maka kami menawarkan solusi objektif untuk menyelesaikan hal itu, namun tidak digubris oleh para pimpinan kampus," ucapnya dengan penuh kekesalan.

"Pimpinan mengatakan itu sudah peraturan kampus yang tidak bisa diganggu gugat, hal itu kami anggap bukan sebuah solusi terbaik bagi kami," tambahnya.

"Forum ini merupakan forum musyawarah bukan forum pengumuman peraturan otoritas kampus," pungkasnya.

Selain itu mereka juga meminta kejelasan kepada para pimpinan, tentang kenaikan uang yang harus dibayarkan jika ingin menempuh semester pendek, yang mulanya hanya 25.000 permata kuliah sesuai dengan aturan dalam buku administrasi yang mereka pegang, menjadi 75.000 permata kuliah.

Para pimpinan kampus STAI berjanji akan menampung seluruh aspirasi mahasiswa dan akan dipertimbangkan kembali.(Arif JA)

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment