Perlawanan Rakyat, Tantangan Penambangan Emas di Jember

JATIMAKTUAL, JEMBER,- (10/12/16) Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, memiliki potensi cadangan emas yang bakal dieksploitasi PT Aneka Tambang. Namun eksploitasi tambang emas itu berpotensi memantik perlawanan dari rakyat.

"Itu salah satu tantangan pemerintah sendiri, bagaimana bisa meyakinkan masyarakat bahwa penambangan itu tujuannya untuk kesejahteraan rakyat. Saya pikir kalau bisa diberi sosialisasi yang betul dan pemahaman menyeluruh terkait instrumen penambangan, saya yakin masyarakat bisa memahami. Walau pun saya tidak mendukung sepenuhnya," kata Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya, Bambang Haryadi.

Menurut Bambang, sebelum penambangan dilakukan, masyarakat harus diberi pemahaman. "Khususnya masyarakat di wilayah yang terdampak tambang, bagaimana mereka akan mendapat imbal balik dari kerusakan lingkungan terhadap kesejahteraan," katanya.

Sementara itu, lanjut Bambang, pemerintah daerah harus bisa bernegosiasi terhadap operator tambang. "Bagaimana wilayah terdampak dan lebih luas kepada Jember, apa yang didapat," katanya.

Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur dan mantan Ketua Panitia Khusus Tambang Ahmad Hadinuddin mengatakan, saat penambangan emas jadi kebijakan nasional sulit bagi siapapun menolak. "Apalagi tiba-tiba daerah itu jadi daerah strategis nasional sebelum ditambang," katanya.

Pemerintah, menurut Hadinuddin, secara perlahan harus membicarakan masalah tambang ini kepada beberapa komponen. 

"Di masyarakat, reaksi penolakan semakin lama semakin kuat. Saya khawatir, ketika ada kebijakan, kemudian berbenturan dengan aparat keamanan, ini jadi problem sosial ke depan," katanya. (azz/bj)

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment