Ketua PKC PMII Jatim: Resolusi 2017

Oleh Zainuddin

JATIMAKTUAL, RESOLUSI,- Dalam hitungan hari, kita akan menyambut tahun 2017. Momentum pergantingan tahun layak disikapi sebagai titik landas harapan baru yang lebih baik. Tentu sebagai insan pergerakan, tahun 2017 sebagai tahunnya kaum pergerakan. 

Tahun pergerakan dimaksud adalah akan adanya perubahan yang diinginkan secara bersama. Inti dari bergerak adalah berubah. Kata Gus Dur, perubahan dapat dilakukan dengan cara adanya ide besar, orang besar dan organisasi besar. 

PMII Jawa Timur adalah organisasi besar yang memiliki potensi untuk terus mengawal dan melakukan perubahan. Gagasan berusapa Islam Indonesia yang lekat pada identitasnya merupakan bentuk ide besar yang berupaya diwujudkan sebagai inspirasi bagi Islam di dunia.

Islam damai, santun, toleran dan menghargai sesama manusia cukup banyak ditemukan di Jawa Timur. Tampilan Islam rahmatan lil alamin adalah bagian penting dan karakter dari Islam di Indonesia. Jika ada Islam yang kasar dan keras, maka itu sebenarnya Islam pendatang yang berupaya merusak karakter keislaman di Indoensia. 

PMII hadir sebagai elemen penting untuk terus menjadi karakter Islam yang khas Indonesia. pekerjaan menampilkan Islam Indonesia dimulai dari gerakan kaderisasi di internal yang berupaya untuk terus ditingkatkan. Ini sudah dilakukan secara terus menerus oleh PMII Jawa Timur. Target saya, selama setengah periode kepemimpinan di Jawa Timur akan ada 15 cabang yang melakukan PKL di lintas cabang. 

Ikhtiar ini diwujudkan dengan cara melakukan pendampingan secara langsung kepada cabang yang sedang melaksanakan PKL. Hampir disetiap PKL selalu ada pengurus kordinator cabang yang inten mendampingi hingga akhir pelaksanaan. 

Kami menyadari betul bahwa PMII merupakan pewaris gerakan para ulama. pewaris sah republik ini. dengan menguatkan kaderisasi di internal PMII hal itu sebagai cara penting agar warisan gerakan ulama dan juga karakter ke Indonesiaan tetap terawat dengan baik sebagaimana yang diinginkan oleh Founding Fathers di Republik ini. 

PMII Jawa Timur akan selalu berada di garis depan dalam upaya untuk menampilkan Islam yang rahmatan lil alamin dan berkarakter ke Indonesiaan. Dari wacana Ke Islaman inilah nanti juga akan merambat pada wilayah gerakan lain sebagai pengawalan terhahap dimensi ke Indonesiaan. 


2017 sebagai Tahun Revolusi

Saya menyadari bahwa Indonesia sebagai negara belum mampu memaksimalkan tanggung jawab dan potensi yang diembannya. Konteks Jawa Timur saja saya menyaksikan bahwa masih banyak tugas dari PemProv yang perlu untuk diselesaikan segera dan secepatnya. 

Tentang Industrialisasi yang malah melahirkan problem sosial yang berkepanjangan. Di Banyuwangi, masalah Tumpang Pitu juga melahirkan masalah sosial yang kompleks yang juga mencemarkan terhadap lingkungan. Pulau Merah sebagai salah satu wisata daerah Banyuwangi ternyata malah menjadi tercemar. Bulan April lalu memang terjadi ledakan yang mengakibatkan semburan lumpur berimbas kepada masyarakat sekitar. Dampak lingkungan ini cukup mengkhawatirkan akan terjadi Tsunami pada derajat yang lain. Banyuwangi pernah terkena Tsunami pada tahun 1994 yang mengakibatkan korban banyak meninggal dunia.

Di Gresik dengan Industrialisasi yang cukup besar telah menggelisahkan masyarakat pinggiran. Menjadi kaum buruh bukan pilihan. Tetapi karena keadaan yang dimiskinkan, menjadi pilihan terakhir yang menyengsarakan. 

Di Sumenep, Konflik agraria mengemuka. Penduduk “dipaksa” untuk menjual tanahnya demi tambak udang. Di Jember, persoalan di Paseban juga layak diperhatikan. Karena bisa memicu konlik sosial yang bisa melebar. 

Dari data ini saja dapat disimpulkan, bahwa kesadaran bahwa kesadaran masyarakat di bawah sudah mulai menguat. Eksploitasi dari korporasi sama sekali tak menguntungkan. Malah melahirkan kesenjangan dan dampak yang lainnya. 

Kesadaran bahwa masyarakat telah menjadi korban bisa menjadi mesiu penting untuk bisa meledak revolusi di tahun 2017. Catatan sejarah di belahan dunia, revolusi selalu terjadi saat kesenjangan menguat dan kesadaran kaum proletar untuk bangkit melawan. Jelas pada situasi ini, PMII Jawa Timur akan selalu berada di dalam barisan massa. 

Tahun 2017 menjadi tugas Pemerintah di tingkat Provinsi Jawa Timur untuk selalu membenahi dan lebih mampu menunaikan tugasnya kepada masyarakat. Ini dalam rangka untuk terus tercipta harmoni di Jawa Timur. Salam Pergerakan.

* Ketua Umum PKC PMII Jawa Timur

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment