Gelar Sarjana Muamalah Dilematis, Mahasiswa Tuntut Rektor

JATIMAKTUAL, JEMBER,- (09/12/16) Aksi yang dilakukan oleh mahasiswa ini cukup unik, hanya dilakukan oleh lima orang dan tidak ada orasi. Mereka menuntut Rektor IAIN Jember agar tidak menandatangani Ijazah sarjana Muamalah yang bergelar SH (Sarjana Hukum). Aksi itu dilakukan di depan kantor rektorat IAIN Jember disaat kegiatan kampus aktif. Mereka merupakan perwakilan dari seluruh mahasiswa jurusan Muamalah.

Menurut mereka, gelar akademik yang akan disematkan kepada sarjana Muamalah tidak sesuai dengan mata kuliah yang ditempuh selama empat tahun. Selama kuliah mereka mengenyam mata kuliah penguatan Keilmuan ekonomi Islam. 

Tetapi justru mereka akan mendapatkan gelar SH yang afiliasinya kepada hukum.
Dalam Aksinya, mereka hanya duduk di depan restoran dengan mulut di tutup menggunakan solasi hitam. Moh. Jamil salah satu anggota aksi membentangkan spanduk bertuliskan "Muamalah Bukan SH, tapi SE". Mereka juga menyebarkan Prees Release kepada mahasiswa atau dosen yang lewat yang menjelaskan penolakan mereka terhadap gelar yang akan diperoleh.

Tidak berapa lama setelah mereka turun jalan, Babun Suharto Rektor IAIN Jember akhirnya menemui mereka dan menjelaskan terkait tuntutan mereka. 

Babun mengatakan bahwa dia juga akan mengusulkan kepada Kemenag untuk dirubah menjadi SE kembali. "Besok Rabu saya akan ke Jakarta dan akan menyampaikan kemauan dari temen-temen mahasiswa." Ungkapnya.

Menurut Jamil, didalam kurikulum panduan S1 IAIN Jember, mata kuliah yang diberikan kepada jurusan Muamalah tidak jauh beda dengan jurusan ekonomi. Selain itu juga mengacu kepada keputusan dari menteri agama yang menghapus gelar I pada setiap gelar di kampus islam. Sehingga tantangan yang dihadapi oleh mahasiswa jurusan Muamalah akan semakin berat karena harus bersaing dengan sarjana hukum dari kampus umum.

Setelah Babun menemui mereka, akhirnya mereka pulang dan tetap akan terus mengawal Rektor tentang gelar SE yang harus diperoleh oleh mahasiswa jurusan Muamalah. (azz)

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment