Alumni Kecam Kebijakan Rektor IAIN Jember Karena Gusur PKL

JATIMAKTUAL, JEMBER,- Penggusuran pedagang kaki lima (PKL) pinggir jalan dekat Gedung Serba guna kampus yang dilakukan oleh Rektor IAIN Jember Prof Dr.H.Babun Suharta, MM., Mengundang reaksi kecaman keras dari ketua Alumni IAIN Jember angkatan 2004, Kamis (15/12/2016).

"saya sebagai alumni IAIN Jember marah dengan adanya penggusuran oleh Rektorat terhadap Pedagang Kaki Lima (PKL) tanpa alasan yang jelas".Kata Ahmad Abdullah S.Sos.I, Ketua Alumni IAIN Jember angkata 2004.

kehadiran PKL lanjut Ahmad, justru meningkatkan pendaoatan perekonomian dan menguntungkan masyarakat sekitar kampus. Dia menyaksikan sendiri terdapat banyak mahasiswa  ikut berjualan demi mencari nafkah untuk membayar SPP agar dapat melanjutkan studinya. 

selain harganya murah  tempatnya juga terjangkau oleh mahasiswa serta sangat mempermudah berbelaja makanan dan minuman. 

 Menurutnya kebijakan rektorat IAIN saat ini sangat bertentangan sekali dengan kebijakan pemerintah Jember yang melindungi para masyarakat yang berprofesi PKL.

Ia mengatakan "jangan bikin negara dalam negara artinya jangan bikin kebijakan diatas kebijakan negara"
seharusnya kampus berbasis agama harus ramah dengan lingkungan sekitar dan melakukan pendampingan kepada PKL bukan malah justru main gusur-menggusur seenaknya sendiri tanpa mempertimbangkat dampak negatif yang akan menimpa pedagang.

dia menyampaikan untuk apa ilmu setinggi langit,  seperti s1 s2 s3, mau pun Profesor kalau hanya untuk menyengsarakan rakyat kecil ", nampak sekali Rektorat IAIN Jember sekarang ini tidak nasionalis dan membungkam ekonomi rakyat kecil.

Ini adalah potret buram pemimpin kampus saat ini dalam kontek kehidupan berbangsa dan bernegara, kampus adalah miniatur negara dan Rektor seharusnya memberikan keteladanan yang baik kepada lingkungan sekitar.

Menurutnya kebijakan penggusuran tersebut telah membuwat nama alumni malu besar dan tercoreng oleh sebab itu ia berpesan kepada jajaran IAIN Jember untuk segera mengevaluasi kembali larangan berjualan terhadap PKL.

Pemindahan para pedagang kedepan lahan kosong didepan gedung baru Serba Guna merupakan acaman bagi pedagang yang sewaktu-waktu dapat diusir karena status tanah tersebut merupakan milik Bulok Pemkab Jember, "Imbuhnya. 

Selain itu Prof Dr. H. Babun Sueharto enggan memberikan jawaban dan konmentar tentang penggusuran PKL saat dikonfirmasi lewat pesan Whaatshap oleh Jatim Aktual. Com."Pungkasnya.(Arul) **

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment