Tragedi di bulan ‘Muharrom’

(sekilas mengurai kebesaran Allah di hari ‘Asyuro’)
Oleh: Moh. Ilyas


JATIMAKTUAL, Bulan ‘muharrom’ merupakan bulan yang pertama dalam kalender Hijriyah, yang dikenal dalam bahasa Madura dengan sebutan bulan “sora”, pada bulan ini biasanya masyarakat yang hidup di pelosok desa merayakannya dengan membuat bubur (tajhin) beras lalu disedekahkan ke tetangga dan kerabat dekat, dalam hal ini orang-orang Madura bagian timur menyebutnya dengan istilah “tajhin sora”. Pada bulan ini, banyak faidah-faidah yang dilipat-gandakan oleh Allah azza wa jallah. Namun, dalam kesempatan kali ini penulis hanya ingin mengurai tentang tragedi yang terjadi pada bulan ‘muharrom’ saja.

Penulis katakan, ada beberapa keajaiban di bulan ‘muharrom’ yang sejatinya hal itu merupakan tanda kebesaran Allah azza wa jallah. Hari ‘asyuro’ ialah hari ke-10 dari bulan ‘muharrom’. Oleh karena itu, penulis ingin mengurai sedikit saja dari beberapa kebesaran Allah yang terjadi di bulan ‘muharrom’ yang bertepatan pada hari ke-10 ialah ‘asyuro’. Di jelaskan dalam beberapa kisah, bahwa ada beberapa tragedi yang merupakan bukti kebesaran Allah yang terjadi pada tanggal 10 bulan ‘muharrom, yang diantaranya sebagai berikut:
Tepat pada tanggal 10 ‘muharrom’, ibu Hawa dan bpk Adam a.s dipertemukan oleh Allah di padang ‘Arofah. Setelah beberapa abad lamanya mereka berpisah lantaran memakan buah khuldi yang telah dilarang oleh Allah azza wa jallah.

Bertepatan di tanggal 10 ‘muhaarom’ juga, Nabi Yunus a.s dikeluarkan dari perut ikan besar. Ikan yang menelan Nabi Yunus a.s ada yang menyebut ikan Hiu, juga ada yang menyebutkan ikan Nun. Dengan kurang lebih empat puluh satu hari beliau berapa di dalam perut Ikan lantaran beliau pergi dari kaumnya.

Selanjutnya, pada tanggal 10 ‘muharrom’ kelompok ashhabul kahfi terbangun dari tidurnya. Ashhabul kahfi ialah sekelompok hamba Allah yang sedang mengembara lalu beristirahat di dalam gua. Namun, mereka tertidur lelap hingga bertahun-tahun, dalam tidurnya mereka di jaga seekor anjing yang setia menemaninya.

Tepat pada tanggal yang sama, kapal Nabi Nuh a.s mendarat di bukit Ararat yang lama mengapung lantaran badai dan banjir besar, sehingga beliau berhari-hari berada di atas kapal bersama kaumnya.

Selanjutnya, ialah terkutuknya kaum Nabi Musa a.s menjadi kera, disebabkan kedurjanaan mereka terhadap ajaran yang telah Nabi Musa a.s ajarkan.
Selanjutnya, ialah keajaiban yang terjadi pada Nabi Ibrahim a.s tatkala beliau di bakar oleh kaumnya lantaran menghancurkan patung-patung sesembahannya.

Pada tanggal yang sama, Nabi Muhammad SAW bersama dengan sahabat-sahabatnya memenangkan perang Badr Al-Qubro, yang hanya dengan pasukan 300 orang dapat mengalahkan serdadu kafir Quraisy yang jumlahnya jauh lebih banyak di banding pasukan Islam.

Sejatinya, masih banyak keajaiban-keajaiban yang menjadi bukti atas kebesaran Allah azza wa jallah. Namun, karena keterbatasan pengetahuan penulis ia hanya dapat mengurai sebagian kecil dari beberapa tanda-tanda kebesaran Allah ta’ala.

Dalam bulan ini pula, disunahkan berpuasa di hari tasu’a’ (ialah hari kesembilan dari bulan ‘muharrom’) dan di hari ‘asyuro’ (hari kesepuluh dari bulan ‘muharrom’). Di hari yang kesepuluh ini, ada beberapa kesunahan yang dianjurkan bagi setiap orang Islam di seluruh dunia, yang mana anjuran itu mempunyai faidah tersendiri. Dinatara kesunahan-kesunahan tersebut ialah:

Pertama, ialah puasa sunah. Dalam puasa ini, Allah melipat-gandakan pahala bagi orang-orang yang melaksanakannya. Kedua, bersedekah kepada anak yatim serta mencium ubun-ubunnya. Dengan kesunahan ini, Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang melaksanakannya dan menjauhkan dari kefakiran. Ketiga, adus (mandi) sunah. Bagi orang-orang yang melaksanakan kesunahan ini, Allah akan menyelamatkan dari mara bahaya dan penyakit yang susah disembuhkan. Keempat, (a cella’) ialah menghitamkan pelupuk mata yang bawah. Dengan kesunahan ini, Allah akan menyelamatkan dari penyakit mata. Kelima, memakai pakaian yang baru.

Namun disamping itu semua, Allah menurunkan 70.000 bala yang bertepatan pada tanggal 10 ‘muharrom’. Oleh karena itu, marilah kita tingkatkan amal dan ibadah kita agar dan semoga Allah azza wa jallah senantiasa menyelamatkan serta melindungi kita semua dari mara bahaya dan penyakit yang susah disembuhkan. Amin ya mujibassa’iliin. Tentunya, dengan melaksanakan semua yang telah Allah perintahkan dan menjauhi segala sesuatu yang telah Allah haramkan. Waallau ta’ala a’lam bis showaab…

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment