STOP IMPOR TEPUNG TAPIOKA.

JATIMAKTUAL, EKONOMI,- Petani singkong mengalami kerugian, pasalnya, Harga singkong di dalam negeri mulai terjun bebas, Pabrik menerima harga singkong 750 rupiah/kg, sehingga harga di tingkat petani berkisar Rp. 500/kg.

Hal ini dinilai tidak wajar, mengingat harga keekonomian singkong diatas Rp. 1200. Dipastikan ribuan petani singkong mengalami kerugian yang cukup banyak. Singkong adalah bahan utama pembuatan tepung.

Harga singkong jatuh, salah satu faktor utamanya, yakni adanya kebijakan impor yang dikeluarkan oleh Kementerian Perdagangan RI. Sampai bulan Juni 2016 tercatat 416.000 ton tepung tapioka di datangkan ke Indonesia. Setiap tahunnya impor tepung mencapai lebih dari 1 juta ton.

Harga tapioka impor sebenarnya tidak jauh beda dari segi harga, kualitas, hanya saja yang membedakan kepastian supply yang kontinue menjadi alasan produsen lebih memilih tepung tapioka impor dari Thailan & Vietnam.

Sekretaris Hipsindo Jatim Sahabat Hasyim mengatkan, "disinilah letak kebijakan Pemerintah untuk membuat sebuah kebijakan yang benar-benar memperdulikan petani.

Jika impor tetap dilaksanakan maka bagaimana nasib petani singkong." imbuhnya.

Disisi lain Kementerian Pertanian memiliki data produksi Singkong petani lokal yg lebih dari cukup untuk memenuhi pasar lokal.(FM)

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment