Merasa Dibohongi Pihak Kampus, Ini Pengakuan Mahasiswa STAI At-taqwa Bondowoso

JATIM AKTUAL, BONDOWOSO - Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) At-taqwa Bondowoso merupakan satu-satunya perguruan tinggi Agama Islam yang ada di Bondowoso.

Sebagai perguruan tinggi yang notabenenya agamis, STAI At-taqwa Bondowoso kerap mendapat julukan 'Kampus Ahli Surga' oleh masyarakat Bondowoso.

Namun, fakta dilapangan tidaklah demikian, kampus yang seharusnya menjadi tempat menimba ilmu untuk mempersiapkan generasi masa depan bangsa, malah menjadi tempat praktik permainan. Betapa tidak, salah seorang mahasiswa berinisial KN mengaku telah dipermainkan oleh pihak kampus.

"Saya sudah putus asa saat itu, sehingga kekecewaan saya, saya tuangkan melalui akun Fecebook pribadi saya," akunya, (4/10).

"Namun, tidak lama stelah saya luapkan kekecewaan saya di FB, salah seorang pimpinan  kampus, anggap saja si R, memanggil saya untuk menghadap. Saya temui tanpa berkata apa-apa, saya sudah sangat kecewa. Karena seakan-akan pihak kampus terus berupaya agar mahasiswa tidak berontak," lanjutnya.

Sebelum itu, lanjut mahasiswa pemilik NIMKO tahun 2012 itu, dirinya yang pernah mengumpulkan data permasalahan kampusnya dan mengancam akan melapor ke Mapolres Bondowoso dan Kopertais Provinsi Jawa Timur, atas perlakuan pihak kampus yang sangat tidak mencerminkan lebelnya (perguruan tinggi yang islami).

"Saat itu saya sudah terlanjur kecewa, saya kumpulin data dan ternyata puluhan mahasiswa mengalami nasib yang sama dengan saya, akan saya laporkan ke Polres dan Kopertais, Saya datang ke kampus marah-marah, bagaimana tidak marah, saya sudah jelas-jelas dibohongi, semua tanggungan saya diselesaikan secara administratif dan sesuai prosedur kampus. Namun saya tidak mendapat hak saya selaku mahasiswa," ujarnya dengan nada jengkel.

KN juga mengaku, dalam pertemuan yang singkat dengan R itu, bahwa ia diminta diam agar keburukan STAI At-taqwa tak diketahui publik.
"Saat menghadap saya tak berkata apa-apa, lalu R bilang begini, sudah mas, asal sampean diam, semua saya yang urus. Dan saya titip nama STAI ya. Saya jawab 'siap pak' waktu itu," bebernya.

Sementara mahasiswa yang lain berinisial MK mengatakan, dirinya sangat kecewa kepada STAI At-taqwa Bondowoso. Pasalnya, sejak ia diwisuda tahun 2011 lalu, hingga kini belum mendapat ijazah dari kampusnya.

"Sampai sekarang saya belum mendapat ijazah dari kampus, setelah saya tanyakan, pihak kampus selalu berkilah, dan beberapa waktu lalu setelah saya tanyakan lagi kepada R, saya tidak tahu mas, waktu itu kan bukan saya pimpinannya, sampean sabar dulu, tunggu empat tahun lagi," ketusnya.

"Ya mau gimana, hanya bisa pasrah. saya sudah dibohongi secara terstruktur, empat tahun administrasi saya selesaikan. Tapi saya mendapat perlakuan begini. Semoga hal ini tidak terjadi kepada mahasiswa lain," ujarnya tampa mau berkomentar banyak.

Hingga berita ini diturunkan masih belum dimintai keterangan kepihak terkait. (Dol)

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment