INSIDE Gelar Bincang Santai dengan Dr. Paul, Peneliti dan Akademisi Australia, Gagas Sekolah Komunitas.

JATIMAKTUAL, BONDOWOSO,- Dalam Mewujutkan Program Pemberdayaan masyarakat yang relevan, Aktivis INSIDE Gagas Sekolah Komunitas melalui Diskusi dengan Dr. Paul, Peneliti tentang sejarah dan Budaya yang berkewarga Negaraan Australia, yang dikemas dengan Bincang Santai di Rumah Taman Belajar binaan INSIDE Desa Jambisari kecamatan Jambisari Darusolah Bondowoso, Senin malam (24/10/2016).

Keseriuasan aktivis INSIDE dalam melakukan pemberdayaan masyarakat dikabupaten Bondowoso ternyata telah terbukti dan terlihat kesungguhanya dalam kegiatan bincang santai gagas sekolah komunitas bersama Dr. Paul warga negara Australia tersebut, seorang tokoh praktisi pendidikan dan peneliti sejarah dan budaya, hal ini berdasarkan Pantauan Jatim Aktual.

Rifan Humaidi, Pembina INSIDE mengatakan, Program sekolah komunitas merupakan bagian program yang sudah tersusun lama didalam perencanaan program kerja melalui rapat yang digelar secara intensif dengan melibatkan masyarakat sebagai user sekaligus manajer. 

Menurutnya sekolah komunitas merupakan sebuah ide yang lahir dari situasi kondisi kebutuhan masyarakak untuk dapat belajar bagaimana menjawab tantangan hidup dan untuk meningkatkan kemandirian dalam hidup serta keinginan cara menerapkan tentang pengetahuan yang meraka ketahui. 

Tambah Rifan, dalam memfasilitasi keinginan masyarakat INSEDE membuat program sekolah komunitas yang sudah  didiskusikan dengan berbagai lembaga, tokoh, aktivis lingkungan, aktivis pendidikan alternatif, dan dengan Dr. Paul, yang berlangsung tadi malam dirumah belajar binaan INSIDE, bincang santai tersebut merupakan sharing gagasan dan informasi yang sengaja dilaksanakan untuk mempertajam konsep-konsep dan metode program sekolah komunitas yang sudah tersusun.

Dr. Paul sengaja dihadirkan dalam forum bincang santai tersebut yang bertujuan untuk menggali berbagai informasi tentang model dan metode pembelajaran berbasis masyarakat yang mencoba membandingkan metode dan penerapanya antara Australia dan Indonesia.

Program Pendidikan Komunitas yang digagas INSIDE Menurut Mr. Paul harus betolak dari keinginan masyarakat, menurutnya jika sudah ketemu keinginan masyarakat tentang apa yang mereka inginkan, maka mudah untuk  merealisasikan program yang dibuat. menurutnya program sekolah komunitas harus mampu mengkonstruk budaya belajar bagi masyarakat,  dan belajar tersebut harus bisa membangun kesadaran diri bagi setiap masing-masing masyarakat untuk berbuat dengan memfungsikan soft skill dan hard skill, dia juga mengapresiasi bahwa menjadi bangsa Indonesia harus bangga, karena bisa mengenal nilai-nilai agama dan budaya yang dianut sesuai dengan kearifan lokalnya.

Pihaknya juga menambahkan, Mengalirnya arus globalisasi telah menghawatirkan terkikisnya identitas budaya bangsa, khususnya budaya lokal yang sudah mulai terkikis, budaya barat kian hari kian mewabah dan telah menggerogoti eksistensi budaya lokal yang kental dengan warisan sejarah.

"agar budaya lokal tetap terjaga perlu juga   upaya mempertahankan budaya, dan juga harus dikawal melalui program pendidikan berbasis komunitas INSIDE yang juga akan menjawab tantangan zaman."

M. Gafur Nur Hidayat, Derektur INSIDE juga mengatakan, kometmen memberdayakan masyatalat sangat bulat  untuk direalisasikan melalui sebuah sebuah progtaman sekolah komonitas yang sudah di gagas, mengingat pentingnya menjaga dan menjadikan kekayaan lokal  agar dijadikan pembelajaran di sekolahn hal demikian dilakukan dalam upaya penanaman nilai-nilai dalam mempertahankan budaya lokal yang sudah ada seperti nilai religius, nilai moral, dan khususnya nilai kebangsaan kepada masyarakat.

"Pada akhirnya melalui program sekolah berbasis komunitas ini selain membentuk kemampuan masyarakat dalam menjawab tantangan hodup, juga penanaman nilai-nilai budaya lokal sangat penting untuk menghilangkan pengaruh budaya asing yang semakin mewabah dimasyarakat kita" dan segala hasil diskusi dengan Paul akan kami jadikan refrensi kedepan dalam merealisasikan program kerja yang sudah tersusun. "Pungkasnya.(Arul)*

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment