Hari Pengentasan Kemiskinan Se-Dunia: LIMAS bersama Masyarakat Galang Dana untuk Kesejahteraan Pemerintah Demi Masyarakat Miskin.

JATIMAKTUAL, PAMEKASAN, Momentum Perayaan Hari Pengentasan Kemiskinan Se-Dunia yang jatuh pada tanggal 17 Oktober menjadi momentum berharga bagi Masyarakat dan Aktivis dilingkungan Kabupaten Pamekasan.

Sejumlah Mahasiswa yang tergabung dalam Lingkar Mahasiswa Pamekasan (LIMAS) Bersama Masyarakat menggelar aksi penggalangan Dana untuk Kesejahteraan Pemerintah Kabupaten Pamekasan, hal ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap pemerintah, melihat kondisi masyarakat miskin diberbagai Desa masih menumpuk.

Dalam pernyataan sikapnya, Limas mengupas secara Detail bahwa Masyarakat Pamekasan masih banyak yang dilanda kemiskinan. Salah satu contoh konkrit yakni melimpahnya Tenaga Kerja Indonesia (TKI) disejumlah Negara, Banyaknya Pengemis yang berkeliaran diareal perkotaan, dan banyaknya Warga tak mampu yang tidak pernah tersentuh oleh uluran tangan para pemangku kebijakan Daerah.
Iwan selaku Korlap Aksi menyatakan dengan tegas dalam orasinya pada saat aksi penggalangan dana berlangsung, bahwa adanya aksi tersebut sebagai upaya membantu mensejahterakan pemerintah Daerah yang menurutnya salah satu faktor munculnya indikasi tindak pidana korupsi dilingkungan Pemerintah sehingga berdampak pada Masyarakat Miskin, karena Tingginya Beban ekonomi untuk memenuhi kebutuhan Hidup Pemerintah, sehingga dinilai Wajar ketika pemerintah melakukan kongkalikong terhadap Program dan anggaran khusus Pemberdayaan Masyarakat yang tergolong Tidak mampu (Miskin).

" Kita ketahui bersama bahwa semenjak kepemimpinan Bupati Periode saat ini, kondisi Pamekasan tidak setabil, Aksi Dekonstrasi meningkat, mulai dari kasus Infrastruktur, Kesehatan, Pendidikan, bahkan Kesejahteraan Masyarakat miskin, yang berdampak pada tudingan tindak pidana korupsi, bahkan tidak jarang kasus tersebut melayang ke meja aparat penegak hukum, tentu ini menjadi Koreksi bersama, apa yang sebenarnya yang menjadi kesenjangan, sehingga dari hasil kajian kami. Ternyata salah satu faktor utamanya, yakni besarnya beban ekonomi untuk memeuhi kebutuhan hidup yang mewah, oleh karena itu dengan adanya dana hasil menggalang ini siapa tau bisa membantu untuk mengurangi beban mereka (Para Pemangku Kebijakan) sehingga mereka Fokus bekerja mengayomi rakyat kecil sebagaimana Program Pemerintah yang saat ini sudah menjadi perioritas utama terkait kesejahteraan masyarakat." tandasnya kepada jatimaktual.com.
Lutfiadi salah satu orator lainnya juga menyampaikan bahwa adanya aksi galang dana itu direncanakan selama tiga hari, baru setelah itu akan melakukan audiensi kepada Bupati Pamekasan sekaligus penyerahan Dana.

" kami hanya mau ketemu langsung dengan bupati Ach Syafi'i dalam penyerahan Dana hasil galangan ini, biar Bupati tau bagaimana jeritan masyarakat miskin diberbagai Desa," terangnya.

Hingga berita ini diturunkan aksi galang Dan tersebut terus berlangsung di beberapa titik, salah satunya di areal simpang empat jalan raya Gadin, dan simpang empat sebelah timurnya Pendopo Wakil Bupati Pamekasan. (Muhri)

Respon Pembaca.

1 comments:

jokotole pusat said...

Seandainya Program Ekonomi ala PETA bisa menyebar kepelosok masyarakat lapis paling bawah Insyaallah sedikit banyak akan mengurangi kemiskinan yg terjadi saat ini... !?!

Post a Comment