Aksi Ke III: Hari Pengentasan Kemiskinan Se-Dunia, "Saatnya Masyarakat Bangkit, Melawan Penindasan".

JATIMAKTUAL, PAMEKASAN,- Sejumlah aktivis Lingkar Mahasiswa Pamekasan terus bergerak melakukan aksi Demonstrasi dan Penggalangan Dana sebagai Hadiah Kepada Bupati dan Pemerintah Kabupaten Pamekasan yang dinilai Gagal dalam memberdayakan Rakyat miskin.

Aksi kali ini merupakan aksi ketiga kalinya yang dilakukan oleh sekelompok Kaum Intelektual, membantu menyuarakan aspirasi rakyat kecil yang hingga saat ini masih sengsara maskipun program pemerintah sudah membludak dalam pemberdayaan Masyarakat, namun faktanya dilapangan, keberadaan rakyat kecil masih jauh dari harapan.

Bahkan dihari ketiga ini, mereka juga meluncurkan surat audiensi kepada Bupati Pamekasan yang diterima langsung oleh Aspri Bupati terkait Penyerahan hasil penggalangan Dana, yang insyaallah akan dilaksanakan pada hari Kamis (20/10/16). Jam 09.00 WIB, Bertempat di Kantor Bupati Pamekasan.

Iwan selaku Korlap Aksi menyatakan dengan tegas bahwa gerakan yang dilakukan oleh LIMAS sebagai bentuk kepedulian terhadap Pemerintah demi masyarakat kecil yang menunggu uluran tangan para kaum elit Pamekasan.

" Kami tidak main-main dalam melakukan aksi Penggalangan Dana kali ini, masyarakat terlalu dikecewakan oleh para pemangku Kebijakan, sehingga ide galang dana ini sangat pas untuk menyadarkan Pemerintah Khususnya Bupati Pamekasan, siapa tahu dengan Gerakan mulia ini mampu membuat Pemerintah sadar akan kondisi rakyat kecil," tegasnya.

Sementara menurut Lutfiadi, Kondisi Pemerintah Kabupaten Pamekasan hari ini dalam tanda tanya besar, pasalnya hampir tiap hari sejumlah Aktivis Gerakan, dan ormas juga LSM melakukan aksi terkait beberapa persoalan yang menumpuk tanpa adanya kejelasan dilingkungan Pemkab.

" ketika Aksi Demonstrasi marak di Lingkungan Pemkab dan Wakil Rakyat, tentu ada kesenjangan yang nampak dilapangan, dan hal ini sebagai bentuk kegagalan Pemerintah dalam menjalankan tugas dan amanah yang telah di embannya. Padahal mereka semua para pemerintah sudah di ikrar (diambil sumpahnya) sebelum menjalankan tugas, namun masih saja muncul persoalan yang seolah Pemerintah sendiri telah menutup mata dan telinga" tandasnya.

Aksi terus berlanjut di sepanjang jalan Jokotole, ditengah-tengah maraknya para pengendara yang sedang melintas diareal lokasi aksi. (Muhri)

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment