PMII Gelar Aksi, Terkait Tambang Emas Gunung Tumpang Pitu, Ke DPRD Banyuwangi.

JATIMAKTUAL, BANYUANGI,- Sekelompok Mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Banyuwangi, melakukan aksi tolok tambang kepada DPRD dan PEMKAB Banyuwangi.

Pantauan jatimaktual.com, Sejumlah massa Aksi itu berjalan kaki dari depan kampus Untag 45 Banyuwangi ke Kantor DPRD hingga membuat kemacetan disepanjang jalan raya tersebut, namun maskipun dalam perjalanan sempat terjadi kemacetan, ternyata sedikitpun tidak membuat para pengendara kecewa, mereka (pengendara) banyak yang mendukung adanya aksi PMII. Apalagi masyarakat dan pengendara Paham bahwa aksi itu demi membela masyarakat, membela kebenaran dan menyuarakan Hak rakyat, sebagaimana yang dikatakan ririn salah satu pengendara roda dua. 
Koorlap aksi sahabat Anggi mengatakan. " aksi penolakan tambang emas kali ini benar-benar murni mebela Rakyat yang telah didiskriminasikan dan sangat merugikan bagi masyarakat baik jangka menengah ataupun jangka panjang, karena penyusutan gunung sehingga kurang kokohnya penghadang terjangan angin dan rusaknya tanah akibat penambangan, padahal butuh waktu lama dalam memperbaikinya." tegas Anggi dalam orasinya.

Ketua Umum PC PMII Banyuwangi sahabat Linggar, menegaskan." aksi ini akan terus berlanjut selagi masyarakat tidak menerima imbas dari pertambangan, karena tambang emas tumpang pitu yang menguasai hajat hidup orang banyak malah dikuasai oleh individu-individu pemilik mudal kapital, Dan yang sangat disayangkan bahkan menjadi pertanyaan besar "kenapa Pemerintah bisa memberikan ijin terkait pertambangan" imbuhnya.
Aksi tersebut diterima oleh DPRD Kabupaten Banyuwangi para peserta aksi seolah dinina bobokkan dengan bahasa-bahasa yang diplomatis, pihak anggota DPRD meminta semua unek-unek dari sahabat mahasiswa dikeluarkan. "disini selaku wakil kalian wakil rakyat masyarakat banyuwangi".

Namun lambat laun, anggota DPRD mulai tidak berani menjawab, pihaknya lantas mengatakan semua ter struktur dalam memperbaiki persoalan gunung tumpang pitu.

Mahasiswa merasa kecewa dengan tanggapan DPRD yang katanya wakil rakyat. Begitupun PEMKAB Banyuwangi yang seolah merasa tidak bersalah, seolah kewenangan itu bukan ada di PEMKAB, bahkan Pemkab mengaku bahwa pemerintah telah melakukan tugas pokok dan fungsi, dan meminta mahasiswa untuk mengirim surat kepada Bupati.
Aksi tetap berlanjut, Massa meminta penambangan tumpang pitu segera di tutup, bahakn mereka mengancam akan melakukan aksi terus berlanjut hingga malam. (FM)

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment