Tolak Ma'had, MABA Segel Rektorat

JATIMAKTUAL, JEMBER,- (06/09/16) Ma'had yang diwajibkan di IAIN Jember masih menjadi dilema bagi mahasiswa. Peraturan yang ketat dan mengekang terhadap Mahasiswa Baru menjadi alasan utama ditolaknya Ma'had. Ratusan mahasiswa baru yang tergabung dalam Gerakan Peduli Kampus akhirnya melakukan aksi meminta kejelasan pimpinan tentang diberlakukannya Ma'had di kampus IAIN Jember.

Aksi ini merupakan tindak lanjut dari hasil audiensi dengan pimpinan beberapa hari lalu. Ma'had yang hanya bisa menampung 600 mahasiswa itu masih banyak hal yang belum ada kejelasan. Mahasiswa yang ada di Mitra kampus belum mendapatkan fasilitas transportasi yang memadai, Peraturan jam malam bagi yang tinggal di ma'had, dan sarana prasarana di ma'had dirasa belum layak untuk ditempati.

Aksi yang dilakukan mahasiswa membuat kantor rektorat dan ma'had putra-putri disegel. Kegiatan akademik di kantor rektorat mati total. Penyegelan ini dilakukan karena pimpinan kampus dan direktur ma'had belum menjawab tuntutan dari mahasiswa. Diantara dari tuntutan mereka adalah, mahasiswa baru jangan dikekang untuk berorganisasi, dan larangan merokok di dalam ma'had harus dihapuskan. 

"Kita ini kesini niatnya kuliah dan mencari pengalaman baru. Bukan mondok dan membunuh kreatifitas mahasiswa" Ungkap salah satu mahasiswa di tengah-tengah kerumunan aksi. (azz)

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment