LAUNCING KAMPUNG LITERASI, PAMEKASAN SALAH SATU KABUPATEN YANG DIPILIH, "PKBM CAHAYA BUNDA PASEAN"

JATIMAKTUAL, PAMEKASAN,- Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Pamekasan, melakukan berbagai upaya dalam mendukung program pemerintah melalui Gerakan Indonesia Membaca yang dipusatkan di Desa Tlontoraja Kecamatan Pasean Pamekasan Madura Jawa Timur.

Hal ini seperti yang dilakukan oleh Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) Cahaya Bunda, yang diketuai oleh R. Heli, guna untuk menarik minat baca masyarakat sekitar, dan menuntaskan para penyandang buta aksara. Yakni Kampung Literasi.

Bupati Pamekasan Drs Ach Syafii Yasin, MSi Dalam pidatonya didepan ratusan undangan khususnya Staf kementrian PendidikanYusron, Kepala Perpustakaan Pamekasan M Zaini, Kadisdik Prama Jaya,  serta seluruh Forpimka Kecamatan Pasean, mengatakan, bahwa Kabupaten Pamekasan sudah mencanangkan sebagai kabupaten pendidikan.

"saya berharap gerakan Indonesia membaca ini kita bumingkan di Pamekasan, kalau bisa dimasing-masing kecamatan terdapat perpustakaan", ungkap mantan anggota DPR ini.

Bahkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan berencana akan membangun perpustakaan terpadu  yang akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas taman baca sehingga ada rekreasi bagi masyarakat kota.

"kita sudah bikin perencanaan karena kita punya lahan di bekas rumah sakit, dan nantinya akan dilengkapi dengan taman baca, sehingga rekreasinya tidak hanya beli kopi tapi rekreasinya dengan membaca buku", jelasnya.

Terpisah. Yusron mewakili Kementrian Pendidikan saat dimintai keterangan terkait kampung literasi tersebut mengatakan, bahwa kegiatan tersebut baru launcing dan ternyata pihaknya belum mengetahui secara detail terkait adanya gerakan-gerakan yang diinginkan masyarakat untuk membaca, sehingga penyelenggara tidak dapat berdiri sendiri, harus didukung masyarakat agar dapat memiliki ketergerakan kampung literasi tersebut.

Ternyata, Kabupaten Pamekasan dipilih sebagai salah satu Daerah yang di launcing sebagai kampung literasi dari 26 kabupaten/kota se Indonesia, hal itu tak lepas dari faktor rendahnya minat baca, seperti yang dikatakan Yusron.

"bulan ini di jawa Timur ada 2 tempat yaitu di Jember dan Pamekasan,  karena rendaknya minat baca, dan nantinya kami berharap ini sebagai embrio menjadi lebih besar dan daerah harus meneruskan, karena pusat tdak mungkin terus disini bulan depan kita pindah ke kabupaten/kota lain", jelas Yusron.

"Ketika keaadaran membaca sudah cukup, maka kesadaran berikutnya adalah menuliskan apa yang ia baca, karena tanpa menukiskan aoa yang ia baca maka kesadaran membaca akan berhenti dengan yang ia baca, maka gerakan membaca dan menilis harus seiring dan sejalan, karena pembanginan di Indineaia ini tanpa membaca dan menulis tidak akan mengalami kemajuan-kemajuan yang kuar biasa", pungkasnya.

Dalam waktu yang lain, dengan keikut sertaan pengusaha dalam mensukseskan acara kampung literasi ini, maka secara simbolis salah satu pengusaha memberikan bantuan buku yang diterima oleh Bupati Pamekasan. (Kholil/Muhri)

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment