Tempat Hiburan Karaoke Terang Bulan (TB), Terancam ditutup Paksa.

JATIMAKTUAL, PAMEKASAN,- Mencuatnya kasus Rumah makan yang dijadikan tempat hiburan karaoke Terang Bulan (TB), di jalan raya Desa Tlanakan ternyata mulai menarik perhatian sejumlah elemen pemerintah tokoh ulama' dan ormas islam. Bahkan saat ini sudah mulai terbongkar siapa yang menjadi beking dibalik amannya operasi liar tempat hiburan ilegal tersebut.

Bahakan dalam rilis media online madura.timesindonesia.co.id dijelaskan secara detail sosok pemerintah yang diduga menjadi beking amannya TB itu. Saat dikonfirmasi kepada orang nomor satu dikota gerbang salam.
"Nanti saya cek dulu camatnya. Perlu diberi teguran jika terlibat. Kalau perlu kita ganti," ungkap Achmad Syafii kepada wartawan madura.newstimesindonesia.

Disamping itu Kades Tlanakan, H. Munif atau yang biasa dipanggil H. Kali, mengatakan dengan tegas bahwa pihaknya juga merasa resah dengan adanya kasus tersebut.

" maskipun mencuat ada beking pemerintah dibalik kasus TB, saya sendiri sampai sekarang masih belum memberikan izin tempat hiburan itu, bahkan saya sudah panggil pemiliknya, sudah saya tegur untuk tidak menyalah gunakan izin yang ada, tapi tetap dipaksakan," terangnya saat dikonfirmasi via telpon selulernya.

Bahkan menurutnya, pada saat pemilik warung makan tersebut meminta izin, pihaknya tidak langsung menanda tangani tanpa sepengatahuan warga. " dulu saya cuma menanda tangani izin warung makannya, itupun sebelum saya tanda tangani berkasnya, saya ngundang masyarakat sekitar 60 orang untuk menyaksikan, jadi saya tidak pernah menanda tangani izin tempat hiburan." tandasnya.

Saat ini salah satu aktivis Lingkar Mahasiswa  Pamekasan (Limas) mencoba berkoordinasi dengan sejumlah Tokoh Ulama' untuk melakukan eksekusi penutupan paksa, karena dinilai pemerintah sudah tidak mampu menegakkan perda yang sudah ditetapkan.

" adanya satpol PP, sama halnya dengan tidak ada, kalau sudah jelas-jelas melanggar perda masih saja dibiarkan liar, ternyata benar kalau aturan atau hukum itu hanya tajam kebawah, tumpul ke atas, coba ada PKL yang melanggar, satpol PP seolah tidak mau tau, langsung saja mereka sikat, tapi ketika ada kasus seperti di TB, mereka semua pada bungkam, apakah ini yang patut dicontoh oleh masyarakat pamekasan," tandas Kurniawan kepada jatimaktual.com. (Muhri)

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment