Tes Timoni Ibu Sunamya : Korban Dugaan Penganiayaan yang telah Melapor Kepolsek Pujer, Belum Dapat Kepastian Hukum.

JATIMAKTUAL, BONDOWOSO,- Pada hari Senin tanggal 9 Mei 2016 sekitar kurang lebih pukul 08.00 WIB dirumah kediaman Ibu Sunamya sebagai korban dugaan penganiayaan warga desa Padasan Dusun Krajan Rt/Rw 003/001 kecamatan Pujer kedatangan tamu tanpa diundang yang bernama saudari Nuryami Warga desa Sumberkalong kecamatan Wonosari sebagai terduga pelaku penganiayaan. 

Nuryami datang kerumah ibu Sunamya diduga tanpa permisi masuk kedalam rumah ibu Sunamya selaku korban dugaan penganiayaan, tidak hanya masuk kedalam  rumahnya Nuryami bahkan sampai masuk kedalam kamar pribadinya, entah tidak tau apa yang dilakukan didalam kamarnya Sunamya.

Keberadaan Nuryami diketahui didalam kamarnya ketika Ibu Sunamya berada didapur dan mendengarkan suara perempuan didalam kamar pribadinya, karena terdengar suara perempuan Ibu Sunamya bergegas masuk kedalam kamar pribadinya, eh.. ternyata dikamar tersebut ada seorang perempuan sehingga membuat dirinya kaget dan panik..! Akhirnya  tanpa berfikir panjang Ibu Sunamya pun menyuruh untuk keluar terhadap perempuan tersebut dari kamar rumahnya dengan baik-baik, namun justru saudari Nuryami terduga pelaku tindakan penganiayaan tersebut atas dirinya tidak mau ketika disuruh keluar dari kamar rumahnya, malah membentak-bentak dan memaki dengan kata-kata yang tidak etika, bahkan Nuryami mencakar muka Sunamya korban dugaan penganiayaan, namun mengenai tangannya hingga mengalami luka cakar pada tangannya.

Pada waktu itu kejadian tersebut disaksikan oleh 4 orang saksi (Munas Khairul Anam, Supyono, Zainudin dan Istrinya) sambil mencoba menghelai atas tindakan arogansi saudari Nuryami pelaku yang memasuki kamar pribadi korban tanpa permisi, akhirnya pelaku pun keluar dan meninggalkan rumahnya.

Setelah kejadian tersebut atas saran keluarganya Ibu Sunamya pergi kerumah Bapak Bachrowi Kepala desa Padasan untuk melaporkan kejadian yang telah menimpa dirinya yang telah dilakukan oleh terduga Nuryami warga desa Sumberkalong kecamatan Wonosari, namun setelah sampai dirumah kades Padasan Ibu Sunamya kaget karena Nuryami juga datang dan sudah berada dirumah bapak kepala desa. Kedatangan terduga tersebut justru melaporkan dengan membalikan fakta bahwa Sunamya dan keluarganya lah yang telah melakukan pengeroyokan kepada terduga Nuryami, lagi-lagi didepan kades desa Padasan Nuryami dengan raut muka marah dan mencaci maki Ibu Sunamya dengan kata-kata yang tidak etika, kemudian Ibu Sunamya mengalah dan bergegas pulang setelah menerima saran dari Kades guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Sekitaran kurang lebih pada Jam 14:00 WIB dirumah kediaman Ibu Sunamya kedatangan 4 orang anggota Jajaran Reserse Polisi sektor kecamatan Pujer, salah satunya adalah kanit reskrim I Nengah Desi dengan mengendarai  mobil  patwal, sontak kedatangan anggota Polisi tersebut membuat Ibu Sunamya dan keluarganya kaget. 

Kedatangan anggota Polsek tersebut ternyata berkepentingan dan bertujuan menindak lanjuti dan mengklarifikasi atas laporan oleh Nuryami  bahwa Ibu Sunamya dan keluarganya katanya telah melakukan pengoroyokan pada dirinya dikediaman rumahnya. Kemudian Ibu Sunamya dan keluarganya membantah dan mengklarifikasi atas apa yang dilaporakan oleh Nuryami kepada pihak kepolisian bahwa apa yang dilaporkan Nuryami tentang dirinya tidak benar dan justru Nuryami lah yang melakukan aksi kekerasan dan mengganggu ketentraman rumahnya, setelah mendapat keterangan dari Ibu Sunamya dan keluarganya keempat orang anggota kepolisan kecamatan Pujer tersebut berpamitan untuk kembali kekantornya.

Berselang 4 hari setelah insiden dugaan penganiayaan yang telah terjadi pada dirinya, kemudian Ibu Sunamya mendapatkan panggilan dari pihak kepolisian melalui Handphone yang berisikan pemanggilan agar menghadap dan mendatangi kantor Polsek Pujer, pada waktu itu pemanggilan dilakukan pada malam hari, dan setelah keesokan harinya tanpa menunda waktu Ibu Sunamya dengan didampingi oleh 2 orang saksi mendatangi kantor Polisi Kecamatan Pujer. Setelah sunamya sampai dikantor polisi, disana juga sudah ada Nuryami.

polisi juga mandatangkan terduga pelaku penganiayaan Nuryami untuk dimediasi dengan Sunamya terduga korban penganiyaan, maka terjadilah proses dialogis antara Nuryami, Sunamya, dan 2 orang saksinya dengan dimediasi langsung oleh Bambang selaku Reskrim Polsek Pujer sebagai mediator sekaligus penyidik. Singkat kata ditengah proses mediasi dialog yang sangat alot kemudian Nuryami terduga pelaku penganiayaan memberikan tawaran jalan damai kepada Sunamya untuk mencabut laporanya dengan syarat korban membayar uang sebesar 30 juta rupiah, karena korban merasa tidak melakukan seperti apa yang telah dituduhkan atas laporannya kepolisi oleh Nuryami, akhirnya Sunamya dengan tegas menolak atas tawaran dari Nuryami, selesai lah mediasi tersebut tanpa menghasilkan titik temu dan jalan damai.

Setelah proses mediasi dan penyidikan selesai akhirnya Sunamya dan 2 orang saksi bergegas untuk pulang, namun sebelum keluar dari kantor Polisi Sunamya dipanggil untuk menghadap kembali bapak Bambang dan I Nega Desi, tanpa berfikir panjang menghadap lah  Sunamya beserta 2 orang saksi yang mendampinginya, ternyata setelah menghadap Sunamya diberikan arahan oleh pihak yang memanggill untuk melaporkan balik kepada pihak kepolisian tentang kejadian yang sebenarnya yakni tentang penganiayaan yang dilakukan oleh saudari Nuryami terduga pelaku penganiayaan, kemudian Sunamya mengikuti apa yang disarankan oleh pihak kepolisian, seketika itu juga korban melaporkan atas kejadian yang dialaminya dengan disertai melakukan proses Visum kepuskesmas Pujer sebagai alat bukti dalam melengkapi bukti tindak kekerasan tersebut yang juga dikuatkan oleh 2 orang saksi mata atas kejadian yang menimpa dirinya.

Selesai proses pelaporan tersebut akhirnya Sunamya beserta 2 orang saksinya pulang yang sebelumnya mendapatkan saran dari pihak kepolisian agar menunggu informasi tahap proses berikutnya yaitu proses penyelidikan lebih lanjut. Akhirnya pada hari Jumat tepatnya tanggal 2 Agustus 2016 turun lah surat dengan No. B/29/VII/2016 dari pihak Kepolsian Sektor Kecamatan Pujer kerumah kediaman Sunamya yang berisi seputar pemberitahuan perkembangan hasil penyelidikan tersebut yang pada waktu itu diantarkan oleh 2 orang anggota Kepolisian sektor Kecamatan pujer yakni bapak Bambang dan bapak Yoyok.

Setelah Sunamya dan keluarga melihat dan membaca tentang isi surat tersebut akhirnya sangat keberatan dan kecewa,  karena salah satu poin didalam  isi surat pemberitahuan terdapat  penjelasan yang menerangkan bahwa laporan perkara penganiayaan yang dilakukan oleh Nuryami tidak bisa diproses dan dilanjut (Red, Poin dua isi surat : Setelah dilakukan penyelidikan dan gelar perkara yang dilakukan oleh penyidik menyimpulkan bahwa perkara tersebut belum bisa ditindak lanjuti keproses penyelidikan karena belum terpenuhi unsur-unsur yang mengarah kepada penganiayaan), Sunamya dan keluarga heran dan ragu dengan hasil kesimpulan yang diberikan oleh pihak polsek Pujer yang tidak rasional didalam alasan isi suat tersebut, padahal alat bukti hasil visum dan 2 orang saksi mata telah membenarkan bahwa Sunamya telah mendapatkan perlakuan penganiayaan oleh saudari Nuryami.
Karena pihak korban merasa keberatan dan kecewa dari hasil penyelidikan oleh pihak kepolisian, akhirnya korban mengajukan keberatan tentang hasil penyelidikan tersebut, yang pada waktu itu didampingi oleh saudara Safwanul Umam (25) salah satu warga masyarakat Padasan yang juga merupakan tetangganya Sunamya. 

Lalu kemudian setelah Sunamya mendatangi kembali pihak kepolisian sektor kecamatan Pujer dan bertemu dengan  kanit Inega Desi dan anggotanya malah pihaknya menyuruh untuk mendatangi bapak Khuswono Aryanto salah satu KBO untuk meminta penjelasan terkait kasus tersebut. Pihaknya merasa dilempar kepada yang lain tanpa sebuah kejelasan sampai saat ini tentang keberatannya terhadap hasil kesimpulan yang ada didalam isi surat tersebut, keluwarga Ibu Sunamya akan terus memperjuangkan untuk menuntut keadilah hukum agar supaya kasus tersebut diproses sesuai dengan perundang-undangan yang ada. Kata Shafwanul Umam/Wawan, selaku pendamping Sunamya yang mendampingi Ibu Sunamya mengajukan keberatanya kepada Polsek Pujer. 

Dari hasil tersebut pihak korban merasa kecewa kepada kepolisian kecamatan Pujer karena jelas-jelas korban merasa dirugikan dengan kesimpulan hasil penyelidikan yang tidak dapat menindak lanjutii proses perkara tersebut padahal alat bukti hasil visum beserta 2 orang saksi telah membenarkan atas tindakan yang dilakukan Nuryami kepada dirinya tentang penganiayaan yang sempat melukai tangan dirinya dan Sunamya melaporkan kembali atas kejadian yang menimpanya tersebut berdasarkan saran pihak kepolisian. selain itu Nuryami juga telah mengganggu ketentraman  keluarganya yang datang tanpa permisi yang disertai dengan memaki-maki dan melakukan tindakan kekerasan kepada korban hingga membuat tangan korban terluka.

Dengan kondisi tersebut Sunamya meminta dan memohon kepada pihak Kapolres Bondowoso untuk mengintruksikan kepada polsek Pujer menindak lanjuti tentang persoalan yang telah dialaminya yang dilakukan oleh Nuryami Warga Desa Sumberkalong Kecamatan Wonosari kepadanya. (Arul JA).

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment