PMII Situbondo pertanyakan konsistensi PB PMII

JATIMAKTUAL, SITUBONDO,- Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Kabupaten Situbondo mempertanyakan konsistensi Pengurus Besar (PB PMII) yang di sinyalir lalai dalam menjalankan amanat dan tanggung jawab yang di embannya.

Berdasarkan pertemuan ketua cabang PMII se jawa timur dalam momentum resepsi pelantikan PKC Jawa Timur. Telah membahas beberapa hal yang berkaitan dengan kongres PB PMII, karena PB PMII Selama ini di nilai hanya mengulur- ngulur waktu dengan alasan yang kurang rasional.

Disampaikan dalam forum oleh ketua PB PMII, Aminuddin Ma'ruf, bahwasanya keterlambatan kongres di sebabkan pembangunan gedung kantor PB PMII yang masih dalam tahap perombakan, di jelaskan kembali bahwa pihaknya akan melaksanakan kongres pada tahun 2017 setelah pembangunan kantor berjalan jelasnya ketua umum PB PMII kepada forum.

Mendengar penjelasan ketua umum PB PMII salah satu Ketua cabang geram mendengarnya karena dinilai sangat tidak rasional jika kongres harus ditunda karena persoalan pembangunan. Menurut Anis Mukaddas. Sebelumnya PB PMII sering mendesak beberapa cabang untuk konfercab. Salah satunya PC PMII Banyuwangi yang waktu itu masih mau melaksanakan PKL.

"Sebagai organisasi yang berbasis kaderisasi, harusnya PB PMII lebih memperioritaskan kongres bukan masalah pembangunan. Meskipun pembangunan sudah tersedia tapi regenerasinya mandek,  percuma saja punya gedung mewah. Saya hanya ingin mengembalikan pernyataan PB PMII yang meminta sahabat-sahabati konsisten. Jika PB PMII sudah tidak konsisten, jangan salahkan kami sebagai anak akan meniru tingkah laku PB PMII sebagai bapak kami." ungkapnya.  

"Sebagai pimpinan yang baik harus mampu menjadi tauladan buat orang yang di pimpinnya, jangan hanya mampu memerintah tapi juga harus mampu memberikan contoh bagi orang yang di pimpinnya. Karena otoriter sudah bukan waktunya. Dan pemimpin yang baik itu adalah pemimpin yang mampu memberikan contoh terhadap yang di pimpinnya". Terang Ketua Cabang Situbondo.

Kebijakan PB PMII yang dinilai tidak arif itu mengakibatkan banyak cabang yang merasa terdiskriminasi, sebab kebijakan yang diambil oleh PB PMII sangat tidak berpihak terhadap cabang-cabang yang ada di jawa timur. "Maka  dari itu, saya yang menjadi bagian dari jawa timur berharap kepada  seluruh  cabang se jawa timur untuk secara proaktif meminta  PB PMII harus melaksanakan kongres sesuai dengan masa khidmadnya dan saya akan membuktikan bahwa Jawa Timur bukan hanya sekedar basis Ideologi akan tetapi juga menjadi patron gerakan yang harus oleh Cabang Cabang di luar Jawa Timur". imbuhnya kepada wartawan jatim aktual 

Menurut pengakuan salah satu pengurus PC PMII Banyuwangi bahwa pihaknya memang di paksa untuk segera melakukan Konferensi dengan dalih masa khidmat yang sudah habis. Bahkan sempat di paksa dengan alasan proses regenerasi yang akan mandek. "Meskipun persiapan yang dimiliki tidak matang akhirnya terpaksa kami harus  melaksanakan konfercab dengan segala keterbatasan pengurus cabang". terang pengurus cabang yang enggan disebutkan namanya ( ach. Hasan )

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment