PENA PERLAWANAN PEMBONGKAR KETIMPANGAN SOSIAL BANGSA INDONESIA

 JATIMAKTUAL, ESAI,- Kata "Pena" merupakan penamaan untuk menandakan sebuah nama alat tulis yang digunakan seseorang dalam mengejawantahkan hasil produksi pikiran dan perasaan. Pena telah ikut serta merekam peristiwa penting kehidupan, melalui pena lah kejadian-kejadian yang ditulis dan diikat, sehingga manusia tidak begitu lupa dengan berjalannya sebuah peristiwa kehidupan setiap harinya baik berupa peristiwa, berita, mau pun pengetahuan yang baru terjadi.

Melawan adalah sikap ilmiah manusia dari serangan lawan. Melawan ketidak adilan, kepalsuan, kebohongan,kebodohan, dan melawan segala bentuk penindasan.

Masih ingatkah perlawanan kaum kiri dengan buku-buku merahnya yang diblokade dan dimusnahkan massal oleh pemerintah diktator Negara orde baru di era-tahun tujuh puluan. Buku perlawanan buah karya pikiran dan pena yang didekasikan buat para penindas dan masyarakat luas agar mereka sadar akan tindakannya yang makar terhadap esensi kehidupan. Hidup bukanlah seleksi alam, namun sebaliknya fungsi alam yang saling melengkapi antara satu dengan yang lain, karena itu lah perlu menyuarakan kehidupan.

Pena perlawanan dapat digunakan setiap orang untuk melukiskan keadaan perang dalam kehidupan, melukiskan segala macam bentuk penindasan, diskriminasi, kesenjangan sosial bahkan tindakan kejahatan secara verbal yang dilakukan oleh orang-orang dzolim ditengah-tengah kehidupan sosial masyarakat luas. Perlawanan akan diukir oleh sejarah yang ditulis secara alamiah tanpa intervensi kekuasaan dan nalar kepalsuan. 

Jadi setiap orang perlu bersuara, mengkomunikasikan kehidupan secara bebas tanpa bayang-bayang kehidupan orang lain. Generasi berikutnya akan membaca buah pena perlawanan setiap orang dalam melawan misteri kehidupan, dari pena ini lah hidup akan merdeka dari budak-budak kehidupan baik yang diciptakan dirinya mau pun ciptaan orang lain.

Pena perlawanan akan mempertemukan jalinan pikiran dan perasaan dari perbudakan, disinilah lingkar simpati dan empati setiap orang akan ditemukan. Antara siterjajah dan pemegang pena perlawanan akan saling berbagi informasi kehidupan sehingga saling memberikan data-data penting tentang kehidupan, semakin data kehidupan tertulis oleh pena perlawanan maka sebuah peristiwa tersebut akan semakin terungkap sehingga mereka akan semakin sadar akan indahnya berjuang bersama melawan kekejaman dan ketidak pastian dalam kehidupan.

Berbicara konteks persoalan kekinian telah banyak ketimpangan-ketimpangan untuk ditulis dengan pena perlawanan agar halayak masyarakat luas mengetahui tentang adanya persoalan-persoalan yang terjadi disekitar kita, diantaranya adalah harga ekonomi hasil pertanian para kaum petani yang tidak bisa lepas dari permainan harga oleh tengkulak-tengkulak cina, pasar modern yang berjejaring yang telah mengganggu stabilitas usaha pasar tradisional dan banyak mematikan pedagang kelontongan, sengketa tanah masyarakat sipil dan pemerintah, banyaknya persoalan ketidak transparanan pengelolaan Dana Desa oleh pemerintah desa yang berpotensi penyelewengan dan korupsi penggunanya, ketidak adilan hukum, suap, dan mafia hukum seperti yang sering kita lihat di media-media, ini perlu kita tulis untuk di ungkap dengan Pena Perlawanan agar jurang pemisah atau titik kesenjangan persoalan dan kebenaran dapat diketahui oleh khalayak ramai yang nantinya akan membuahkan hasil dan mempercepat penanganan tantangan solusi dari berbagai hal persoalan yang telah terjadi ditengah-tengah kehidupan sosial masyarakat. 

Sebuah Refleksi di Kota Lumajang 
Oleh Dasuki Aufklarunk 
Dosen Fakultas Tarbiyah IAIN Jember, 
Minggu 04/9/2016. (Arul JA).

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment