PC PMII Bondowoso: Pemkab Bondowoso Harus Serius Mengawal Pembongkaran Warem di Berbagai Titik.

JATIMAKTUAL, BONDOWOSO,- (26/09/16) Pasca kasus Pembunuhan terhadap PSK(YN) oleh Misbah di Warung remang remang(Warem) milik Karyadi yang berada di Desa Koncer Kecamatan Tenggarang Bondowoso beberapa waktu lalu, pagi tadi dilakukan pembongkaran. hal itu dilakukan atas dasar hasil rapat tiga pilar Kec. Tenggarang serta keresahan masyarakat sekitar.

Pembongkaran dilakukan tepat pukul 13:00 oleh Babinsa, Babinkamtibmas, perangkat Desa, Satpol PP dan PC PMII Bondowoso.

Ketua PC PMII Bondowoso, Moh. Fathollah menjelaskan, keterlibatan PMII dalam pembongkaran tersebut, tidak lain agar Bondowoso benar-benar bersih dari Lokalisasi dan dampaknya, baik dampak sosial maupun kesehatan terhadap masyarakat sekitar.

Lebih lanjut Pengurus organisasi Struktural itu berharap agar Lokalisasi /Warung Remang-remang di Bondowoso betul-betul ditertibkan oleh Pemkab. Serta Nantinya, Pemerintah bisa menampung usaha-usaha masyarakat secara mandiri tanpa kemaksiatan.

"Pemkab Bondowoso harus betul betul serius dalam menertibkan warem yang berada di kab. Bondowoso. tidak hanya di koncer saja, tapi harus mampu menjangkau beberapa tempat yang disinyalir juga ditempati praktek praktrk maksiat" tegas Fathollah saat ditemuai di lokasi pembongkaran.

Disamping itu Petugas juga melakukan pembongkaran di dua titik yang berjajar dengan lokasi pembunuhan yang juga di duga merupakan warem. yakni milik Dul Baki(tengah) dan Bapak Selamet(utara). kemudian membakar kasur yang di gunakan sebagai alas praktek seksual karena khawatir menyisakan bibit penyakit.

Kades Kencor, Musawir menjelaskan, "kita melakukan pembongkaran hanya bongkar kamar kamarnya saja dan di depan kita beri lubang, agar memberikan penjelasan kepada masyarakat bahwa tempat ini tidak mencurigakan lagi." ungkapnya.

" sebenarnya pak karyadi tidak hanya memiliki warem, dia juga mempunyai usaha rias pengantin yang hari ini risih di dengar oleh masyarakat mengingat usahanya biasa dikenal dengan usaha rias bu ri." 

Sehingga pihaknya berharap pak karyadi dan dua pemilik warem lainnya benar benar insaf dan menjawab keresahan masyarakat. dengan begitu pihak kades siap membantu mempromosikan usaha rias pengantin yang sudah dijalankan serta memperbaiki image yang sebelumnya masyarakat merasa risih untuk memakai jasa usaha tersebut karena dikenal dengan sebutan rias pengantin bu ri. pak kades juga siap melibatkan tiga pemilik warem untuk terlibat di swakelola desa.

"kita siap mempromosikan usaha milik pak karyadi dan siap memperbaiki image yang dikenal masyarakat tidak baik. asal pak karyadi benar benar insyaf dan benar benar memperbaiki diri" ujar beliau.

Kapolres Bondowoso, AKBP. Afrizal menjelaskan, bahwa pihaknya memang dari dulu sudah mendesak untuk melakukan pembongkaran warem. yang kebetulan beberapa waktu sebelumnya sempat terjadi pembunuhan di warem itu, sehingga saat ini warem tersebut dilakukan pembongkaran.

"kita dari dulu sudah mendesak warem ini untuk segera di bongkar karena tempat ini benar benar meresahkan masyarakat" ujar afrizal saat di temui di lokasi pembongkaran.

Beliau juga menyampaikan bahwa, warem tersebut tidak mempunyai izin yang sah dan PSKnya merupakan PSK liar. 

Sehingga kapolres berharap kerjasama dari berbagai lapisan masyarakat untuk menginformasikan  jika terdapat praktek prostitusi di wilayah tempat tinggalnya, mengingat prostitusi tersebut juga merupakan jaringan.

"Prostitusi ini merupakan jaringan, dan saya yakin tidak hanya di tempat ini. jadi saya berharap kerjasama masyarakat untuk menginformasikan jika ada tempat tempat yang digunakan sebagai praktek prostitusi" tegasnya.

Setelah selesai pembongkaran, tempat itu akan dijadikan gudang tempat alat alat rias pengantin milik pak karyadi.(Afif)

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment