Kasat Reskrim Akui Ketidak Tahuan Aktivitas Pertambangan, Saat disoal kembali Oleh PMII Pasca Penutupan.

JATIMAKTUAL, SITUBONDO,- Maraknya aktivitas pertambangan ilegal  mining yang tak kunjung mendapat penanganan yang tepat membuat beberapa pihak resah terhadap keadaan tersebut, lalu lalangnya dam truck pertambangan menjadi pertanyaan besar bagi banyak kalangan, kondisi yang demikian ini  kembali mengundang pertanyaan dari aktivis PC PMII kabupaten situbondo yang memang mengkawal dari sebelum-sebelumnya. 

Menurut pantauan jatim aktual. PC PMII situbondo sudah 3 kali mendatangi kasat reskrim. Dua kali sebelumnya kasat reskrim menyampaikan bahwa pihaknya sudah melakukan penutupan aktivitas pertambangan dari ujung barat sampai timur. 

Dalam eksekusi penutupannya sudah di tandai dengan papan nama yang bertuliskan dilarang melakukan aktivitas pertambangan.

Namun dalam pertemuan ketiganya kasat reskrim AKP I gede lila buana arta menjelaskan bahwa pihaknya sudah melakukan eksekusi seperti yang di sampaikan sebelumnya. Di akui pula bahwa setelah pasca penutupan tidak ada kontrol kembali ke lapangan. Untuk memastikan para penambang benar-benar berhenti atau masih beraktivitas.

Menurut informasi yang dihimpun jatimaktual.com AKP Gede Lila Buana Arta juga kesulitan dalam menentukan langkah, karena banyak hal yang harus di pertimbangkan dalam mengeksekusi pertambangan. Baginya kejadian penyitaan alat-alat berat menjadi pertimbangan yang sangat berat. Karena sebelumnya pernah dilakukan akan tetapi setelah dilakukan alatnya pun harus di kembalikan kepada yang punya, hal itu terjadi karena berkasnya di tolak oleh kejaksaan.

Tak kalah pentingnya kasat yang akrab di panggil gede ini menyampaikan cara kerja yang tepat bagi kepolisian, demi menjaga penilaian-penilaian miring atau pun isu yang akan di bangun oleh berbagai pihak. Baginya harus ada planing yang matang untuk melakukan penyitaan atau pun memberikan garis polisi line.

Menurut ani mukaddas. Bahwa pihaknya sudah mulai mempunyai kecurigaan dengan pihak kepolisian, karena di sinyalir kurang tegas dalam melakukan penutupan, dum truck yang sering berkluyuran di jalanan, jelas menjadi salah satu indikator kami untuk mengetahui apakah aktivitas pertambangan ilegal sudah di tutup atau di tutup tutupi.

Akan tetapi tidak hanya dengan indikator itu saja untuk mengetahui aktivitas pertambangan yang masih beroperasi, namun sebelumnya sahabat-sahabati sudah melakukan observasi langsung kelapangan untuk memastikan bahwa tambang sudah ditutup. Dalam observasi yang kami lakukan ternyata ada beberapa titik salah satunya: di talempong, tembus dan banyuputih  yang sampai hari ini masih berjalan. Bahkan lebih parahnya, para penambang sekarang sudah lebih berani dari pada sebelum-sebelumnya, karena penambang sekarang berani melakukan operasi di malam hari, hal ini jelas menjadi salah satu akibat dari penutupan tambang yang dilakukan terlalu kaku. 

Apalah jadinya jika aktivitas pertambangan itu hanya di tutup dengan papan nama yang berukuran 100X100 ini kan tidak jauh berbeda dengan orang menutup nasi dalam dapur, seharusnya Kapolres lebih seriuslah menutup tambang, karena saya kira banyak cara untuk mengeksekusinya, dan minimal polres itu melakukan penutupan dengan memasang garis polici line. Dan garis police line itu adalah salah satu dari isi tuntutan kami dalam menertibkan aktivitas pertambangan.

jika aparat penegak hukum mampu menjerat orang miskin dengan hukum. Kenapa harus berkata tidak untuk para pelaku pertambangan, sudah jelas- jelas yang dilakukan mereka itu melanggar hukum, dan siapapun yang melanggar hukum iya  harus di jerat sesuai dengan apa yang telah di perbuatnya, jika pemerintah dan penegak hukum membiarkan hal ini terjadi, berarti pemerintah kita sudah mendidik kita untuk menjadi maling imbuhnya ketua umum PC PMII situbondo

Salah satu pengurus cabang yang sudah tidak sabar melihat kondisi di lapang dan dampak yang di akibatkan oleh pertambangan baik dampak sosial, lingkungan atau eko system alam. Dia langsung menyampaikan bahwa jika kapolres tidak segera melakukan penutupan secepatnya, maka jangan salahkan kami pengurus cabang jika di kemudian hari melakukan aksi demonstrasi setiap hari, pungkasnya kepada wartawan jatim aktual ( Ach. Hasan )

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment