Diskusi: Lakukan Perlawanan Menolak Tambang dan Haul Salim Kancil.

JATIMAKTUAL, JEMBER,- (30/09/16) Gerakan Tolak Tambang Jember mengadakan Silaturahim dan Haul Salim Kancil. Acara ini diinisiasi oleh Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Jember bekerjasama dengan beberapa elemen penolak tambang. Diantaranya LDNU Jember, KAPPALA Indonesia, FKNSDA Jember, PRNU Jember, Formasi Jember, dan perwakilan dari PKC PMII Jawa Timur sahabat Nur Wahid. 

Acara yang ditempatkan di gedung PCNU Jember ini dihadiri oleh sahabat-sahabat PMII Jember, dan masyrakat Silo dan Paseban yang sama-sama memiliki misi bergerak bersama menolak tambang.
Tidak hanya silaturrahim belaka, tetapi dalam acara itu juga diskusi mendalam menyatukan gerakan untuk menolak tambang di kabupaten Jember. 

Hadir menjadi pemantik dari diskusi dan kajian bersama yaitu, Holili dari LDNU Jember, Giri dari KAPPALA Indonesia, H. Isbar dari masyrakat Silo dan perwakilan dari lembaga lain.

Dari sisi agama Holili berpendapat bahwa tambang kalau dari sisi agama sudah selayaknya ditolak sampai ke akar rumputnya. "Agama melihat bahwa eksplorasi tambang sudah keluar dari keadilan dan kemaslahatan. Setelah diketahui bersama tambang saat ini lebih banyak mafsadahnya ketimbang maslahat. Tambang akan memicu perusakan lingkungan yang akan berdampak musibah bagi masyrakat sekitar." Ungkapnya.

Diskusi yang mengangkat tema "Bergerak bersama Melawan Geriliya Industri Ekstraktif". Bertujuan untuk menyatukan gerakan dalam hal ini PMII menjadi mediator bagi masyrakat Silo dan Paseban untuk melawan pemerintah dan pemodal yang akan melakukan pertambangan.

HJ. Isbar Masyarakat silo juga mengatakan bahwa persoalan tambang sudah dari dulu dan sudah disikapi bersama tetapi tetap saja pertambangan berjalan. Dia berterimakasih kepada PC PMII yang telah menfasilitasi masyarakat untuk melakukan gerakan bersama untuk menolak tambang.

Didaerah Jember, sedikitnya ada dua wilayah yang memiliki potensi tambang yang mulai dilirik oleh penambang. Yaitu di Silo dan Paseban yang menyebabkan Salim Kancil terbunuh. Beberapa bulan yang lalu PC PMII sudah melakukan aksi untuk menolak perizinan tambang yang tinggal menunggu restu dari bupati Jember.

Selain diskusi untuk perlawanan bersama, acara itu juga memperingati Haul Salim Kancil yang diisi dengan pembacaan Yasin dan Tahlil bersama. (azz)

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment