Izin Rumah Makan dibiarkan Liar Jadi Tempat Karaoke, Dispenda Tak Tau, Penegak Perda Kemana?

JATIMAKTUAL, PAMEKASAN,- Rumah Makan Barokah yang saat ini menjadi Terang Bulan (Tempat Karaoke) dan menyalahi aturan ternyata masih dibiarkan liar oleh pihak penegak Perda, padahal beberapa bulan sebelumnya saat jatimaktual.com mencoba mengkonfirmasikan terkait pelanggaran tersebut kepada pihak KPPT, pihaknya sudah berjanji akan segera melakukan sidak kelokasi, namun faktanya hingga saat ini malah semakin liar.

Entah bagaimana nasib Icon Gerbang salam di kabupaten Pamekasan apabila hal yang jelas-jelas dilanggar masih dibiarkan liar beroperasi. apalagi tempat yang berizin warung makan tersebut sudah dialih fungsikan menjadi Tempat hiburan karaoke yang di warnai minuman keras, bahkan beberapa sumber menjelaskan, TB itu memang sudah menyediakan minuman keras.
" kalau di TB itu bukan rumah makan lagi, disana dijadikan tenpat hiburan yang mayoritas pemandu karaokenya berbusana vulgar, yang lebih parah lagi tempat itu dijadikan markas minuman keras, dan disana ada sebuah tempat yang memang dijadikan tempat minuman keras," tutur salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Bahkan pihak Dispenda Kabupaten Pamekasan mengaku tidak tahu kalau rumah makan tersebut sudah dialih fungsikan, " saya tidak tau kalau di Barokah (TB) itu adalah tempat hiburan Karaoke, dan dari Pihak satpol PP dan KPPT tidak ada tembusan terkait hal itu, sehingga kami hanya menagih pajak rumah makannya." tegas Agus Mulyadi selaku Kepala Dispenda Kabupaten Pamekasan saat ditemui sejumlah Aktivis Mahasiswa.
Mengingat beberapa kegiatan sebelumnya yang dinilai mencederai Icon Gerbang salam, nampaknya menjadi atensi sejumlah elemen untuk membubarkan, namun ketika terjadi kasus yang lebih parah, seolah semuanya bungkam, bahkan penegak perdapun seakan tidak berfungsi sebagaimana tupoksinya. Padahal, berbicara penggiat Kota Gerbang Salam, dipamekasan ada FPI, MUI, AUMA, FKM, dan sejumlah ormas islam lainnya yang masih aktif menyuarakan Gerbang Salam.

Hingga berita ini diturunkan, masih menunggu respon dan aksi nyata dari pihak terkait. (Muhri)

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment