Serapan APBD Selama Tiga Tahun Dinilai Minim, Aktivis Gerakan Demo Bupati Pamekasan.

JATIMAKTUAL, PAMEKASAN,- Sejumlah Massa Gabungan tiga lembaga yakni Gerakan Solidaritas Muda Pamekasan, Barisan Mahasiswa Merdeka(BMM), dan Gerakan Pemuda Ronggo Sukowati(GPRS) Gelar Aksi Ke Pendopo Bupati Pamekasan Madura Jawa Timur, rabu (31/8/16) menuntut Bupati Pamekasan transpransi terkait serapan APBD selama 3 tahun yang dinilai minim 'Gagal'

Versi mereka selama tiga tahun trakhir penyerapan anggaran di kabupaten pamekasan cukup memperihatinkan. terhitung sejak 2014 serapan anggaran Pemkab pamekasan terindikasi dan terkesan lumayan rendah, dan ini menjadi PR besar bagi pemerintah pusat untuk kemudian mampu memaksimalkan anggaran yang sudah di sajikan pemerintah pusat untuk pemkab pamekasan.

Sedangkan Pada tahun 2014 serapan anggaran pemkab pamekasan hanya mencapai 70% dan pada tahun 2015 sedikit membaik sampai mencapai 87% namun sepertinya tradisi lemahnya serapan anggaran pada kepemimpinan saat ini masih akan berlanjut di tahun 2016 hal ini di perkuat atas realisasi serapan anggaran pada semester pertama tahun 2016 yang hanya sekitar 33, 82%.
Halili mental ketum GSM menyatakan bahwa pihaknya meminta dengan tegas agar penyerapan anggaran pemkab pamekasan benar- benar di sesuaikan dengan topoksinya, dan harus jelas dan transparan sehingga tidak ada yang merasa dirugikan, baik Negara maupun Masyarakat.

"kami ke sini, untuk meminta pejelasan se akurat mungkin biar nantinya tidak timbul prasangka negatif, khususnya masyarakat pamekasan yang juga ingin tahu seberapa besar akumolasi penyerapan anggaran tersebut". Ungkap Halili.

Sementara itu, Suja'i selaku ketum BMM Menambahkan bahwa selaku pemuda pamekasan ingin melihat Bagaimana Kabupaten Pamekasan lebih maju dan masyarakat merasa tentram berkat program pemerintah yang sudah luar biasa.

" sekarang serapan APBD hanya sekitar 33, 82%. Apakah hal ini tidak berdampak negatif terhadap pembangunan Pemkab pamekasan". Tandasnya.

Hingga berita ini diturunkan Aksi tersebut sempat memanas, pasalnya Bupati tidak menemui paserta Aksi, akhirnya mereka mencoba menerobos namun oleh pihak aparat dimediasi agar bisa diselesaikan dalam forum. Sehingga dengan kesepakatan semua delegasi yang tergabung, kedua pihak antara Peserta aksi dengan Pemerintah Daerah dipertemukan di Ruang Sidang. (Muhri)

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment