PERBANKAN SYARIAH MENUJU PEREKONOMIAN YANG ADIL DAN MAKMUR

JATIMAKTUAL, SEPUTAR KAMPUS,- Himpunan Mahasiswa Prodi D-III Perbankan Syariah UIN Ar-Raniry Banda Aceh, sukses mengadakan Studium General dalam rangaka Menyambut Konversi Operasional Bank Pertama Di Indonesia yang bertemakan "Perbankan Syariah Menuju Perekonomian yang Adil dan Makmur" di Ruang Teater UIN Ar-Raniry.

Dalam kegiatan Ini menghadirkan langsung praktisi Perbankan Syariah, yaitu. T. Hanansyah (Direktur Utama PD BPR Mustaqim Sukamakmur) dan Angkasa Juned (Pimpinan Asuransi Syariah Keluarga Indonesia / ASYKI). Ketua HMP D-III Perbankan Syariah.

Rahmat Aulia dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih kepada pemateri yang bersedia mengisi kuliah umum dalam kegiatan tersebut "Terima kasih kami ucapkan kepada pemateri
yang bersedia hadir dan mengisi kuliah umum dalam kegiatan kali ini, juga rasa terima kasih kami ucapkan kepada peserta yang telah berhadir, kalian
semua adalah orang pilihan yang masih diringankan langkah untuk mencari ilmu walaupun masih dalam suasana libur, dan sungguh di sayangkan kepada mereka yang mengabaikan kesempatan ini" ujar Rahmat Aulia.

Kegiatan ini juga turut dihadiri oleh wakil dekan III FEBI Syahminan, dan menyampaikan sambutannya "Orang yang baik adalah orang yang bermanfaat bagi orang lain, dan salah satu orang yang memberikan manfaat adalah seperti panitia penyelenggara yang siap dan sigap dalam mengadakan kuliah umum untuk membagi informasi dan ilmu kepada sesama" ucap Syahminan dalam sambutannya.

Kuliah pertama diisi oleh pak Angkasa Juned yang berisikan tentang persoalan konversi bank pertama di Indonesia "ada beberapa hal yang menjadi
alasan pemerintah aceh mengkonversikan bank daerah konvensional menjadi syariah, salah satunya adalah Spin Off antara bank konvensional dengan bank syariah yang menjadi peraturan di OJK, oleh karena demikian pemerintah aceh
lebih memilih untuk mengkonversikan bank daerah yang konvensional menjadi
syariah" Ujarnya. 

Beliau juga turut menyampaikan kenapa ekonomi Indonesia terus hari terus menurun "Ekonomi di Indonesia yang tiap harinya mengalami pasang surut itu dikarenakan sikap masyarakat dan pemerintah Indonesia sendiri, dimana banyak orang yang hebat dan pintar di abaikan sehingga
menjadi bodoh, dan ini berbalik lagi dengan dunia barat, yang mencari orang bodoh untuk di didik menjadi pintar" sambungnya.

Hal serupa juga disampaikan oleh Hanansyah yang menjadi pemateri kedua, dengan materi tentang perekonomian yang adil dan makmur "Masyarakat pada saat ini terus berfikir tentang mencari dan mencari kerja, tanpa berfikir untuk menambah lapangan pekerjaan, oleh karena demikian maka timbullah rasa ketidakpercayaan masyarakat kepada pemerintah karena peluang pekerjaan yang
terbatas" ujar Hanansyah. 

Bahkan pihaknya juga sempat memberikan tips kepada peserta tentang bagaimana untuk memperoleh pekerjaan, juga ditambah
motivasi dengan pengalaman unik beliau.

Kedua pemateri ini juga di dampingi oleh moderator yang juga alumni dari D-III Perbankan Syariah, Khadafisyah, Amd. (Fauzi)

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment