ENGKAU MENDIDIKKU, AYAH!

JATIMAKTUAL, RENUNGAN,- Ayah, tak lain adalah orang tua laki-laki bagi seorang anak. Ayah juga tergantung pada hubungannya dengan sang anak, baik itu Ayah kandung (secara biologis) maupun Ayah angkat. Dalam kehidupan ini, Kita sudah pasti sering mendengar besarnya peran ibu dalam mendidik anak. Demikian banyaknya sehingga banyak orang yang berpikir bahwa peran ayah dalam mendidik anak itu hampir-hampir tidak penting. Tapi tahukah Anda bahwa Al-Qur’an justru banyak bertutur kepada kita akan arti penting para ayah dalam membesarkan dan mendidik anak? Kitab Allah ini malah sedikit saja menceritakan peran ibu dalam pendidikan anak-anak mereka.

Surat yang begitu gamblang menuturkan kedudukan ayah dalam pendidikan anak adalah surat Luqman. Nama surat ini diambil dari nama seorang shaleh, Luqman al-Hakim, hamba Allah yang berkulit hitam yang begitu taqwa. Dalam surat itu Allah merekam nasihat Luqman kepada putranya mulai masalah akidah, berbakti pada orang tua, amar ma’ruf nahi mungkar, kesabaran, ibadah dan adab-adab mulia. Semuanya tercantum dari ayat 13 hingga 19. Di antaranya:
“dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kedzaliman yang besar”.(QS. Luqman: 13)
Al-Qur’an juga menuturkan ulang kepada kita tausyiah yang diberikan Nabi Ya’qub as. di saat akhir hayatnya kepada putra-putranya. Beliau bertanya tentang keimanan mereka jika ayah mereka wafat.

Adakah kamu hadir ketika Ya’qub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya,
“Apa yang kamu sembah sepeninggalku?” mereka menjawab: “Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishaq, (yaitu) Tuhan yang Maha Esa dan Kami hanya tunduk patuh kepada-Nya”.(QS. al-Baqarah: 133).
Ada pula rekaman dialog antara Nabi Ibrahim as. dengan putranya Ismail as., saat Allah SWT. memerintahkan Nabi Ibrahim untuk menyembelih putranya.

Besarnya pengaruh ayah bagi anak-anak juga dapat kita baca dalam kisah kehidupan Nabi Luth as. dan kedua putrinya. Meski ibu mereka berseberangan dengan Nabi Luth as. akan tetapi kedua putri Luth justru memilih untuk tetap mengikuti ajaran ayah mereka. Ini adalah gambaran pengaruh ayah dapat demikian besar terhadap kepribadian anak. Tidak kalah besarnya dengan pengaruh seorang ibu.

Berkaca dari kisah-kisah dalam Al-Qur’an di atas, maka tidaklah pada tempatnya bila para ayah kemudian ber-lepas tangan dari amal mendidik anak. Karena Al-Qur’an sudah begitu jelas menceritakan peran sejumlah ayah dalam pendidikan anak. Sudah seharusnya para ayah juga ikut bekerja keras dalam mendidik anak, menanamkan ajaran agama kepada mereka dan menjadi teladan bagi mereka. Ikutilah jejak para ayah yang shaleh dalam Al-Qur’an.

Poetra Tunggal : Dari beberapa sumber

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment