Polemik SPM di RSU Abdurahem, Belum Tuntas, Aktivis Gerakan Turut Mengkawal.

JATIMAKTUAL, SITUBONDO,- Persoalan surat pernyataan miskin yang di kelola oleh rumah sakit umum abdurahem situbondo yang disinyalir mengalami pembengkakan sampai detik ini masih belom jelas cara penyelesaiannya. 

Padahal hal, itu sangat membutuhkan penyelesaiaan yang cepat dan tepat mengingat Manfaatnya terhadap masyarakat yang cukup besar.
  
Berbagai upaya yang di lakukan  oleh pansus yang di bentuk oleh DPRD Situbondo, namun tetap saja belum ada yang terselesaikan. 

Kondisi yang demikian menggugah para warga pergerakan untuk  bergegas dan mengambil sikap dengan cara  melakukan audensi dengan pihak rumah sakit.

Audensi yang di Rencanakan pada hari rabu 20/07/2016.  Jam 11:00 wib, Masih belum terlaksana. 

Hal ini terjadi karena pihak rumah sakit yang kurang begitu menghiraukan terhadap keinginan dan waktu audensi yang telah di tentukan oleh pengurus cabang pergerakan mahasiswa islam indonesia (PMII) kabupaten Situbondo.

Sahabat anis menyampaikan bahwa pihaknya telah mendatangi rumah sakit pada waktu yang telah di tentukan seperti yang terterah diatas. Dan Sebelumnya secara lisan pun juga telah di sampaikan kepada Bapak Imam selaku kepala TU bahwa dia tidak akan mengundur waktu yang telah di sepakati oleh sahabat.
 

"Bagi kami sebenarnya tak ada alasan pihak  rumah sakit untuk menunda audensi kami karna pada tanggal 18/07/16 kami telah melayangkan surat pemberitahuan audensi dan surat permohonan data spm. " ungkapnya.

"Dengan caranya rumah sakit yang tidak menghiraukan audensi kami. Malah dugaan kami bertambah kuat akan ketidak beresan yang ada dirumah sakit. di tambah lagi dengan pernyataan petugas rumah sakit yang menyatakan bahwa data spm itu adalah datanya pasien bukan data rumah sakit". Tandasnya kepada jatimaktual.com. (Ach. Hasan/JA)

Respon Pembaca.