Dana Desa diduga di Sunat, Ketua Perkasa Membantah.

Sumber Foto Ilustrasi. tatabuananews.com
JATIMAKTUAL, PAMEKASAN,- Indikasi adanya pencairan ADD/DD secara kolektif dan Dipangkas, nampaknya dapat bantahan dari Kepala Desa Mapper Proppo, Mohammad Ridwan, yang sekaligus menjabat sebagai Ketua Persatuan Kepala Desa Se Kabupaten Pamekasan (Perkasa).

Menurut Mohammad Ridwan, Pencairan ADD/DD tersebut memang hasil kesepakatan semua Kepala Desa di Kecamatan Proppo untuk diletakkan di Kediamannya. Namun bukan berarti dicairkan kepada satu orang, pada saat pencairan tersebut, semua kepala Desa dan Bendahara masing-masing yang menerima Dana tersebut, sementara itu dari pihak Bank Jatim yang menyerahkan langsung kepada pihak penerima didampingi aparat kepolisian, sehingga tidak yang perlu dicurigai.

"Dugaan pemangkasan itu tidak bener, kami sama sekali tidak memotong, semua kepala Desa menitip uang pajak Penghasilan (PPh) sebanyak 10%, namun apabila Dana tersebut yang digunakan untuk pembayaran pajak masih ada sisa maka akan dikembalikan kepada Desa masing-masing, dimasukkan lagi ke Rek. Kas Desa." ungkapnya saat dikonfirmasi jatimaktual.com.

Informasi yang dihimpun jatimaktual.com pencairan Dana desa di 27 Desa se Kecamatan Proppo tersebut adalah tahap pertama dengan nilai, sebesar Rp. 10, 4 miliar, dan besaran Dana titipan yang menurut Ketua perkasa untuk uang pajak penghasilan sebesar Rp. 1 miliar 40 juta.

Hingga berita ini diturunkan, masih belum ada keterangan lanjutan dari pihak Polres Pamekasan, terkait hasil perkembangan pemeriksaan. (Muhri)

Respon Pembaca.