Mahasiswa Tuntut UIN Ar-Raniry Putuskan Kerja Sama dengan Bank Konvensional

JATIMAKTUAL, SEPUTAR KAMPUS,- Nuansa Syariat Islam seakan pudar di ruang lingkup UIN dengan kecerobohan pihak-pihak tertentu “Rektorat” UIN sendiri yang ceroboh melakukan kerja sama dengan Bank Ribawi “Konvensional”. Pihak Rektorat telah melakukan kerja sama dengan Bank Mandiri (Kovensional), hal ini sangat memperburuk citra UIN yang penuh dengan Nuansa Islami. Logika sederhana berpikir “masa iya Kampus Islam yang kegiatan sehari-harinya melakukan belajar mengajar tentang syariat Islam Melakukan kerja sama dengan Bank Konvensional (Mandiri)” yang semua kita tau “kehalalan” sangat diragukan.

Mahasiswa juga sangat resah dengan kerja sama ini, selain memperburuk citra UIN yang bernuansa Islami, Bank Mandiri juga telah membuktikan bahwa mereka tidak mampu memberikan pelayanan yang memuaskan terhadap mahasiswa.
Bank yang selama ini kita kenal dengan Bank Yang Besar yang mempunyai asset di seluruh Indonesia tidak bisa membuktikan pelayanan yang memuaskan kepada Mahasiswa UIN Ar-Raniry, Mulai dari pelayanan Pembayaran SPP yang berbelit-belit bahkan KTM pun tidak mampu mereka keluarkan sesuai dengan kesepakatan yang telah di tandangani. Hal sekecil itu saja tidak mampu mereka urus apalagi permasalahan yang lebih besar kedepannya.

Proses pembuatan KTM yang terlalu lama prosesnya juga tidak mampu memberikan kepuasan terhadap Mahasiswa, mahasiswa merasa sangat terzalimi dengan ulah pihak-pihak tertentu yang telah melakukan kerja sama ini, apalagi pada saat proses pembuatan KTM juga terjadi “Pungli” di kalangan Mahasiswa dengan kedok pemasangan Foto dan Indentitas Mahasiswa di KTM tersebut, hal ini sangat bertolak belakang dengan realita yang terjadi dilapangan. KTM mahasiswa di keluarkan dengan seadanya, dengan sesuka hati pihak tersebut tanpa ada pemasangan foto dan Indentitas mahasiswa.
Kekecewaan Mahasiswa terus menonjol disebabkan pihak “Rektorat” dan “Bank Mandiri” tidak mampu menjelaskan kepada mahasiswa apa yang sebenarnya terjadi dalam proses kerja sama ini,  apakah ulah di Internal UIN sendiri atau memang ketidak sanggupan pihak Bank Mandiri dalam memberikan pelayanan yang memuaskan kepada Mahasiswa. Untuk mengaplikasikan rasa kekecewaan tersebut Mahasiswa menuntut pihak rektorat UIN untuk memutuskan kerja sama dengan Bank Mandiri. Penolakan kerja sama ini semakin terasa dengan munculnya aksi penggalangan 1000 tanda tandangan penolakan kerja sama dengan Bank Mandiri yang di promotori oleh mahasiswa letting 2015.

Desakan mahasiswa menuntut pihak Rektorat UIN memutuskan kerjasama dengan Bank Mandiri di nilai sangat masuk akal, di karenakan sangat bertolak belakang sebuah Universitas Islam melakukan kerjasama dengan Bank Konvensional, Dimana jati diri Islam yang selalu di dengung-dengungkan oleh pihak UIN sendiri. Kenapa hal ini bisa terjadi ? mungkin kita tidak bisa menebak siapa dia, yang pasti dia adalah makhluk misterius yang berada di Internal UIN sendiri. Mahasiswa terus bertanya, siapa makhluk misterius tersebut ?, kita tidak bisa menduga siapa dia, yang pasti dia adalah pejabat tinggi di UIN sendiri yang sengaja melakukan ini dengan kedok kerjasama, padahal tujuan utamanya mendapatkan “fee” dari pihak Bank tersebut. Kalau bukan karena itu untuk apa juga dia melakukan kerja sama ini, yang jelas-jelas dia tau Background UIN adalah Syariat Islam kenapa masih juga dia lakukan kerja sama dengan Bank Konvensional.

Oleh karena itu sudah sepatutnya UIN berbenah dan petinggi UIN bertaubat, buat apa juga mereka mengajarkan mahasiswa untuk Masuk Surga jika mereka sendiri ingin masuk kedalam Neraka. 

Dikirim dari Fauzi Efendi.

Respon Pembaca.