Kasus Penganiayaan yang Menimpa Moh. Yasin oleh Oknum Polisi, Sudah ditangani Paminal Divpropam Polri.

JATIMAKTUL, HUKUM,- Masih seputar kasus penganiayaan dan pemerasan yang dilakukan oleh Oknum Polri, dilingkungan Polres Probolinggo dan Polda Jawa Timur, Sebuah Rekaman yang sangat mengejutkan, terkait negosiasi antar oknum Anggota Polres Probolinggo dan salah kawannya yang mencoba menjadi mediator terhadap Korban (Moh. Yasin).

Menurut Keterangan Arifin bahwa AKP Mobri Cardo Panjaitan beserta anak buahnya sebelum lebaran datang ke Yogyakarta mengantarkan barang-barang (sesuai dalam rekaman), dan diterima oleh mediator seorang Perwira Menengah Polri (nama dirahasiakan). Dan uang sebesar Rp.20 jt hasil pemerasan (lewat ATM) dikembalikan kepada Yasin lewat transfer.

" mereka meminta tolong pada Moh. Yasin, bagaimana pernyataan yang dilaporkan kepada Presiden RI oleh Arifin adalah tidak benar. namun Sampai saat ini Yasin belum membuat pernyataan sebagaimana yang diminta oleh AKP Mobri (seperti dalam rekaman)" ungkapnya kepada jatimaktual.com.

Lebih lanjut pihaknya menjelaskan bahwa Beberapa hari kemudian Yasin diinterogasi oleh Paminal Divpropam Polri, dan memberikan pernyataan sesuai pernyataan yang dibuat Yasin bermatere 6000 (pernyataan tersebut saya lampirkan pengaduan saya kepada Presiden RI) . 

"Paminal Divpropam Polri sudah terjun ke Surabaya (mengambil rekaman CCTV di Hotel POP! dan CCTV ATM). dan Pernyataan bermatrai 6000 yang dibuat oleh Yasin sudah ditangan Paminal Divpropam Polri" terangnya.

Sehingga pihaknya berharap bagaimana kasus tersebut secepatnya diusut tuntas, dan semua barang-barang milik korban yang sebelumnya disita oleh oknum Polri tersebut segera dikembalikan, utuh sebagaimana dalam isi surat pengaduan.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jatim membantah terkait adanya penganiayaan terhadap pemuda asal yogyakarta tersebut. Sebagaimana yang dirilist oleh kriminalitas.com pada hari sabtu (9/7/16) bahwa dugaan adanya pengeniayaan yang dilakukan oleh salah satu oknum penyidik Jatanras itu tidak benar bahkan pihaknya menilai laporan tersebut hanya mengada-ada.

" Gak ada yang namanya menganiaya. Memeriksa mereka berdua pun juga tidak" ungkap Kombes Argo Yuwono.

Kendati demikian Arifin tetap kometmen dengan apa yang sudah dialami. "Lho saya sendiri lihat bekas lukanya ketika saya masih di Polda Jatim, pembatahan itu hal yang biasa . Nah yang tidak bisa mengelak masalah uang yang diperas 20 jt , apalagi dikembalikan lewat transfer. Mereka (oknum Polri) menghajar orang yang dituduh, tapi mereka tidak mengakui penganiayaan tersebut, jelas mereka tidak kesatria." Tandasnya.

Sekedar diketahui bahwa hasil rekaman negosiasi antara oknum polri terhadap korban hingga saat ini masih belum disebar luaskan kepada publik, pasalnya rekaman tersebut akan dijadikan bahan bukti kuat terkait kasus penganiayaan selama proses berlangsung. (Muhri/JA)

Respon Pembaca.