Miracle Enchantment of Ramadhan ( Pesona Keajaiban Ramadhan)

Ditulis Oleh: Arina Nur Jannah
(Mahasiswi Prodi Pendidikan Bahasa Arab STAIN Pamekasan Semester 6)


JATIMAKTUAL, ESAI,- Ramadhan sudah dekat di pelupuk mata, kedatangannya selalu dinanti setiap insan beriman. Bulan yang suci nan mulia, dan selalu dirindui milyaran umat muslim di seluruh penjuru dunia. Mengapa demikian? Mungkin semua orang sudah tau jawabannya, terutama kita sebagai umat Islam, Agama yang diridhoi Allah yang dirisalahkan kepada Nabi Kita Muhammad SAW. Semoga shalawat dan salam senantiasa bersamanya hingga akhir masa. Seperti yang kita ketahui, bulan ini penuh dengan miracle, keistimewaan Syahru ash-Shiyam ini tak dapat kita pungkiri lagi. Allah telah memberi pesona yang berbeda pada bulan ini dibandingkan dengan bulan-bulan Hijriah lainnya.

Di Ramadhan ini terdapat beberapa keistimewaan antara lain: yang pertama, Allah akan melipatgandakan pahala bagi mereka yang selalu beramal sholeh. Moment ini tidak ada di bulan-bulan yang lain, katanya sih, limited edition, setiap pekerjaan baik yang kita lakukan di Bulan Ramadhan akan berbuah manis, dari itu tunggu apa lagi wahai akhwan dan akhwat "Fastabqul Khairat", berlomba-lombalah kita dalam kebaikan, Allah telah menjanjikan pahala yang begitu banyak untuk kita umat Islam sebagai bekal kita menghadap-Nya di Akhirat nanti.

Yang kedua, Ramadhan penuh ampunan. "al-Insanu mahallul khatha' wa an-nisyan". Kita sebagai manusia tak luput dari lupa dan salah, mungkin sudah banyak dosa yang telah kita goreskan, goresan dosa-dosa yang pernah kita lukis sebelumnya bisa Allah hapus, apabila kita sebagai umat Islam selalu mohon ampunan-Nya. 

Perbanyak membaca istighfar, karena di bulan ini Allah akan membuka pintu maaf bagi hamba-hambanya yang bersimpuh penuh harapan dan penyesalan atas apa yang dilakukannya. Pergunakan kesempatan ini sebaik mungkin. 

Dekatkan diri kita kepada Allah, agar kita tenang menjalani hidup ini dunia akhirat.  

Yang ketiga, bulan penuh berkah. Ramadhan adalah ajang kompetisi umat Islam dalam aspek kebaikan. Di bulan ini mayoritas muslim ataupun muslimah menebarkan kebaikan dan kebajikan baik untuk dirinya dan untuk sesamanya. Dari hal inilah keberkahan dari setiap langkah baik kita akan berbuah, adanya ukhuwah islamiyah diantara umat Islam menambah kehangatan Ramadhan  dibalut suasana yang tentram nan indah.  

Yang keempat, menguji kesabaran. Ramadhan juga sebagai ajang untuk menguji tingkat kesabaran kita sebagai insan yang berakal. Mengapa begitu? Telah kita sadari, pada keseharian di bulan ini kita diwajibkan untuk berpuasa, menahan lapar dan haus, tidak makan dan minum. Pada saat inilah kita dituntut untuk bersabar menahan segalanya hingga adzan maghrib berkumandang. Sabar adalah hal yang begitu sulit, namun tak jarang seorang muslim dan muslimah bisa menjalankannya, karena kunci dari kesabaran itu terletak pada pribadi kita masing-masing, jika ada sesuatu yang memancing kita untuk marah, maka berusahalah untuk diam dan tidak meladeni apa yang menyebabkan kita marah, cukup diam dan istighfar dalam hati serta menghindar jika tak mampu menahan amarah yang sedang melanda diri kita. 

Yang kelima, berbagi kasih dan sayang kepada sesama. Pada hakikatnya  manusia adalah insan sosialis yang memiliki toleransi terhadap saudara-saudaranya. Berbagi kasih sayang dengan meringankan beban sesama adalah hal yang dilakukan orang yang berjiwa dermawan dan berhati ikhlas. Sebagai umat Islam dan manusia berhati nurani, sudah sepantasnya kita berbagi kepada mereka yang lemah dan kurang mampu, dengan memberi sedekah dan zakat adalah wasilahnya. Perbanyaklah bersedakah apalagi di bulan yang penuh berkah, karena apabila kita mempermudah saudara-saudara kita yang kekurangan, walau hanya memberi sebiji kurma insya Allah, Allah berjanji akan memberi kita pahala yang berlipat ganda.

Yang keenam, adalah Nuzulul Quran. Turunnya Al-Quran, Kitab Suci Agama Islam yang dirisalahkan kepada Qurrota A'yun dunia yaitu Nabi Muhammad SAW, juga terjadi di bulan ini tepatnya pada tanggal 17 Ramadhan. Fenomena dan kenyataan ini menjadi catatan sejarah dan takkan pernah berubah karena hanya terjadi pada bulan penuh berkah ini. Keistimewaan ini tidak dimiliki bulan-bulan yang lain. Al-Quran adalah pedoman bagi umat Islam di penjuru dunia yang telah terjaga hingga akhir masa. Keasliaannya Allah jamin, terbukti dari firmannya dalam Al-Quran, إن نحن نزلنا الذكر وإن له لحافظزن . Di bulan Ramadhan pula umat Islam memiliki budaya DENADA (dendangkan nada-nada Al-Quran di bulan Ramadhan) baik itu pagi, siang, dan malam, implikasinya tempat-tempat suci seperti Masjid, Musholla, Langgar ataupun Surau semarak dengan didendangkannya ayat-ayat Al-Quran. Kegiatan ini disebut tadarusan. Kegiatan ini telah menambah keberkahan tersendiri bagi mereka yang melantunkan ayat-ayat Al-Quran khususnya di bulan ini. 

Karena telah kita ketahui bahwa apabila kita membaca satu huruf dalam Al-Quran kita telah mendapatkan 7 pahala, bagaimana jika satu kata, kalimat ataupun ayat dalam Al-Quran. Apalagi kita rutin membacanya hingga hatam membaca Al-Quran, berapa pahala yang akan kita peroleh, kita tinggal mengalikan saja. Subhanallah..  

Yang ketujuh, yaitu adanya malam seribu bulan Lailatul Qadr. Keajaiban malam pada bulan Ramadhan ada pada malam ini, tepatnya terjadi pada tanggal-tanggal ganjil pada pekan terakhir bulan Ramadhan yaitu antara tanggal 21, 23, 25, 27, dan 29 Ramadhan. Lailatul Qadr lebih baik dari seribu bulan dari segi keutamaannya, Allah berfirman dalam Al-Quran pada Surah Al-Qadr ayat 3, yaitu: ليلة القدر خير من ألف شهر. Karena pada malam ini atas izin Allah para Malaikat dan ruh (Malaikat Jibril) diturunkan ke bumi untuk mengatur semua urusan, mengawasi para hamba Allah yang bersimpuh menengadahkan tangan seraya memohon ampunan kepada Allah, memohon kebaikan untuk hidupnya baik di dunia dan akhirat, Sungguh beruntung bagi mereka yang memanfaatkan malam ini dengan beribadah serta mendekatkan diri kepada Pencipta-Nya, karena di Lailatul Qadr ini setiap permintaan ataupun permohonan dikabulkan, setiap penyesalan akan diampunkan, dan setiap lantunan doa hamba-hamba Allah akan menjadi kenyataan. 

Kesejahteraan akan bersama mereka yang menikmati malam seribu bulan ini dengan sebaik mungkin. Karna apabila kita mendapat kesempatan untuk ibadah di malam ini bagaikan beribadah 80 tahun lamanya.

Dari itulah, mari kita sama-sama mempersiapkan diri untuk menyambut bulan yang suci ini dengan memperbanyak ibadah kepada Allah dan berbuat baik kepada sesama, berlomba-lomba dalam kebaikan serta bisa meraih pahala yang berlipat ganda, selagi nafas dikandung badan mari kita jangan sia-siakan kesempatan. Waallahu a'lam bisshowa

Respon Pembaca.