BERFIKIR JERNIH UNTUK BINGUNG

JATIMAKTUAL, ARTIKEL,- Dalam kehidupan sehari-hari kita dihadapkan dengan beberapa bentuk yang bermateri dan materi yang berbentuk, entah itu pola yang berbeda atau berbeda pola. Dan disinilah kita mulai memikirkan dari suatu bentuk yang menrurt  logika  kita tidak penting untuk kita fikirkan.

Belajar berfikir jernih itu memang sulit, namun akan tersa mudah jika kita lakukan dan ini menjadi hukum alam bagi diri kita sendiri. Sajauh mata kita memandang , dan seberapa peka kuping kita mendengar,  melambaikan tangan tanpa arah dan tujuan, kaki yang mencari jalan yang bagus agar kita tidak jatuh, kita mrenjadi manusia yang diciptakan dengan bentuk  dan pola yang sangat bagus dari pada mahluk lain yang ada di muka bumi ini, tugas kita adalah bertanggung jawab untuk menggunakan indra kita untuk kita jadikan bahan atau alat untuk kita pergunakan kepada hal-hal positif.

setiap saat kita berjalan melangkahkan kaki menuju arah yang tak tentu, tanpa disadari kita semua dituntut oleh badan kita sendiri untuk berfikir, kita melihat pasti kita berfikir. Entah itu sifatnya positif dan negativ, bahkan ketika mendenagarpun tanpa kita sadari kita dituntut untuk mepertanyakan kepda diri kita sendiri apa yang kita lihat dan apa yang kita dengar  tersebut.

Dan inilah awal kita menjadi sosok yang tidak gegabah dan buru dalam mengambil tindakakan dalam hal apapun. Dalam kerangka berfifkir yang baik dan sitematis  ada tiga yaitu, Ontologi (apa), epstimolog (bagaimana) Axiologi (tujuannya apa).

Bertemu dengan yang namanya tanda Tanya (?) menjadi hegemoni tersendiri bagi kita, entah itu sifatnya yang rasional dan empiris. Karna itu menjadi tolak ukur sejauh mana kita bisa menkaji sesuatu bentuk yang bermateri tersebuat dengan fikiran yang  possitif.

Melihat dan berfikir itu menjadi satu  kesatuan yang tidak bisa dipisahkan, begitupun mendengar, merasakan dan berfikir. Karena ini menjadi pondasi awal berfikir yang sistematis. Cinta akan kebiksanaan dalam berfikir itu penting, dana berfikir jernih itu sangat penting, karna ini menjadi menjadi ending dari apa yang kita fikirkan sehingga akan timbul solusi-solusi yang bagus pula, akan tetapi sebaliknya ketika dalam hal berfikir sudah sering kali mnegambil langkah berfikir yang terburu dan tergesa-gesa, maka hasil yang akan kita dapatkan tidak akan optimal. (wfk)

Respon Pembaca.