Mustolih: Keberlangsungan GP. Ansor Banyuangi, dinilai Tidak Akan Lama.

JATIMAKTUAL, - Mustolih, Salah Satu Pemuda Nahdlatul Ulama' menilai bahwa Organisasi bergengsi yang berada dibawah naungan NU nampaknya semakin hari semakin meletup, letak ketidak disiplinanannya dalam mengorganisir.

Hal ini terjadi di Kota Gandrung (banyuwangi) Jawa Timur, dimana Sejarah telah mencatat bahwa, Ansor dilahirkan dikota gandrung ini.

Seharusnya menurut Mustolih, hal ini menjadi sebuah keistimewaan tersendiri dan keberuntungan serta kebanggaan untuk pemuda NU.

Tapi sayangnya, pada periode kali ini saya memandang banyak kebobrokan,
Mulai dari administrasi organisasi yang amburadul, gerakan yang tidak ada baunya, kaderisasi yang tidak ada wujudnya, bahkan sampai keharmonisan dan fungsinya.

"Jika sudah begini mana setya nawa banser (barisan ansor serbaguna)?.mana komitmen kembali ke khittohnya? dan mana selogan garda depan menjadi benteng terdepan dalam menjaga keutihan NKRI.?" Tegasnya.

Sebagai pemuda NU sungguh sangat merasa prihatin dengan keadaan yang demikian.

Tidak menutup kemungkinan organisasi bergengsi tersebut, yang terlahir dari rahim NU, akan fakum bahkan mati.

"Lantas dimana kita,  rasa bertrimakasih kepada para pendiri yang notabene adalah tokoh ulama indonesia pada jamannya. Sekali lagi saya mengucapkan prihatin dengan sikap Pimpinan Cabang GP Ansor Banyuwangi," tegas Mustolih dengan Nada Garangannya kepada jatimaktual.com, sabtu (02/1/16). (dk)

Respon Pembaca.