PC PMII Jember Kongkow Bareng Staffsus Menag


(26/01/20) PC PMII Jember berkesempatan melakukan sebuah acara Kongkow bareng Stafsus Menteri Agama Gus Ubaidillah Amin dengan tema "Membagun Sikap Toleransi Antar Agama Untuk Perdamaian Dunia" di hari Raya Imlek Ini. Yang juga kita sampaikn ucapan terimakasih kepada Gus Dur yang menobatkan adanya hari Imlek agar persaudaran kita semakin kokoh.

Mandataris Ketua Umum Sahabat Baijuri dalam sambutannya menyampaikan bahwa PMII dalam narasi perjuangan Aqidah Ahlussunnah Waljama'ah wajib hukumnya membangun sikap Toleransi agar konflik antar agama tidak berlarut-larut sehingga sampai melupakan nilai kemanusiaan.

Tidak ada agama yang mengajarkan kemungkaran, semua agama pasti mengajarkan hal yang baik, agama merupakan tongkat untuk penunjuk jalan bagi orang-orang yang buta akan nilai-nilai moral dan norma-norma agama yang berlaju di masyarakat. Pungkasnya.

Sahabat Ahmad Taufik selaku Ketua IKAPMII sangat Mengapresiasi kegiatan ini, Pengurus Cabang yang masih belum dilantik tapi telah berhasil menggelar acara sebagai respon isu-isu kebangsaan ini.

PMII harus hadir bahkan harus berada di garda terdepan menyuarakan nilai toleransi, dan kementrian Agama tidak perlu khawatir dengan keberadaan PMII akan bersikap intoleransi, inkonstitusional, apalagi makar tidak sepakat dengan ideologi bangsa.

Sementara Gus Ubaidillah mengapresiasi sangat terhadap pendampingan serta konsistensi PMII sebagai salah satu organisasi kemahasiswaan di dalam mengawal keutuhan NKRI dan Toleransi beragama, beliau juga berpesan terkait penanggulangan Radiklisme dan Intoleran agar pemuda pemudi NU khususnya Aktivis PMII secara umum kembali merapatkan barisan untuk mengisi masjid masjid yang akhir akhir ini banyak melahirkan faham faham radikalisme dan anti NKRI.

Peduli Kesehatan, Mahasiswa KKN 29 UMM Adakan Sosialisasi DAGUSIBU

Jatimaktual.com, Malang (24/01) - Bertempat di TK Dharma Wanita 01 Desa Druju Kec. Sumbermanjing Wetan, Kab. Malang, dilaksanakan sosialisasi mengenai penggunaan obat yang baik dan benar. Penggunaan obat secara benar sangat penting untuk membantu penyembuhan pasien dari suatu penyakit tertentu. Namun di masyarakat tepatnya di Desa Druju belum banyak orang yang mengetahui cara pengelolaan obat dengan baik, sehingga melihat hal tersebut, dari tim divisi kesehatan KKN UMM Kelompok 29 yang dibawah bimbingan Bapak Muhammad Kamil, S. IP., MA berinisiatif untuk mengadakan Sosialisasi DAGUSIBU kepada masyarakat dengan sasaran mengundang wali murid TK Dharma Wanita 01 Druju.

Materi Dagusibu disampaikan dari seluruh anggota divisi kesehatan yang menjadi pemateri. Dalam penjelasannya, mereka menyampaikan bahwa pengelolaan obat yang benar adalah dengan sistem Dagusibu. Dagusibu merupakan akronim dari Dapatkan, Gunakan, Simpan dan Buang. Yang pertama adalah Dapatkan, berarti dapatkan obat di tempat yang benar, agar terjamin manfaatnya, keamanannya dan kualitasnya. Tempat yang benar berarti legalitasnya ada, misalnya apotek, rumah sakit, toko obat yang memiliki ijin resmi, apotek klinik, dan sebagainya.

Kedua, Gunakan artinya gunakanlah obat sesuai dengan indikasinya (diagnosa penyakit), sesuai dosisnya, sesuai aturan pakainya, dan sesuai cara pemberiannya.

Ketiga, Simpan, yaitu simpan obat sesuai yang tertulis di kemasan, kecuali bila harus disimpan secara khusus.

Keempat adalah Buang. Membuang obat juga harus dengan prosedur yang benar. Obat yang sudah rusak atau kadaluwarsa harus segera di buang, sehingga tidak dapat lagi digunakan. Agar tidak disalahgunakan oleh pihak lain, obat sebaiknya dibuang dengan cara tertentu sehingga benar-benar tidak berbentuk lagi.

Respon masyarakat terkait sosialisasi ini sangat antusias dalam menanggapi DAGUSIBU karena mereka baru mengerti setelah kami (Divisi Kesehatan) menyampaikan mengenai hal tersebut. Bahkan ketika acara berakhir pun ada beberapa warga yang menanyakan ataupun sharing terkait DAGUSIBU ke pemateri untuk lebih memahamkan kembali.


BAZNAS Jember Terjunkan Tim Riset untuk Pemberdayaan Masyarakat di Kampung SDGs

KH. M. Misbahus Salam, M.Pd.I, Ketua Baznas Jember didampingi Arif Direktur Jember Riset Development Centre (JRDC), Kamis (23/012020) melepas Tim riset Kolaborasi yang diturunkan dan diterjunkan oleh BAZNAS Jember. Dimana terdiri dari pengurus BAZNAS, JRDC dan Mahasiswi PPL dari Universitas Ibrahimy Situbondo. Foto: istimewa.

Jatimaktual.com, Jember – Kamis, 23 Januari 2020 BAZNAS Jember melaksanakan pelepasan tim riset untuk pemberdayaan Masyarakat di Desa Sukorejo Bangsalsari Jember. Tim riset Kolaborasi yang diturunkan dan diterjunkan oleh BAZNAS Jember ini, terdiri dari pengurus BAZNAS, JRDC dan Mahasiswi PPL dari Universitas Ibrahimy Situbondo.

“Riset yang dilakukan oleh TIM ini sebagai rangkaian dari proses pemberdayaan yang direncanakan oleh BAZNAS Jember di beberapa kampung SDGs Binaan BAZNAS,” kata Ketua BAZNAS Jember, KH. M. Misbahus Salam, M.Pd.I, Jum’at (24/01/2020) didampingi Arif Direktur Jember Riset Development Centre (JRDC).

Kata pria yang biasa disapa Kyai Misbahus ini, sebelum turun lapangan untuk melakukan Riset, Tim terlebih dahulu melakukan penyusunan Base line Survey sebagai instrumen ilmiah yang terukur. Proses ini katanya, harus dilakukan guna memastikan bahwa program yang akan direalisasikan benar-benar dapat memberikan manfaat kepada masyarakat secara berkelanjutan.

“Hal ini selaras dengan tujuan BAZNAS, yaitu menjadikan Masyarakat Miskin sebagai Donatur (Muzakki),” ujar Kyai Misbahus.

Menurutnya, program pemberdayaan ini akan dilakukan oleh BAZNAS Jember bersama dengan JRDC selama 1 tahun penuh. Dengan 5 Tahap: 1. Penyusunan Base line Surviey, 2. Riset Lapangan dan analisis Data 3. Rekomendasi Program, 4. Realisasi dan Pendampingan, 5. Evaluasi dan Replikasi.

“Dengan seluruh proses ini, diharapkan kepada seluruh masyarakat untuk dapat memberikan dorongan positif bagi suksesi program-program yang telah direncanakan oleh BAZNAS Jember,” pungkas Direktur Darus Salam Center (DSC) ini. (red)

Editor: Gus Din

Relawan KAMIJO Surabaya Total Dukung Gus Din - Ning Hermin

Gus Din (tengah) Bacawali Kota Surabaya 2020-2025 Bersama H. Umar Faruq (kiri) Ketua DPD KAMIJO Kota Surabaya dan Royan (kanan) Wakil Ketua DPD KAMIJO Kota Surabaya, di Delta Plaza Surabaya, Jumat 24 Januari 2020.

Surabaya - H. Umar Faruq Ketua Dewan Pimpinan Daerah Kader Militan Jokowi (DPD KAMIJO) Kota Surabaya menyatakan solid mengerahkan dukungan kepada Gus Din dan Ning Hermin. Pasangan bakal calon walikota dan bakal calon wakil walikota (Bacawali-Bacawawali) Kota Surabaya 2020-2025, Syafrudin Budiman SIP dan Dra EC Hj. Hermin Ernawati ini akan di support penuh oleh DPD KAMIJO Surabaya.

"Gus Din dan Ning Hermin akan kita dukung makasimal. Bagaimanapun Gus Din (red-Syafrudin Budiman SIP) adalah Ketua DPW KAMIJO Jawa Timur. Beliau adalah sosok Muda yang militan, progresif dan inovatif," ujar Umar Faruq saat ditemui di Delta Plaza Surabaya, Jum'at (24/01/2020).

Katanya, dirinya bersama teman-teman relawan KAMIJO dan teman-teman relawan Jokowi-Amin yang lain akan bergerak mengumpulkan KTP untuk pencalonan Gus Din - Ning Hermin. Lanjutnya, persyaratan KTP ini mutlak menjadi dukungan Bacawali-Bacawawali yang memilih jalur independen atau perseorangan.

"Semua kalangan bergerak untuk Gus Din - Ning Hermin. Semua proses akan kita lalui dan kita laksanakan demi tampilnya tokoh muda intelektual yang menjadi harapan memimpin Kota Surabaya," tukas Umar Faruq.

Terakhir menurut Pimpinan Perusahaan/Redaksi Tabloid Berita-Konstruksi ini, pasangan Gus Din - Ning Hermin adalah pasangan yang cocok untuk menggantikan Ibu Risma (red-Tri Rismaharini). Kata Umar Faruq, Gus Din sangat paham tentang peningkatan ekonomi pembangunan di Surabaya dan Ning Hermin melengkapi urusan kesejahteraan dan perjuangan hak-hak perempuan.

"Gus Din pernah bilang, kalau ingin membangun Surabaya Unggul, Surabaya Maju dan Surabaya Makmur perlu peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Surabaya. Dimana PDRB tersebut jangan hanya tergantung APBN dan APBD semata, akan tetap harus ada penguatan PDRB dari pihak swasta, bahkan dari investasi," pungkas Umar Faruq. (red)

Hasil Pertanian Jagung Melimpah, Mahasiswa KKN 29 UMM Ajarkan Inovasi Produk Brownies Jagung

Jatimaktual.com, Malang -- Druju adalah Desa yang menjadi tempat Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang malaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tepatnya KKN kelompok 29. Druju merupakan desa yang memiliki hasil pertanian yang berlimpah, terutama hasil pertanian jagung.

Dipelopori oleh divisi Kewirausahaan, KKN UMM Kelompok 29 dibawah Bimbingan Bapak Muhammad Kamil, S. IP., MA mengadakan Penyuluhan Brownies Jagung kepada warga desa Druju pada Kamis, 23 Januari 2020 di Aula TK Islam Druju. Pada penyuluhan ini harapan Muhammad Mahdi (Penanggungjawab kegiatan) adalah agar masyarakat dapat mengembangkan inovasi dari produk berbahan dasar jagung dan bisa menjadikan produk bernilai ekonomis.

"Pada kesempatan kali ini di kegiatan penyuluhan saya berharap ibu-ibu dapat menciptakan inovasi baru dari jagung dan bisa menjadikan sebuah peluang untuk berbisnis dan kedepannya bisa membantu perekonomian keluarga" ujar Mahdi saat meberikan sambutan/ (23/01/2020).Ibu Rista Anggrani S.Tp M.P M.Sc., dosen Ilmu Teknologi Pangan Universitas Muhammadiyah Malang sebagai pemateri penyuluhan menyampaikan sejarah singkat dari mana jagung berasal dan juga menyampaikan bahwa jagung memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, salah satunya adalah berfungsi untuk mencegah kanker. Selain itu, ibu Rista juga menyampaikan bahwa brownies jagung adalah produk berpotensi, bahkan bisa menghasilkan jutaan rupiah tiap bulannya.

Kegiatan Penyuluhan tidak hanya pemaparan materi namun juga diadakan praktek proses pembuatan Brownies yang dipandu secara langsung oleh Mahasiswa divisi kewirausahaan KKN UMM kelompok 29. Pihak panitia kegiatan juga sudah menyiapkan brownies yang sudah matang untuk dijadikan sebagai tester peserta penyuluhan.Antusias peserta penyuluhan sangat baik, bahkan seselesainya kegiatan salah seorang peserta mendatangi pemateri untuk menanyakan lebih lanjut terkait produksi dan juga perhitungan untuk berbisnis. (Ilham Dani/MA)