Struktural Dan Kinerja Terkesan Amburadul, AMPD Evaluasi Demi Kemajuan Desa Ambender

Jatim Aktual - Pamekasan, Struktur dan kinerja perangkat desa terkesan amburadul, sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Pembangun Desa (AMPD) laksanakan audiensi di balai desa Ambender, Kec. Pegantenan, Pamekasan. Senin, 23/9/19.

Kedatangan Mahasiswa tersebut tidak lain untuk menjadikan desa lebih baik dari sebelumnya. Korlap audiensi, Junaidi menegaskan bahwa selama ini pemuda dan mahasiswa Ambender tidak mau ikut campur terkait kepemerintahan desanya.

"Dari awal memang silent, kami tidak mau mengganggu kinerja perangkat desa, tapi kalau tidak dipantau kami juga yang rugi" tegas Jun Kowek, sapaan akrabnya.

Kegelisahan anggota AMPD tersebut berawal dari temuan di lapangan terkait struktur yang terkesan tidak jelas, dan kinerja perangkat yang terkesan tidak sesuai dengan ekspektasi.

"Kami tidak tahu kinerja perangkat seperti apa, dan ada juga yang mengganjal, yaitu posisi sekretaris daerah yang tidak jelas, dari awal periode sekretaris yang ada di struktural bernama Abd Ghafur, hampir satu tahu tidak kami temui" lanjut.

Lebih lanjut, Jun menambahkan bahwa sekarang posisi sekdes sudah diganti kepada anak dari kades tersebut. "Sekarang sekdes diagnti anaknya (kades) atas nama Hendri, dan kami lihat kinerja sekdes ini tidak jelas"

Audiensi tersebut tidak dihadiri oleh kades dengan dalih masih diluar kota. Sedangkan sekdesnya juga tidak bisa menemui peserta audiensi. "Audiensi ini tidak ditemui kades sama sekdes, alasannya keluar kota"

Jun merasa kecewa dengan sikap kades yang terkesan tidak menghargai pemuda desa Ambender.

"Intinya, kami akan menindak lanjuti persoalan ini, karena masih banyak permasalahan desa yang belum teratasi terutama dari kenerja yang tidak jelas" pungkas Jun Kowek.

Sementara pihak perangkat desa Ambender enggan memberi komentar saat mau diwawancarai. (Vicky)


Wakil Ketua KPK : Firman Syah Ali Kader Potensial dan Problem Solver


(22/09/19) Bacawali terkuat kota surabaya Firman Syah Ali, hari ini, minggu 22 September 2019 menemui seniornya yang saat ini terpilih sebagai Wakil Ketua KPK, Dr H Nurul Ghufron.

Terkait Pilwali Surabaya, yang pertama kali ditanya  oleh Wakil Ketua KPK adalah masalah restu ibu,  "bagaimana? Sudah minta restu ibumu?", Cak Firman menjawab sudah.

Setelah cukup lama berbincang santai, Wakil Ketua KPK mendoakan dan merestui Firman Syah Ali untuk maju Pilwali Surabaya.

Pertemuan bersejarah ini ditutup dengan Vlog berdua, yang berisi salam Bapak Wakil Ketua KPK kepada seluruh warga surabaya dan ungkapan Wakil Ketua KPK tentang Bacawali Firman Syah Ali.

Seks Bebas, Hancurkan Generasi Bangsa

Salah satu tantangan di era globalisasi ini adalah krisis moral dan hancurnya generasi bangsa akibat seks bebas yang semakin marak terjadi di sekitar kita.

Bukan sesuatu hal yang asing lagi, saat ini banyak anak muda yang telah kehilangan cita-cita, visi dan semangat dalam hidupnya karena menjadi korban seks bebas yang semakin merajalela.

Berbagai data tentang problem generasi bangsa hari ini dapat kita lihat dari berbagai sumber, salah satunya dari laporan komisi perlindungan anak Indonesia (KPAI). Data ini sering sekali kita jumpai sebagai bahan renungan, meskipun data ini sudah lama.

Laporan KPAI dari survei yang dilakukannya tahun 2007 di 12 kota besar di Indonesia tentang perilaku seksual remaja sungguh sangat mengerikan. Hasilnya seperti yang diberitakan SCTV adalah, dari lebih 4.500 remaja yang di survei, 97 persen di antaranya mengaku pernah menonton film porno. Sebanyak 93,7 persen remaja sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas mengaku pernah berciuman serta happy petting alias bercumbu berat dan oral seks. Yang lebih menyedihkan lagi, 62,7 persen remaja SMP mengaku sudah tidak perawan lagi. Bahkan, 21,2 persen remaja SMA mengaku pernah melakukan aborsi. Data ini dipublikasikan pada tahun 2007, 12 tahun yang lalu. Lantas bagaimana dengan kondisi hari ini?

Data Unicef pada tahun 2016 lalu juga menunjukkan bahwa kekerasan kepada sesama remaja di Indonesia diperkirakan mencapai 50%. Menurut peneliti pusat studi kependudukan dan kebijakan (PSKK) UGM, tingkat kenakalan remaja kenakalan remaja yang hamil dan melakukan upaya aborsi mencapai 58%. Tak hanya itu, bebagai penyimpanan remaja, seperti narkoba, miras dan berbagai hal lainnya menjadi penghancur generasi bangsa hari ini.

Direktur PKBI Lampung, Dwi Hafsah Handayani menyebutkan, 12 siswi SMP di satu sekolah di Lampung diketahui hamil tersebut, terdiri dari siswa di kelas VII, VIII, dan IX. Bahkan 20 Persen Pelanggan PSK adalah Pelajar SMA. Lihat (https://lampung.tribunnews.com/2018/10/02/12-siswi-smp-di-satu-sekolah-hamil-pkbi-20-persen-pelanggan-psk-adalah-pelajar-sma)

Sepanjang 2015, Dinas Kesehatan DIY mencatat ada 1.078 remaja usia sekolah di Yogyakarta yang melakukan persalinan. Dari jumlah itu, 976 diantaranya hamil di luar pernikahan.

Angka kehamilan di luar nikah merata di lima kabupaten/kota di Yogya. Di Bantul ada 276 kasus, Kota Yogyakarta ada 228 kasus, Sleman ada 219 kasus, Gunungkidul ada 148 kasus, dan Kulon Progo ada 105 kasus.

Data-data tersebut di atas hanya sebagian kecil dari data yang ada diberbagai provinsi dan kabupaten di Indonesia. Bahkan sangat muda kita temui diberbagai media sosial akan rusaknya moral generasi bangsa hari ini akibat pergaulan dan seks bebas.

Tidakkah kita gelisah dan ngeri melihat data-data ini? Bukankah ini bukti akan hancurnya generasi bangsa hari ini.

Tahukah kita, bahwa tegak dan kokohnya suatu bangsa sangat tergantung pada generasi mudanya. Hancurnya generasi muda menjadi awal runtuh dan hancurnya sebuah negara.

Beradab atau tidaknya suatu bangsa dapat dilihat dari perilaku dan moralitas pemuda nya. Semakin buruk adab dan perilakunya maka akan semakin hancur bangsa dan negaranya.

Menyikapi berbagai potret suram generasi hari ini, akan timbul pertanyaan “siapa yang harus bertanggung jawab? Tentu ini menjadi tugas semua pihak utamanya orang tua, guru, masyarakat dan bahkan Negara.

Sebagai sebuah solusi, menurut saya bahwa probem yang di hadapi generasi muda hari ini utamanya para pemuda muslim, mereka harus tersadarkan untuk kembali kepada agamanya (Islam). Menjadikan Islam sebagai jalan hidup dan Al-Qur’an serta Hadits Rasulullah sebagai petunjuk dalam menjalani kehidupan seharinya.

Jauhnya generasi hari ini dari agamanya menjadi sumber hancurnya moral dan akhlak mereka. Sebab, mereka tidak lagi ditopang dengan prinspi-prinsip yang kuat yang dibangun di atas landasan Al-Qur’an dan Sunnah.

Kehilangan prinsip dalam hidup, maka setiap generasi akan kehilangan ruh, semangat dan cita-cita dalam hidupnya. Kehancuran demi kehancuran akan semakin melanda pada dirinya.

Menjadi tanggungjawab semua pihak untuk menyadarkan generasi hari ini agar kembali kepada agamanya. Membuat mereka bangga sebagai generasi muslim dan mereka terang dalam melihat sejarah kejayaan dan kegemilangan generasi terdahulu.

Sejarah telah mencatat generasi terdahulu dengan tinta emas akan kehebatan dan kejayaan mereka. Tak akan baik generasi hari ini sebelum mereka mengikuti apa yang telah di lakukan oleh generasi terdahulu. Olehnya itu, Imam Malik bin Anas mengatakan.

“Tidak ada yang dapat memperbaiki generasi akhir umat ini, kecuali apa yang telah memperbaiki generasi awalnya.”

***********
Bulukumba, 19 September 2019

Penulis: Muhammad Akbar, S.Pd
(Penulis Buku, Teacher, Founder  www.mujahiddakwah.com dan Pendiri Madani Institute – Center For Islamic Studies)

Demikian Semoga Bermamfaat…
@Wallahu ‘alam bishowab…

Aroma Politisasi KPK Terhadap Penetapan Tersangka Imam Nahrawi


(18/09/19) Aroma politisasi di tubuh KPK makin menguat, menyusul penetapan Menpora Imam Nahrawi sebagai tersangka perkara korupsi dana hibah Koni.

Demikian wakil ketua umum IKA UINSA A Bajuri saat dimintai komentar tentang pengumuman komisioner KPK Alexander Marwata yg menetapkan menpora yg juga ketua umum IKA UINSA sebagai tersangka korupsi.

Menurut Bajuri, aroma itu terlihat sejak adanya drama penyerahan mandat tiga pimpinan KPK, lalu wakil ketua KPK Saut Situmorang mundur, tapi kemudian diralat menjadi cuti.

Setelah itu, kata Bajuri, karyawan KPK yg tergabung dalam wadah pegawai KPK menyatakan prihatin atas pengesahan RUU KPK yang baru. "Sepertinya, ada gerakan perjuangan yg sama, yg terkoordinir di tubuh KPK," kata Bajuri.

Di saat drama perjuangan itu tidak mendapat simpati publik, mereka mencoba mengumumkan menpora sebagai tersangka. "Ini terkesan "dipaksakan" dan tergesa-gesa. Benarkah ini semua untuk show of force KPK di saat krisis kepercayaan?," tanya Bajuri.

Bajuri kuatir bahwa keputusan menjadikan menpora menjadi tersangka itu diputuskan oleh sebagian pimpinan KPK, atau dengan pimpinan yg tidak lengkap karena ada yg mundur atau cuti.

Oleh karena itu, Ika UINSA (Ikatan Alumni UIN Sunan Ampel Surabaya) akan memberikan advokasi kepada ketua umum Ika Uinsa. "Kami mempunyai tim advokasi yg banyak menemukan celah hukum dalam perkara ini," kata Bajuri.

Menurut Bajuri, Menpora Imam Nahrawi tercatat salah satu menteri yg berprestasi di kabinet Presiden Jokowi. "Tentu saja, dia bisa menjadi sasaran tembak orang-orang yg tidak suka perubahan," tandasnya.

Ada beberapa prestasi yg tidak ditolak siapapun, diantaranya adalah pembekuan PSSI, keberhasilan prestasi atlit, kesuksrsan Asian Games baik sukses prestasi dan penyelenggaraan, juara Asian Paragames, Asian School Games dan tentu saja kepedulian terhadap atlit dan masih banyak lagi. (azz)

SOSIALISASI UNDANG UNDANG NO 6 TAHUN 2018 TENTANG KARANTINA KESEHATAN

Jayapura. Dansatgas Pamtas Yonif 713/ST Mayor Inf Dony Gredinand,SH., M.Tr.Han., M.I.Pol bersama Pasi Intel dan Pasiter Satgas pada hari Rabu, 18 September 2019 pkl 09:00 WIT  menghadiri acara Sosialisasi Undang-Undang No 6 Tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan yang dilaksanakan  diruang pertemuan lantai 1 Hotel Horison Jayapura Jln. Baltimore Kota no. 4 Kota Jayapura  yang dihadiri kurang lebih 100 tamu undangan.

Hadir dalam kegiatan ini bapak Timotius Murib ( Ketua MRP Papua ), Ibu Suzana Wanggai ( Kabiro Perbatasan dan kerjasama LN ), Mayor Inf Dony Gredinand S.H, M.Tr. Han, M.I.Pol ( Danyonif 713/ST ), Lettu Inf Santo ( Dantim Satgas RRI ), Iptu Kasrun ( Kapospol Skouw ), Bapak Refmawan ( Kaunityan Bandara Sentani ), Ibu Kristanti ( Dinas Kesehatan Kab. Jayapura ), Dr. Ir. Riza Priyatna.M.P ( Kepala Pusat KKP Jayapura ), Dr. Aloysius Giyai ( Kepala Dinkes Prov. Jayapura), Ibu Beatrix Agustina ( Pimpinan PT. Maritel Jayapura ),  Bapak Adre X ( Pimpinan PT. Spil ), Bapak M. Nafiek ( UPBU Sentani ), Bapak Bonce Manam Dirous ( Tokoh Immanuel Jayapura ), Ibu Ani ( Sekda Prov. Papua ), Bapak Abraham ( Konsulat RI-PNG ), Bapak Supriyanto ( Kepala Distrik Muara Tami ), Bapak Yan Z Numberi, SE ( Administrator Pos Lintas Batas Negara Skouw ), Bapak Piet Hein. M ( KSOP Jayapura ), Bapak Y. Derek Hegemur SH, MH ( Kepala Biro Hukum Prov. Papua )

Kegiatan Sosialisasi ini sendiri berjalan dengan susunan acara:
1. Pembukaan
2. Menyanyikan lagu Indonesia Raya
3. Doa
4. Laporan Penyelengara kegiatan
5. Pemutaran video sejarah karantina di Indonesia
6. Sambutan kepala KKP Jayapura
7. Sambutan Serketaris daerah kota Jayapura
8. Penyerahan secara simbol buku UU kekarantinaan kesehatan kepada perwakilan
9. Foto bersama
10. Coffee break
11. Materi Panel I :
   • Materi dari kepala KKP Jayapura
   • Materi dari kepala Dinkes Provinsi Papua
   • Materi dari kepala KSOP Jayapura
12. Diskusi Panel I
13. Ishoma
14. Materi Panel II
   • Materi dari UPBU Kelas I Utama Sentani
   • Materi dari Administrator PLBN SKOUW
   • Materi dari Kepala Biro Hukum Prov.Papua
15. Diskusi
16. Coffee break
17. Administrasi dan penutup

Ibu Ani Sekda provinsi Jayapura mengatakan dalam pelaksanaan tugas pokok pihak Karantina harus berkoordinasi dan bekerjasama dengan berbagai pihak dimana dalam bingkai Persatuan bersama sama menjaga Kesehatan baik dari sendiri dan Komponen Masyarakat guna mencegah masuknya wabah ke Indonesia.

Indonesia sebagai negara anggota World Health Organitation (WHO) telah mengimplementasi IHR 2005 secara penuh. Sesuai amanah IHR 2005 yang merupakan kesepakatan global dalam pencegahan penyakit lintas negara, negara harus memiliki kapasitas inti yang kuat baik dalam kondisi rutin maupun pada saat kejadian yang dapat memerlukan respon Kedaruratan Kesehatan Masyarakat, baik di pelabuhan, bandara, maupun Pos Lintas Batas Darat Negara (PLBDN).
Semoga dengan lahirnya Undang Undang Kekarantinaan Kesehatan ini dapat menjadi momentum yang baik bagi kita semua seluruh jajaran kesehatan untuk semakin menguatkan penyelenggaraan kekarantinaan kesehatan baik di pintu masuk dan wilayah, yang tentunya didukung oleh seluruh jajaran lintas sektor terkait.

Dansatgas Pamtas Yonif 173/ST
Mayor Inf Dony Gredinand,SH., M.Tr.Han., M.I.Pol mengungkapkan bahwa Satgas selalu siap mendukung setiap kebijakan pemerintah termasuk mengenai Karantina Kesehatan ini.

Autentikasi
Dansatgas Yonif 713/ST
Mayor Inf Dony Gredinand,S.H., M.Tr.Han.,M.l.Pol