Pentingnya waktu

Oleh. Nur Laila.
Semester VI
Prodi PBA IAIN Madura 

Jatimaktual.com,- Waktu adalah realita kehidupan  yang tidak akan pernah terulang . seperti yang kita ketahui  ahwa waktu tidak pernah berjalan mundur  dan akan terus berlalu ,maka dari sinilah  sangat penting kita sadari ba waktu adalah anugrah tuhan yang sangat besar  yang harus di aplikasikasikan sebaik dengan mungkin ,sedangkan untuk mengaplikasikan waktu dengan baik ,kita harus memiliki sudut pandang yang akan di jadikan patokan  seperti halnya adalah time is money [waktu adalah uang ] akan mungkin al waktu kas syaif [ waktu layaknya pedang]
       
Mungkin pada sudut pandang yang pertama  akan ada banyak begitu hal  yang bisa kita dapatkan  dari pentingnya menjaga mengefesien waktu dengan sebaik mungkin , betapa tidak , waktu adalah  harta termahal  bagi manusia  krena dengan waktulah kita akan hidup . jadi dari itulah ,jangan pernah sekali saja  kita mecoba menyia –nyiakan waktu  yang ada kaena detik, menit, atau waktu yang terlewatkan dengan sia sia akan lebih berharga  dari beribu ribu menit yang akan datang .
        
Sedangkan untuk sudut pandang yang kedua al waktu kas syaif atau waktu layaknya pedang  dimana waktu yang nampak  sepele      bagi kita  kita mampu mengukir semua          keadaan dan mengiris habis semua  hal yang sebelumnya  menjadi harapan kita  hal ini bisa kita implementasikan  pada aktifitas  yang setiap harinya  menjadi rutinitas  atau kebiasaan kita seerti  saat  tidur  yang berlebihan  atau mungkin bermain gandget  hingga lupa pada waktu .
         
Berbicara mengenai  pentingna waktu . banyak kita temukan sekarang  bahwa ha ini sudah jarang  di perhatikan  lagi,  terutama saat kita melihat kehidupan  para pelajar .dengan ini kita bisa simpulkan  bahwa kebanyakan dari mereka telah lupa akan status mereka seorang pelajar  intelektual yang pastnya lebih aktif  dan lebih bisamenguasai  waktunya sebaik mungkin seperti menempatkannya untuk hal-hal yang berguna dan bernilai positif. 
           
Kesadaran akan pentingnya menjadi waktu sudah menjadi hal yang ingkatnya sangatlah minim atau bisa dikatakan hampir punah selamaini ini kita menganggap  bahwa mengabaikan beberapa saat saja dari waktu senggang kita adalah hal kecil dan spele , namun tahukah kita bahwa yang demikian itu memiliki  pengaruh yang sangat besar  bagi yang melakukannya .
           
Penting untuk kita sadari , bahwa waktu sangatlah singkat mengapa? Karnah waktu datang silih berganti , dengan tanpa terasa siang menjadi malam  ataupun sebaliknya ,malam menjadi siang ,  persoalan ini sebenarnya problematika besar yang kerap kali diabaikan begitu saja tentunya bagi kita thilibul ‘ilmi
           
Berjanjilah ,setelah memahami semua penjelasan diatas kita dapat membangkitkan ketidak acuhan kita selama ini terhadap waktu yang telah terabaikan  dan ingatlah bahwa waktu adalah hal yang tidak akan pernah kembali .selamat berusaha .......

PETA POLITIK KAMPUS DI IAIN MADURA

Jatimaktual.com,- Pemilihan umum mahasiswa atau disingkat dengan (Pemilwa) di IAIN Madura Tak lama lagi akan segera digelar. Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM) telah menentukan ajang satu tahunan itu akan digelar senin 17-24 juni 2019. 

Gelaran pemilwa tahun ini memiliki perbedaan dari tahun-tahun sebelumnya. Mengingat kampus sebelumnya masih belum beralih statuta dari Stain Pmakesan ke IAIN Madura yang mana pada waktu itu masih terdiri dari 30 ormawa diantaranya, Sema, Presma, Hmj, Hima, UKK dan UKM.

Sekarang ini menambah lagi ormawa baru sesuai SK dirjen yang dikeluarkan oleh kemendikti di tingkat PTKIN yaitu, Sema Institut, Sema Fakultas Tarbiyah, Sema Fakaultas Syariah, Sema Fakultas Ekonomi Dan Bisnis, Sema Fakultas Ushuluddin, dan  Dema Ushuluddin.

Dari sekian banyak Ormawa di kampus IAIN Madura pihak KPUM telah menyediakan jadwal yang berbeda-beda sesuai tingkatan masing-masing ormawa, Senin17 juni 2019 akan dimulai pemilihan Calom Ketua HMPS Fakultas Tarbiyah. rabu18 juni pemilihan Calon Ketua HMPS Fakultas Ebis, Fakultas Syariah Dan Fakultas Faud. Kamis, 19 juni pemilihan ketua dan wakil dema fakultas. Sabtu, 22 juni pemilihan ketua dan wakil ketua dema iain madura. Senin, 24 juni pemilihan ketua sema institut, fakultas, dan ukk dan ukm.

Di IAIN Madura khususnya, tidak semua mahasiswa mempunyai kesempatan untuk bisa menduduki kursi menjadi ketua ormawa. 

Mengapa demikian? sebab sangat sulit dan sangat mustahil mempunyai peluang jika hanya berbekal kecerdasan, kemampuan, ketampanan, kekayaan dan lain-lain. Jika orang tersebut tidak inklut atau aktif di organisasi ekstra kampus IAIN Madura. Baik itu HMI, PMII, GMNI, Dan KAMMI.

Terlepas dari itu, Perbedaan pradigma menjadi hal yang wajar bagi setiap golongan mahasiswa, diyakini atau tidak perbedaan tersebut menjadi hak dan proses pendewasaan bagi mahasiswa tersendiri.

Dari acuhan politik yang ber beda yaitu timbulnya kubu-kubu yang mengatasnamakan dari mana mereka berasal bahkan mirisnya mengatas namakan pondok pesantren mereka masing-masing, sehingga mereka akan mengedepankan emosi mereka dari pada kepentingan umum, Oleh itu banyak konflik yang terjadi.

Mengingat kejadian tahun sebelumnya, kami dari segenap mahasiswa IAIN Madura mengharapkan tidak terjadi lagi kerusuhan yang mengakibatkan nama almamater kampus tercoreng menjadi tidak baik, Dikarenakan mengedapankan kepentingan dan emosional dari masing-masing golongan sehingga menjadi fatal. Oleh karena itu kami pun tidak menginginkan hal itu terulang kembali pada pemilihan tahun ini. 

Mari kita bersama sebagai kaum terdidik untuk bagaimana menciptakan politik yang bersih dan jujur, kembali nama almamater IAIN Madura yang sebelumnya sudah tercoreng menjadi harum kembali


Oleh: Hammad
Fakultas Tarbiah Jurusan Bahasa
Prodi PBA






WABAH HEDONISME

Nama : EDI MULYONO 
Semester :6
Prodi   : Pendidikan Bahasa arab [IAIN MADURA]

Jatimaktual.com, - Hedonisme merupakan pandangan hidup yang diwujudkan dalam bentuk gaya hidup dimana kenikmatan atau kesenangan pribadi menjadi tujuan utama dalam menjalani hidup.

Di era globalisasi, teknologi informasi dan komunikasi telah berkembang pesat yang mengakibatkan perubahan sosial semakin berkembang dengan cepat. Dengan berkembangnya zaman, maka akan muncul budaya hedonisme. Budaya hedonisme menyebabkan dampak bagi perkembangan baik pendidikan atau masyarakat Indonesia sendiri, terutama berpengaruh pada pola mikir mahasiswa.

Hedonisme lebih condong kepada mahasiwa, karena masa remaja seseorang pasti sedang bimbang mencari tahu siapa dia yang sebenarnya. Pada masa ini hedonisme dengan mudah mampu menjadi masukan yang menarik untuk mahasiswa.

Adanya gaya hidup hedonisme yang ada di kalangan mahasiswa, tercermin dari perilaku sehari-hari. Dengan kebiasaan mereka yang selalu ingin hidup mewah, misalnya; berfoya-foya, nongkrong di kafe dengan obrolan yang unfaedah, harus mempunyai gadget yang canggih, baju branded, dandanan yang selalu mengikuti mode dan lain sebagainya.

Setiap mahasiswa yang terkena gaya hedonisme dengan mudah muncul beberapa dampak negatif yang ada pada dirinya. Sikap individu mulai melekat pada diri mereka masing- masing karena berpotensi untuk mencari kesenangan tersendiri dengan memuaskan ego. 

Hedonisme menyebabkan hilangnya peran mahasiswa sebagai agent of change atau sebagai suatu agen perubahan. Pemikiran mahasiswa yang kritis mampu menjadikan pandangan berbeda dan mengalami kemajuan yang terbentuk dalam suatu kelompok sehingga mudah mencapai tujuan bersama. 

Perilaku mahasiswa tersebut bisa menghasilkan perubahan yang cukup besar bagi bangsa ini.. Akan tetapi, semua itu terasa kurang karena pengaruh hedonisme yang menjadi virus atau penyakit sosial yang dengan mudah merambah ke ruang lingkup mahasiswa.

Selain dampak yang disebutkan diatas masih terdapat beberapa pengaruh lainnya yang berpotensi mempengaruhi mahasiswa. Mahasiswa sering menunda tugas dengan alasan lupa, padahal disitu kebanyakan hanya malas untuk mengerjakannya.

Terlalu banyak aktifitas diluar yaitu nongkrong yang dikatakan lebih nikmat daripada mengerjakan sebuah tugas. Mahasiswa sering menyebut dengan sistem kebut semalam (SKS) yang di kerjakan H-1 sebelum tugas di kumpulkan. 

Padahal dengan sistem seperti itu yang dilakukan oleh mahasiswa terus- menerus akan berakibat pada pengerjaan yang kurang maksimal hasilnya.

Dari sekian banyak dampak negatif hedonisme tersebut, mengapa kita tidak mengubah cara pandang kita terhadap hedonisme, dari negatif menjadi positif? Seakan-akan menyetujui gaya hidup tersebut namun memiliki batasan tertentu. Materi bisa dijadikan tujuan hidup namun harus dipikirkan pula kea arah mana materi itu bermuara.

Maksudnya adalah jika seorang mahasiswa bisa mendapat kelimpahan materi pada masa muda maka itu merupakan salah satu bentuk kesuksesannya, atau tentang kesenangan hidup dalam melakukan sesuatu yang  menyenangkan maka ia bisa mengambil peluang kesuksesan di sana. Menjadikannya sebuah peluang bisnis yang diambil dari hobinya sendiri. 

Misalkan, jika seorang mahasiswa menyukai trip, maka ia bisa mengambil peluang kesuksesan di sana. Dokumentasi setiap perjalanannya dapat dijadikan sebuah buku catatan perjalanan.





Otak Lumpuh, Tapi Tidak Dengan Hatinya


Jatimaktual.com, - Vonisan dokter tak begitu ditoleh oleh naja hafidz indonesia 2019. Terbukti 30 jus dihafalnya dalam waktu 10 bulan. Hal yang menggegwrkan dunia sebab semangatnya serta kesalutan terhadap seorang ibupun sangat besar yang telah sabar telaten dan semangat membimbing naja.

Secara logika, seseorang yg telah divonis lumpuh otak dan itu permanen. Rasanya sangat sulit untuk bangkit. Akan tetapi naja telah membuktikannya bahwa swbesar apapun penyakit yang ada ditubuhnya tidak akan mengalahkan janji dan kasih sayang Allah yang maha besar. Siapa yg bersungguh-sungguh maka dia akan dapatkan hasilnya.

Naja adalah seorang anak yg sempat membuat masyarakat Indonesia menjatuhkan air mata karna kemampuannya. Terharu ketika melihat seorang naja melantunkan ayat-ayat suci al-qur'an. Abi Amir pun ikut merasakannya. "Betapapun hafalan saya tidak sebanyak naja" begitulah kata Abi Amir. Secara tajwidpun bacaan naja makin kesini makin bagus. Kak Nabila juri hafidz indonesia 2019 telah menyatakannya.

Tidak berhenti disitu saja kekaguman atas naja hafidz indonesia 2019 seorang anak yang tidak pernah patah semangat. Dibukyikannya ketika ada makhorijul huruf yang kurang tepat selalu diperbaikinya sampai pada satu waktu kak nabila kak nabila berkentar bahwa naja bacaannya terputus-putus nafasnya supaya diatur lagi. Al hasil 2 hari naja tidak bisa tidur  karena komentar tersebut. 

Namun naja bisa memperbaikinya saat tampil didepan juri dan penonton. Dan hal itu membuat kak nabila menangis dan meminta maaf atas komentarnya dengan mencium tangannya.

FAINNAMA'AL 'USRI YUSRO INNAMA'AL 'USRI YUSRO. 

Makna ayat tersebut telah dibuktikan oleh naja. Subhanallah: maha suci Allah. 10 bulan adalah waktu yang singkat merupakan sebuah prestasi bagi naja hafalan yang kuat memberikan naja keistimewaan hafal 30 jus detail dengan halaman serta bacaan disetiap halamannya dibuktikannya oleh kak irfan host hafidz indonesia bahwa naja is the bast.

Adanya naja semoga menjadi awal yang baik menjadi inspirasi, motivasi kedepan bahwa seberapapun besarnya penyakit tidak akan mengalahkan kebesaran Allah yg maha Esa. Siapa yg bersungguh-sungguh dia akan dapatkan kesungguhannya. Layaknya naja sang hadidz Indonesia 2019.

Zainur Rahman 

Mahasiswa PBA IAIN MADURA

MENJADI DA’I DI ERA MILENIAL

Oleh: Mahfud

Jatimaktual.com,- ‘’Aku melihat anak anak yang berpenampilan islami itu membatasi diri mereka , temennya yaa yang gitu-gitu aja kaan? Ga enak lah diajak main..’’ Kata seorang mahasiswi S1 yang menjadi teman sebangkuku dulu di pondok. 

Sebelum paham makna dari Da’i itu kita harus tahu apa yang dibutuhkan di era milenial . Kebanyakan usia produktif memiliki pengaruh besar dalam mencetuskan hal-hal yang mudah viral, terlebih jika bernilai da’wah. Sebagai Da’i di era milenial, yang model orangnya, gayanya, bahasanya sudah gaul, ya harus bisa menyesuaikan diri. Da’i dalam bahasa arab  دعى يدعو دعوةbermakna ‘’ menyeru, mengajak, memanggil’’, di ambil dari sighat isim fa’ilnya yaitu (داعى), Da’i bisa di artikan seorang yang mengajak,memanggil atau yang menyampaikan, tujuan dari Da’i berarti mendapat ‘’follower’’ atau orang yang mau mengikuti, orang yang mau diajak. Pertanyaanya bagaimana caranya? 
‘’ you can’t found the new land with the old maps’’ Sebuah kalimat yang nendang untuk dikaji lebih dalam. 

Bagaimana bisa kita menggunakan cara-cara lama di era milenial? ya bisa sih, tapi kan kurang nendang, artinya di era milenial saat ini tidak terpaku dalam masjid-masjid atau majelis-majelis melainkan dakwah juga ada di ruang publik yang lebih luas dan juga di media sosial, internet, dan ruang-ruang lain di dunia maya. 

Dengan kata lain, ada dimana mana sehingga dakwah dapat menyentuh siapapun. Tidak lagi terfokus pada mereka yang ingin saja melainkan tanpa di niat pun juga bisa di peroleh. Maka dengan demikian dakwah akan lebih membumi dan merakyat.

Pada era kini pula anak muda cenderung untuk memiliki teman sepemikiran dan sepermainan, semangat pemuda saat ini layak untuk diwadahi dalam sebuah komunitas positif. Grup pecinta hobi misalnya, bisa dijadikan media berdakwah di era milenial. 

Menjadi da’i tak selalu berpenampilan kaku , santai aja sama seperti anak muda lainnya. Sehingga kebanyakan anak muda akan nyaman saja berteman dengan si Da’i. Dengan penampilan  yang sama, tapi ladang da’wah lebih luas.

Da’i  diera milenial harus memiliki kreatifitas dan peka , kreatifitas dibutuhkan karna mendakwahi tidak selalu harus dengan ceramah tidak selalu harus mengkaji suatu kitab dan peka terhadap apa yang dibutuhkan oleh generasi milenial.

Pada umumnya genarasi berusia sekitar  17-37an tahun, mereka lebih tertarik terhadap suatu hal yang baru dan kekininan. Sebagai contoh komunitas, genarasi milenial lebih tertarik dengan branding komunitas di banding datang ke pengajian masjid. Bagi mereka komunitas merupakan wadah untuk saling bertukar pikiran. Salah satu contoh komunitas adalah Yukngaji dan Shift. 

Shift komunitas yang di bentuk oleh seoarng da’i muda bernama Ustadz Hanan Ataki. Beliau menggagas Shift karna prihatin dengan dakwah yang tidak menyentuh kaum muda. Padahal kaum muda di tempatnya yakni Bandung memiliki struktur demografi yang tinggi. Setelah berjalan beberapa tahun akhirnya Shift memiliki pengikut yang besar dan terkenal.

Dari shift kita belajar bahwa genarasi milenial dapat membutuhkan pendekatan yang cenderung berbeda dibanding cara konvensial pada umumnya. Kita membutuhkan suatu formula khusus dalam mendakwahi generasi milenial. Seperti kata Ali bin Abi Tholib RA “didiklah anak mu sesuai dengan zamannya, karena meraka hidup bukan di zamanmu”. 

Maka dari itu seorang da’i harus betul betul paham langkah-langkah penyampaian isi si penda’i tersebut Supaya apa yang tersampaikan bisa di terima dengan baik pada era milenial saat ini.