Alienasi Gelar Diklat Jurnalistik Kedua

Jatimaktual.com - (17/03/19) Alienasi, jember – Badan otonom  (banom) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) bidang jurnalistik Rayon Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam menggelar diklat kedua yang diselenggarakan di masjid Nurul Hikmah, Kamis (15/03/2019). Acara ini dilakukan selama tiga hari dan diikuti oleh puluhan kader.

Zainul Mu’in selaku ketua rayon mengatakan diklat tersebut diselengarakan dalam rangka membangun regenerasi banom dan menumbuh kembangkan minat bakat para kader secara profesional, berintelektual dan bermental jurnalis. Dalam diklat tersebut, para peserta dibekali berbagai materi dan prakteknya, termasuk tentang teknis jurnalistik yang baik dan benar.
“diklat ini diharapkan agar supaya para kader semakin melek perihal jurnalistik, menumbuhkan para jurnalis handal ditingkat kader, serta bagaimana memahami realitas yang ada yang dilandasi dengan fakta kejadian yang sebenarnya. Terutama diwilayah kampus dan sekitarnya,” ujar Zainul Mu’in, Minggu (17/3).

Menurut siyanto selaku pimpinan redaksi banom Alienasi mengatakan bahwa diklat ini dilatarbelakangi karena minimnya minat para kader dibidang jurnalistik “maka dari itu diklat ini dilaksanakan sebagai wadah untuk menambah anggota banom seluas-luasnya,” jelas Siyanto. Disamping itu ia juga mengatakan bahwa acara ini juga mempersiapkan generasi selanjutnya serta memupuk rasa kekeluargaan diantara anggota yang satu dengan yang lainnya.

Pada kesempatan Diklat tersebut juga menghadirkan sahabat Dasuki. Dasuki merupakan tenaga pendidik di kampus IAIN Jember dan salah satu senior yang bergelut dibidang tulis menulis. “saya harap diklat ini tidak hanya selesai di sini dan semoga ada tindak lanjut agar banom ini tetap hidup,” kata Dasuki pada saat memberi materi.

Sahabat Roziki selaku demisioner pimpinan redaksi Alienasi mengatakan bahwa jurnalisme merupakan seni dalam menyampaikan berita atau sebuah kejadian yang tengah atau sedang berlangsung dengan didasari kode etik jurnalistik. “sebab pada dasarnya, tulis menulis harus dimiliki oleh setiap kader sebagai bekal dalam perjalanan akademik maupun sosialnya,” ungkapnya.  (M.Ulum)

PMII Jatim : Peristiwa Penembakan Jamaah di Masjid New Zealand Tindakan Biadab

Jatimaktual.com - (15/03/19) Pengurus Koordinator Cabang PMII Jawa Timur mengutuk keras tindakan terorisme yang terjadi di Masjid Al-Noor, Kota Christchurch, New Zealand. Hal itu disampaikan oleh Ketua PKC PMII Jatim Sahabat Abdul Ghoni. Dia menilai bahwa tindakan terorisme yang dilakukan itu merupakan perbuatan yang sangat keji, kejam, dan tidak berperikemanusiaan. Hal ini bertentangan dengan nilai-nilai ajaran agama apa pun.

Serangan teror terhadap dua masjid terjadi di Selandia Baru pada hari Jumat (15/3/2019) pagi waktu Indonesia. Sebanyak 49 orang dikabarkan tewas dan puluhan lainnya terluka dalam serangan yang berlangsung selama beberapa menit itu.

Serangan yang terjadi saat umat Islam Selandia Baru hendak menunaikan salat Jumat. Seorang saksi bernama Len Peneha mengatakan, dia sempat melihat seorang berpakaian hitam memasuki salah satu masjid. Sesaat kemudian terdengar suara tembakan dan orang berhamburan keluar masjid.

Atas kejadian itu, PKC PMII Jawa Timur mengutuk keras terhadap pelaku penembakan. "PKC PMII Jawa Timur mengutuk keras, dan mengecam tindakan terorisme tersebut serta menuntut aparat penegak hukum mengadili pelaku dengan sanksi hukum seberat-beratnya," ungkap Sahabat Ghoni.

PKC PMII Jatim mendesak agar pemerintah Selandia Baru menyatakan aksi tersebut sebagai tindakan terorisme. Apapun tindakan terorisme, pelaku dan motifnya tidak dibenarkan dan harus dilawan. (azz)

Indonesia punya Pangeran Kerajaan dengan Ratusan Ribu Penggemar


Jatimaktual.com - Pangeran tampan yang mengundang perhatian para netizen ini merupakan Pangeran Agung Raja Muda Arya Natanegara Yang Terutama Kepangeranan Agung Chandrarupawiyah Patani Shri Mempawah yang merupakan Kepangeranan Agung Otonom di Wilayah Kerajaan Mempawah dan Pangeran Kapita Raja Muda Arya Natanegara Yang Terutama Kepangeranan  Chandrarupanto Patani Shri Tiworo yang Merupakan Kepangeranan Otonom di Wilayah Kerajaan Tiworo Buton ,yang mana Tahta Kepiminpinan di kedua Kepangeranan ini beracukan pada tahta Makhota Patani.

Di kedua Kepangeranan itu,Ia merupakan Pemimpin Tertinggi yang hampir sama dengan statusnya dengan Sri Paduka Pakualam di Yogyakarta.

Disamping itu Beliau juga Pangeran Perbawa Budaya dari Kerajaan Panembahan Mempawah yang merupakan salah satu Kerajaan Islam yang saat ini masuk dikawasan kabupaten Mempawah Kalimantan Barat dan Kapita Lau Sidamangura di Kerajaan Tiworo 

Sosoknya dikenal lebih sebagai pemuda sederhana, didalam kesehariannya. Pangeran ini memiliki ciri khas yang unik dan Eksentrik tetapi Berwibawa dan Tegas dalam memperjuangkan ataupun menetang sesuatu hal dengan mengedepankan kesejahterahan Masyarakat.

Selain itu Pangeran yang akrab disapaa Pangeran Chandrarupa ini membentuk Komunitas Cinta Kasih Sraya yang menjadi wadah konsultasi pembinaan dan advokasi anak jalanan, pengemis, pengamen, tunawisma dan penggaguran, serta aktif dalam beberapa Organisasi Kemanusiaan Internasional

Karena peran aktifnya di kegiatan bermasyarat itu membuatnya mendapat 149 banyak perhargaan dari dalam dan luar negeri

Kerana kebaikan hatinya itu ia memiliki banyak Penggemar, sehingga ketika Ia membuat fans page HRH.Tengku Pangeran Chandrarupa Wibowo di Facebook ,Ia mendapat seratus ribu orang yang menyukai fans pagenya tersebut.

Pangeran Chandrarupa juga sering memberikan gelar bangsawan dari Kepengaranannya kepada
beberapa orang yang di nilainya pantas mendapat gelar bangsawan. 

Diantaranya adalah Panglima Besar PETA,  Roro Fitria, Elvy Sukaesih, Habib Syehan Jindan, Ganjar Pranowo hingga tokoh tokoh penting dari luar negeri dari Malaysia, India, Brasil dan Russia pernah diberikannya gelar kebangsawanan.

“Penghargaan gelar bangsawan itu untuk mengapresiasi dan memotivasi apa yang telah mereka lakukan,” kata Pangeran Chandrarupa dalam konferensi pers di kawasan jakarta pusat 

Yang menarik dirinya juga pernah memberikan gelar kepada salah satu tukang becak, Pangeran mengatakan, tersentuhb dengan tukang becak yang menyedekahkan penghasilannya. Sekitar 40 persen penghasilan disedekahkan untuk lingkungan sekitanya walaupun Ia masih "pas-pasan,” secara ekonomi.

Raja atau bangsawan, katanya, seharusnya tak eksklusif padahal raja seharusnya dekat dengan rakyat. Sengaja memang  berbagai profesi dianugerahi kekerabatan untuk mendekatkan diri dengan rakyat kebanyakan katanya

Pangeran chandrarupa menjelaskan gelar yang lazim diberikan meliputi , gelar yang diberikan kepada orang yang bekerja di istana, dan gelar kehormatan setelah diangkat menjadi keluarga.

Sempat menepis adanya bermunculan isu jual beli gelar ketika Dirinya diminta seseorang untuk menobatkannya menjadi raja dengan iming-iming uang tertentu. Namun, dia menolak dan menggelar prosesi pemberian gelar secara sederhana.

“ada orang yang meminta saya mengukuhkannya sebagai raja dengan membayar ,tapi saya menolak mengukuhkan dia kerana tidak mau merusak sejarah bangsa" katanya

Ia memang dikenal sebagai bangsawan cukup keras dalam mengecam banyaknya bermunculan raja palsu,Keberanianya melebihi para Pangeran lainnya.

Belakangan ini banyak bermunculan Raja abal abal yang membentuk Kerajaan baru, sedangkan di nusantara setahu saya hanya ada sekitar 49 kerajaan yang masih eksis memerintah sebelum berdirinya Republik Indonesia dan 56 yang tidak aktif memerintah tetapi masih terjaga adatnya, Ujar Pangeran

Kerajaan tersebut memiliki Tahta, Istana dan Kebudayaan Tradisi. Seperti yang dilakukan di Kerajaan mempawah misalnya, setiap tahun ada empat kali pertunjukan kesenian tradisi untuk mengucap syukur atas karunia dan kelimpahan hasil pertanian, kata Pangeran

Pangeran Chandrarupa berharap tetap mempertahankan Seni dan Budaya dari Kepangeranannya  Dan Kerajaannya, Hal ini bertujuan untuk menyelamatkan  'GENERASI BANGSA'  dengan memberikan pengetahuan- pengetahuan terhadap 'ANAK- ANAK BANGSA' yang nantinya akan meneruskan Sejarah, Seni dan Budaya Bangsa Indonesia.

Mau Tau Keseruan Acara Deklarasi Master Max Community.?

























Hebat.! Deklarasi Master Max Community Menjadi Konser Silaturrahim Para Pecinta Motor Seluruh Nusantara


Jatimaktual.com, Pamekasan, - "All Bikers We Are Brother" (Semua Bikers Adalah Saudara). Kalimat itu diangkat sebagai tema oleh Para Pencinta motor yang tergabung dalam Madura Street Together Riders (Master) Max Community pada saat acara deklarasi dan santunan anak yatim yang digelar dilapangan Kodim Sedangdang, Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Sabtu,  ( 09/03/19 ) malam. Bahkan acara itu menjadi konser kebersamaan para pecinta motor seluruh nusantara.

"Tema ini sengaja diusung untuk memberikan paradigma baru bagi sesama pecinta club motor, agar tetap  mengedepankan nilai-nilai persaudaraan, sosial keagamaan dan invicty totality (Solidaritas tanpa Batas)," kata ketua umum, Khoirul Anam saat menyampaikan sambutannya didepan ribuan para tamu undangan.

Kondisi yang kurang fit bagi pemuda kelahiran pamekasan itu tidak menyurutkan semangat untuk menjamu tamu terhormat dari seluruh penjuru nusantara yang sudah sudi menghadiri acara deklarasi master max community, yang tentunya menjadi wadah silaturrahmi antar sesama pecinta motor max.

"kami mengusung asas persaudara karena dalam rumus kami tidak kenal kata permusuhan. Kecuali ingin meluruskan sejarah bahwa kita bukanlah penghinat," tandas mantan aktivis PMII Pamekasan

Rona atau yang biasa dipanggil mama Boy selaku ketua panitia acara deklarasi menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan yang terlibat dalam acara tersebut. karena baginya, tanpa keterlibatan beberapa pihak utamanya kepada bikers acara tersebut tidak akan se spektakuler ini.

"kepada semuanya, kami sampaikan terima kasih. mari kita menjadi pelopor keselamatan," ucapnya sembari memberikan jamuan senyum merona kepada para hadirin.

Selain itu. sebagai perempuan pecinta motor. Pihaknya mengajak para perempuan untuk mempunyai jiwa yang tangguh dan berperan aktif untuk menjadi pelopor keselamatan bagi sesama di  sepanjang jalan. sebab, Anak motor tidak memandang warna, bendera maupun profesi, sesama pecinta aspal tetap bersaudara.

"Perbedaan itu indah, seperti halnya pelangi yang terdiri dari berbagai warna namun menyatu dalam keindahan yakni pecinta motor," katanya.

Kapolres Pamekasan Teguh Wibowo melalui Ipda Sri Sugiarto mengajak kepada semua pecinta motor untuk selalu memupuk silaturrahim serta semakin meningkatkan ketertiban dalam berlalu lintas. sehingga dapat mengurangi terjadinya kecelakaan di jalan raya.

"Mari kita hindari sekecil apapun kecelakaan dijalan raya, mari kita menjadi pengemudi yang cinta lalu lintas," tegasnya.