(BAHASA ARAB) BAHASA MENUJU SURGA

Oleh : Masruroh Prodi Pendidikan Bahasa Arab semester VII

Jatimaktual.com - Bahasa Arab Sudah tidak asing lagi di kalangan mahasiswa di seluruh Dunia. tepat pada tanggal 18 Desember merupakan peringatan hari bahasa arab sedunia, bahasa Arab memiliki kedudukan penting bagi ummat islam, karena sudah jelas bahasa arab merupakan bahasa Al-Qur’an dan As-sunnah, dimana keduanya merupakan pedoman hakiki ummat islam, Allah SWT telah menjadikan bahasa Arab sebagai bahasa Al-Qur’an karena bahasa Arab adalah bahasa terbaik yang pernah ada. Hal ini sebagaimana firman Allah Ta’ala,
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ قُرْآنًا عَرَبِيًّا لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ

“Sesungguhnya Kami telah jadikan Al-Quran dalam bahasa Arab supaya kalian memikirkannya.” (QS. Yusuf [12]: 2)

Bahasa Arab adalah bahasa yang paling fasih, paling jelas, paling luas, dan paling banyak pengungkapan makna yang dapat menenangkan jiwa. Oleh karena itu, kitab yang paling mulia ini (yaitu Al-Qur’an) diturunkan dengan bahasa yang paling mulia (yaitu bahasa Arab).
Dan tidak di ragukan lagi, kita sebagai ummat islam sepantasnya untuk mencintai bahasa arab dan berusaha untuk mempelajari serta menguasainya.

Dapat diketahui bahwa bahasa Arab merupakan bahasa agama Islam dan bahasa Al-Qur’an. Kita tidak akan bisa memahami Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan pemahaman yang benar dan selamat (dari penyelewengan) kecuali dengan bekal bahasa Arab. Menyepelekan dan menggampangkan bahasa Arab akan mengakibatkan lemah dalam memahami agama serta jahil (bodoh) terhadap berbagai permasalahan agama.

Fakta konkretnya, ketika kita melaksanakan salah satu rukun islam yakni sholat, sebagai salah satu kewajiban yang harus di laksanakan oleh kita sebagai ummat islam, dalam sholat sudah jelas bahasa yang di gunakan ialah bahasa Arab, kalau saja kita benar-benar memahami serta meresapi terhadap makna yang di ucapkan oleh kita ketika melaksanakan sholat, niscaya dalam hati akan merasakan ke khusyukan yang luar biasa ketika melaksanakan ibadah tersebut yakni (sholat).

Di antara alasan yang lain yang mengharuskan  kita mempelajari bahasa Arab adalah tidak mudahnya dibodohi oleh musuh-musuh Islam. Di samping itu, bisa membantah kerancuan yang dibuat oleh orang-orang munafik yang ingin menghancurkan dan merusak Islam dari dalam. Mereka membuat keraguan pada agama Islam ini dengan memutarbalikkan ayat al-Qur’an atau mengubahnya. Mereka juga melakukannya pada sunnah Rasulullah SAW, dengan memanipulasi kaidah-kaidah bahasa Arab, mereka berusaha membuat keraguan dengan mencari hal-hal yang mereka anggap sebagai “titik lemah” dalam agama ini, karena al-Qur’an dan sunnah Rasulullah menggunakan bahasa Arab. Jadi, dengan mengerti bahasa Arab, seorang muslim akan kokoh di atas agamanya, tidak mudah di pengaruhi serta dibelokkan, bahkan kita bisa menjadi pejuang yang mempertahankan kemurnian agamanya dengan memahami bahasa arab.

Marilah kita bersama-sama mencintai serta berusaha lebih memahami bahasa Arab, Semoga kita semua di berikan kemudahan oleh Allah SWT dalam memahami bahasa Arab yang merupakan bahasa Al-Qur’an dan As-sunnah sebagai pedoman kita di dunia menuju akhirat  Amiin Ya Robbal Alamin… Wallahu a’lam bi al-shawab.

“SELAMAT HARI BAHASA ARAB SE-DUNIA “JAYALAH BAHASA AL-QUR’AN-KU” 
(18 Desember 2018)”

Daun Ganja, Sayuran khas dari Propinsi NAD yang diharamkan dalam islam

Jatimaktual.com - Sebelum Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merdeka, pada masa itu masih dijajah oleh belanda, seluruh rakyatnya mengalami keterpurukan, mulai dari  gaya hidup sampai pada asupan makanan yang kurang bergizi. Apalagi teramat sulitnya mendapatkan uang untuk membeli makanan, dan juga beacukai yang dikuasai oleh bangsa Asing. Karena sangat sadisnya perbuatan kolonial penjajah kepada rakyat Indonesia yang tidak ada henti-hentinya menyiksa rakyat pribumi. Penjajah juga berusaha menguasai seluruh sumber daya alam yang terdapat di NKRI ini. 

Maka dari itu, rakyat Indonesia mau tidak mau harus tetap berusaha bagaimanapun caranya agar tetap bisa bertahan hidup. Pada saat itulah, rakyat Indonesia mengkonsumsi makanan seadanya agar dapat bertahan hidup untuk menghadapi dan melawan para penjajah yang bertindak sewenang-wenang tanpa adanya rasa kemanusiaan. 

Hal ini juga dialami oleh masyarakat Nangroe Aceh Darussalam yang sebagian masyarakatnya mengalami kesulitan untuk mengkonsumsi makanan yang bergizi. Dibumi berjuluk serambi mekkah ini, terdapat banyak tanaman ganja. Sehingga masyarakat disana mengkonsumsi daun ganja sebagai sayuran khas dalam makanan sehari-hari pada masa itu. 

Matroji (2003) mengemukakan bahwasanya perang Aceh merupakan perang terlama yang dihadapi oleh kolonial penjajah selama itu. Pada tahun 1837 kolonial penjajah menyerang Aceh dan berhasil merebut Kotaraja dan Istana Sultan, namun kolonial penjajah tidak berhasil memadamkan perlawanan rakyat. Untuk mengatasi hal tersebut, kolonial penjajah kemudian menggunakan taktik konsentrasi Stelsel. 

Maka dari itu, pada saat penjajah telah menguasai dan merebut daerah Kotaraja dan Istana Sultan, mereka juga ingin menguasai seluruh bagian daerah Aceh seperti halnya juga Samudera Pasai, bahkan menguasai seluruh beacukai, serta menguasai perdagangan di wilayah pelabuhan yang menjadi pekerjaan pedagang sehari-harinya. 

Lalu apabila bangsa Asing atau kolonial berhasil untuk ingin menguasai seluruh wilayah daerah Aceh. Maka pada saat semua itu terjadi, para Pahlawan yang berasal dari daerah Nanggroe Aceh Darussalam telah melakukan pemberontakan dengan melawan seluruh para Penjajah yang ingin menguasai daerah tersebut, diantaranya Pahlawan tersebut adalah Teuku Umar dan istrinya yang bernama Cut Nyak Dien, Cut Meutya dan lain sebagainya, mereka yang telah membela serta mengorbankan seluruh jiwa, raga, bahkan harta dan keluarga yang mereka pertaruhkan untuk membela Tanah Rencong demi Negara Kesatuan Republik Indonesia, agar NKRI tidak dikuasai oleh para Penjajah yang tidak punya perasaan serta kasihan atau iba pada rakyat yang tertindas oleh perbuatan mereka, yang mana mereka hanya memikirkan kekayaan demi negara mereka sendiri dan tidak memikirkan kesejahteraan rakyat pribumi di Indonesia.

Penjajah juga telah membuat seluruh rakyat Indonesia kerja Rodi serta Romusha, yang mana pekerjaan tersebut untuk mempekerjakan rakyat Indonesia dengan cara memaksa mereka untuk bekerja atau yang disebut kerja paksa tanpa dibayar. Bahkan rakyat Indonesia tidak mendapatkan apapun atas jerih payah mereka, sampai-sampai mereka tidak tidur serta bekerja semalaman tanpa henti, dan apabila mereka berhenti, maka mereka akan dihukum oleh para prajurit kolonial, tanpa ada perasaan kasihan pada rakyat pribumi tersebut.

Lalu pada saat itu, kaum wanitapun bekerja sebagai juru masak dan buruh cuci para kolonial penjajah, dan mereka memasak  untuk menyiapkan hidangan kepada para penjajah. Dan pada daerah tersebut telah terbiasa untuk memasak sayuran daun ganja dan bahan makanan lainnya, yang memang tanaman tersebut difungsikan oleh masyarakat setempat di daerah Aceh sebagai panganan sehari-hari, karena terlalu sulitnya untuk mendapatkan uang dan bahan makanan untuk kebutuhan mereka sehari-hari. Dan pada saat itu mereka, kaum wanita memasak sayuran sebagai pelengkap hidangan masakan lainnya, seperti halnya sayur daun ganja.

Masyarakat daerah setempat memasak sebagai sayuran untuk bahan makanan mereka, karena terlalu sulitnya untuk mendapatkan bahan makanan untuk mereka konsumsi, maka dari itu masyarakat setempat di daerah Aceh memasak bahan makanan yang bisa dimakan oleh mereka, dan masyarakat setempat tidak bisa memilih-milih makanan yang hendak mereka makan, karena apabila mereka masih berfikir untuk memilih-milih makanan, maka mereka akan sulit untuk bertahan hidup dikala kondisi yang sangat buruk pada saat tersebut. 

Sementara para penjajah menyalahgunakan atau melain fungsikan makanan sayur daun ganja tersebut sebagai makanan yang memabukkan dan membuat makanan tersebut menjadi makanan yang haram untuk dimakan. Dan juga, seperti halnya pada saat mengkonsumsi buah durian, yang mana buah durian tersebut adalah raja dari segala buah, buah yang banyak diminati oleh semua orang, dan apabila ingin mengkonsumsinya tidak diperbolehkan terlalu banyak. 
Karena apabila mengkonsumsi buah durian terlalu banyak, maka akan mengakibatkan orang tersebut akan mabuk. Dan buah tersebut dapat membuat badan kita panas, apabila berlebihan dalam mengkonsumsinya. Oleh sebab itu, ibu hamil dilarang untuk terlalu banyak mengkonsumsinya, dan akan lebih baik apabila menghindari makanan yang seperti halnya buah durian, yang dapat membahayakan kehamilannya 

Maka dari kejadian itu, yang mana fungsi utama yang dilakukan oleh masyarakat Aceh sebagai bahan makanan pelengkap seperti halnya sayuran yang pada saat itu mereka susah untuk mendapatkan makanan, dan para penjajah membuatnya sebagai makanan memabukkan. 
Oleh sebab itu kini daun ganja yang semulanya sebagai bahan pangan, pada saat sekarang setelah kejadian hal tersebut, sayur daun ganja menjadi tumbuhan liar yang merupakan suatu dedaunan yang membahayakan serta memabukkan, dan dalam islam sesuatu yang dapat memabukkan itu hukumnya raham untuk dikonsumsi. Yang selalu harus dimusnahkan dan dibasmi, diantaranya dengan membakarnya, agar tidak dimanfaatkan secara negatif dan sembarangan oleh para oknum yang tidak bertanggung jawab, yang membuat nama daerah tersebut tercemar dan buruk dimata khalayak ramai, atas perbuatan oknum tersebut, dan akibat perbuatan para penjajah yang tidak punya aturan, serta tidak mempunyai sifat dan sikap yang baik kepada makhluk sesamanya, tidak punya rasa kemanusiaan. Yang akhirnya pada waktu penyalahgunaan makanan sayur tersebut, yang berdampak pada saat sekarang tidak dimanfaatkan dengan baik dan benar. Semoga bermanfaat.

Penulis : Fawaid Nofal Abrori

900 Pendidik Kaltim Telah Dilatih Siapkan Siswa Hadapi Era Industri 4.0

Jatimaktual.com, Kalimantan Timur -  Sebanyak kurang lebih  900 pendidik di Kalimantan Timur, baik dari kalangan guru, kepala sekolah, pengawas, dinas pendidikan, kemenag dan bahkan dosen-dosen  perguruan tinggi telah mendapatkan pelatihan Progam PINTAR (Pengembangan Inovasi dan Kualitas Pembelajaran) dari Tanoto Foundation.

Pelatihan yang berlangsung mulai bulan September sampai bulan November 2018 tersebut diikuti para pendidik sekolah dari dua kabupaten mitra program yaitu Balikpapan dan Kutai Kartanegara, dan sekolah mitra dan dosen dari Universitas Mulawarman dan IAIN Samarinda.

Pelatihan tersebut meliputi beberapa aspek, pertama, manajemen berbasis sekolah;  kedua pelatihan pembelajaran dan;  ketiga pelatihan literasi untuk mengenalkan berbagai stretegi meningkatkan literasi anak didik.

Manajemen berbasis sekolah fokus pada dukungan manajemen terhadap pembelajaran di kelas. Sedangkan pembelajaran yang dikenalkan adalah pembelajaran aktif dengan pendekatan MIKIR atau mengalami, interaksi, komunikasi dan refleksi. Pendekatan ini dikhususkan untuk membekali para siswa memiliki lima kompetensi dasar untuk bisa bersaing di era industry 4.0, yaitu: kemampuan berpikir kritis,  berkreasi, berkomunikasi, berkolaborasi dan tampil percaya diri.

“Untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis, dalam MIKIR  dilakukan dengan melibatkan para siswa untuk mengamati, mengobservasi dan menganalisis suatu topik khusus dalam mata pelajaran, sampai menyimpulkan secara rasional. Para siswa tidak lagi hanya menerima pengetahuan dari guru lewat ceramah. Mereka mencari sendiri dan menyimpulkan sendiri, tentu dibawah fasilitasi guru,” ujar Khundori Muhammad, spesialis pembelajaran sekolah dasar program Tanoto Foundation Kaltim (18 Desember 2018).

Selama pelatihan, para pendidik juga dilatih untuk membuat pertanyaan tingkat tinggi yang bisa mengarahkan siswa untuk berpikir kritis.

Menurut Khundori, kemampuan berkreasi didorong dengan melibatkan anak-anak untuk menjawab lembar kerja siswa yang mengarahkan siswa untuk kreatif. “Salah satu tujuan pelatihan PINTAR adalah guru mampu membuat pertanyaan yang mendorong siswa berpikir sendiri secara kritis dan kreatif. Selama pelatihan, kami menyaksikan banyak guru belum memiliki kemampuan untuk itu,” tambahnya

Sedangkan untuk membangun kemampuan berkolaborasi, para siswa diarahkan untuk belajar secara berkelompok atau berpasangan, berbagi ide gagasan, dan berdiskusi ilmiah. “Sudah dibuktikan bahwa kerja kolaboratif ilmiah telah melahirkan raksasa-raksasa industri seperti  google, whats app dan lain-lain. Raksasa-raksasa Industri tersebut ditemukan berkat kerja kolaboratif ilmiah, bukan hanya satu orang,” ujarnya kembali

Para siswa juga diasah percaya dirinya dengan banyak kegiatan, diantaranya tampil presentasi di depan kelas.

“Era Industri 4.0 adalah era informasi digital dan era disrupsi yang membutuhkan kompetensi seperti itu. Banyak pabrik besar, yang jatuh karena kurang kreatifitas, dan banyak industry kecil meraksasa karena kreatif mencari peluang memanfaatkan kecanggihan teknologi,” ujarnya lagi.

Penyebarluasan Program secara Mandiri

Program pembelajaran PINTAR telah menarik para pendidik di sekolah untuk menyebarluaskan ke para guru yang belum mendapatkan pelatihan. Sekolah-sekolah tersebut melatih para guru dengan biaya sendiri.  Hal ini seperti yang dilakukan oleh sekolah- sekolah di Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara yaitu  SDN  03, 07, 08, dan 027 yang melibatkan 34 guru, SD 007 Muara Jawa dengan peserta 22 orang, MI Sentra Cendekia Muslim Balikpapan dan lain-lain.

Kemenag Balikpapan juga telah meminta pada Tanoto Foundation melatih 265 guru yang berasal dari 24 madrasah ibtidayah yang akan dilaksanakan pada 5 Januari sampai Februari 2019.
“Karena mereka menganggap pelatihan ini sangat bagus, mereka sukarela membuat pelatihan mandiri. Harapan kita pemerintah nanti mengalokasikan dalam APBD khusus untuk penyebarluasan pelatihan ini, supaya persebarannya semakin massif dan kualitas pembelajaran di daerah mitra meningkat secara merata,” ujar Khundori.

Lahir dari Passion Meningkatkan Kualitas Pendidikan 

Anggota Dewan Pembinda Tanoto Foundation, Belinda Tanoto menyatakan semua program ini dibiayai oleh keluarga Tanoto dari uang pribadi mereka atau bersifat filantropis. “Kami membiayai program  yang berlangsung di lima provinsi ini secara sukarela karena passion kami yang besar untuk meningkatkan kualitas pendidikan,” ujarnya.

Keinginan kuat untuk melakukan itu karena latar belakang pak Sukanto Tanoto yang terpaksa putus sekolah menengah demi membantu orang tuanya bekerja. “Kami percaya tidak boleh lagi ada yang putus sekolah dan pendidikan yang berkualitas mempercepat kesetaraan peluang bagi semua orang untuk maju berkembang, ” ujarnya.

Sebelumnya sejak tahun 2010, Tanoto Foundation telah menjalankan program peningkatan kualitas pendidikan, atau Pelita Pendidikan. Program ini telah bermitra dengan lebih dari 500 sekolah yang menjangkau 43.000 siswa, serta meningkatkan kapasitas dan kompetensi lebih dari 5.000 guru di tiga provinsi, yaitu Sumatera Utara, Riau, dan Jambi.

PINTAR  adalah kelanjutan dan pengembangan program Pelita Pendidikan yang  juga dirancang untuk menjawab tantangan sistem pendidikan di Indonesia yang kompleks, di mana Indonesia menempati posisi keempat sebagai negara dengan sistem pendidikan terbesar, setelah China, India, dan Amerika Serikat. Lebih dari 250.000 sekolah tersebar di seluruh Nusantara, serta lebih dari 2,6 juta guru dan 50 juta murid. Program PINTAR diharapkan memberi dampak yang lebih dalam dan menjangkau wilayah Indonesia lebih luas.

Mulai tahun 2018 program PINTAR diperluas ke 14 kabupaten dan kota dan 10 LPTK di 5 provinsi, yaitu Sumatera Utara, Riau, Jambi, Jawa Tengah, Kalimantan Timur, dan akan berkembang ke 30 daerah dan bermitra dengan 810 sekolah pada tahun 2019. Bekerja sama dengan pemerintah, yaitu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan; Kementerian Agama; Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi; pemerintah provinsi; serta pemerintah kabupaten dan kota; pada 2022 program PINTAR ditargetkan menjangkau 12.000 sekolah di Indonesia.

Presiden Akan Resmikan Museum Islam Indonesia dan Luncurkan Bank Wakaf Mikro di Jombang

Jatimaktual.com, Jatim.- Presiden Joko Widodo pagi ini, Selasa, 18 Desember 2018, bertolak menuju Provinsi Jawa Timur guna melakukan kunjungan kerja. Presiden dan rombongan lepas landas dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 pada pukul 08.15 WIB.

Tiba di Bandar Udara Internasional Juanda, Kabupaten Sidoarjo pukul 09.18 WIB, Presiden disambut oleh Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Arif Rahman, dan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Lucky Hermawan.

Presiden kemudian menuju Pondok Pesantren Darul 'Ulum, Kabupaten Jombang, untuk bersilaturahmi dengan para kyai, ulama, dan santri. Selain itu, Presiden juga dijadwalkan meresmikan Rusunawa Universitas Pesantren Darul 'Ulum.

Selepas santap siang di salah satu rumah makan, Presiden menuju Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang guna meresmikan Museum Islam Indonesia K.H. Hasyim Asy’ari.

Agenda kerja Kepala Negara dilanjutkan dengan mengunjungi Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar, Kabupaten Jombang. Di tempat ini rencananya Kepala Negara akan meluncurkan program Bank Wakaf Mikro.

Pada petang harinya, Presiden akan menuju Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang, untuk bersilaturahmi dengan para santri.

Selesai acara, Presiden akan menuju Surabaya untuk bermalam dan melanjutkan agenda kerja keesokan harinya.

Turut mendampingi Presiden dalam penerbangan menuju Provinsi Jawa Timur antara lain Wakil Ketua MPR Muhaimin Iskandar, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Sekretaris Militer Presiden Marsda TNI Trisno Hendradi, Staf Khusus Presiden Johan Budi, dan Wakil Komandan Paspampres Marsma TNI Deny Muis, (Gumilar Abdul Latif).

Publisher. Muhri Andika

Sterilkan Kampus, 7 Mahasiswa IAIN Madura Gelar Aksi Diwarnai Dengan Bakar Ban

Pamekasan, Jatimaktual - Sterilkan kampus dari perpolitikan, tujuh mahasiswa turun aksi di depan kampus institut Agama Islam Negeri (IAIN) madura. Minggu, 16/12/18.
Aksi tersebut diwarnai dengan lembakaran ban, dan menutup paksa gerbang kampus IAIN madura. 
Aksi mereka kali ini, merupakan aksi spontan atau dadakan, karena mereka baru mendengar kabar kalau ada kegiatan yang rencananya akan dihadiri oleh ketua umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) minggu malam (00.30 WIB).
Salah satu poster yang terpampang di gerbang bertuliskan 'Kampus bukan pelarian Politikus'. Menandakan kekecewaan para mahasiswa karena kampusnya sudah mulai dijadikan ajang perpolitikan.
Aksi bakar ban bekas oleh tujuh mahasiswa ini di Jaga ketat oleh petugas keamanan Polres Pamekasan bersama Polsek Tlanakan.
Menurut pantauan wartawan jatimaktual.com, salah satu korlap aski Moh. Rofiki mengatakan bahwa aksi demo bersama teman-temannya merupakan aksi dadakan atau spontan, aksinya digelar setelah mendapat bocoran info bahwa di kampusnya akan ditempati acara yang akan dihadiri Ketua Umum PPP.
"Sebenarnya aksi ini merupakan aksi dadakan, dan ini merupakan bentuk kepedulian kami pada kampus IAIN Madura," jelas Moh. Rofiki mahasiswa prodi KPI semester 3 tersebut.
Menurutnya, ia bersama teman-temannya tidak mau ada praktik politik taktis yang berjalankan di dalam kampusnya.
"Kami tidak mau ada kegiatan seperti itu di kampus kami, dan kami masih peduli terhadap kampus, tentunya kami juga ingin kampus ini steril dari praktek-praktek Politik," ujar pria asal Pegantenan tersebut.
Vicky juga menegaskan bahwa kegiatan tersebut harus segera dibubarkan, jikalau pun masih mau dilanjut, dirinya mengarahkan ke lokasi yang lain, asal jangan di kampus IAIN madura. 
"Keinginan kami selaku mahasiswa IAIN Madura sebaiknya kegiatan acara di Kampus kami ini secepatnya dibubarkan, kalau toh mau dilanjutkan silahkan saja, yaitu dengan menggunakan fasilitas atau aula-aula yang lain di Pamekasan," tuturnya lantang.
Aksi berjalan dengan damai, serta kondusif, namun hingga akhir aksi, sejumlah wartawan belum bisa menemui pihak kampus. (Ahmad)