TERIMAKASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA. UNTUK SHARE KARYA ATAU BERBAGI INFORMASI HUBUNGI WHATSAPP REDAKSI 087777763180/E_MAIL. jatimaktual@gmail.com

Ketua PMII Cabang Bondowoso Sebut SKK Jadi Penentu Masa Depan Kopri PC PMII Bondowoso

BONDOWOSO - Penutupan Sekolah Kader Kopri (SKK) yang dilaksanakan oleh Korp PMII Putri (Kopri) PC PMII Bondowoso yang bertempat di Aula Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Bondowoso berjalan dengan lancar. Minggu (23/02/2020)

Acara penutupan tersebut dihadiri oleh puluhan kader PMII Bondowoso dari tingkat Rayon, Komisariat, hingga Cabang, serta dihadiri oleh tiga orang Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Jawa Timur dan penampilan Tari Nusantara yang dipersembahkan oleh Sastika Bondowoso.

Faiqotun Munawwaroh selaku perwakilan dari PKC Jawa Timur menyampaikan bahwa kader kopri harus lebih baik dari sebelumnya.

"Agar Kopri tidak hanya menjadi pemanis PMII, tidak hanya menjadi teman ngopinya PMII" Ujarnya dalam acara penutupan tersebut.

Ia juga berharap kepada kader-kader yang telah mengikuti acara tersebut untuk tidak lagi menjadi perempuan yang baperan dalam menghadapi segala persoalan.

"Kader Kopri harus mampu menjadi pemimpin diri sendiri dan mampu menjadi pemimpin di bawahnya" Tegasnya

Widada Fatimatus Zahro, Ketua Kopri PC PMII Bondowoso juga menyampaikan bahwa kader-kader kopri Bondowoso harus lebih solid dari pada sebelumnya.

"Bisa menjadi pendobrak bagi kader-kader kopri lebih khusus di bondowoso" Ujar Widada sekaligus mengakhiri sambutannya.

Ketua Cabang PMII Bondowoso Fathorrazi  juga menegaskan bahwa tanggung jawab dan beban kader kopri yang telah mengikuti kegiatan SKK lebih besar dari pada yang masih belum mengikuti acara tersebut.

"Masa depan Kopri PC PMII Bondowoso ada pada sahabat-sahabati sekalian. Pasca kegiatan ini kalian harus lebih baik, bukan hanya jadi pengikor." Pungkas Fathorrazi. (A. Rizal)

Pamekasan Terendam Banjir

Jatimaktual.com, Pamekasan - Sejumlah tempat dikabupaten Pamekasan terendam banjir akibat hujan deras. Beberapa kantor Dinas rupanya tidak bisa ditempati karena air menggenang cukup tinggi.

Bongkar Mafia Hibah Tunai di BIRO AP Prov. Jatim.

Jatimaktual.com, Jawa Timur - Ketua KOPRI Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Sidoarjo, Nur seha Fatmasari (Refa) mulai angkat Bicara terkait Polemik Bantuan Dana Hibah Tunai yang semakin hari semakin dipermainkan oleh Oknum-oknum berkepentingan. 

"Saya amati dari beberapa tahun sebelumnya permainan Dana Hibah Tunai ini rupanya tidak jauh berbeda, padahal saya berharap dengan munculnya sosok gubernur kali ini, mampu mengentaskan permainan mafia-mafia hibah yang tersebar di sejumlah SKPD dan Biro Prov. Jatim, baik mafia non ASN maupun ASN. karena pada dasarnya Mafia ini tidak akan punya ruang gerak bila mana tidak ada koneksi dengan salah satu pemangku kebijakan di jawa Timur." Kata Refa sembari mengurai secara estafet. 

Bahkan Menurut Aktivis Perempuan ini tidak jarang oknum Mafia Hibah dengan bangganya mengatakan bahwa dirinya sebagai Korlap Hibah di Jawa Timur yang mengendalikan beberapa wilayah. Padahal secara aturan, Bantuan Dana Hibah Tunai ini diberikan kepada kelompok atau lembaga/ormas berdasarkan pengajuan dari bawah dan sesuai kebutuhan yang disetujui oleh Tim Pembahasan Gubernur, sesuai tahapan proses. 

Terpisah. Muhri A selaku mantan Pengurus Cabang PMII Pamekasan mengatakan bahwa Fakta ini malah banding terbalik. Hari ini jarang dan sulit menemukan bantuan hibah tunai yang turun ke sejumlah desa sesuai dengan juklak dan juknis, kebanyakan Bantuan tersebut dikendalikan oleh Korlap, atas nama Penerima bantuan hanya sebagai simbolis untuk melengkapi pemberkasan. Sehingga wajar di satu Desa terdapat puluhan titik bantuan bahkan pada pencairan tahun sebelumnya ada yang mencapai 40, 50, bahkan ada yang 80 titik dengan anggaran yang bervariatif. Mulai dari anggaran 100 juta hingga 250 juta. 

"Itu belum indikasi permainan Fee dan pemotongan anggaran. Yang nominalnya rata berkisar 40- 50 -60 persen. Sehingga benar kalau sebagian oknum itu bilang kalau hibah ini beli uang dapat uang. Karena pekerjaan itu dikerjakan ketika dana sudah dicairkan dari Bank Jatim." Ujarnya.

Sehingga Ibu Gubernur Jawa Timur harus memantau Sirkulasi Proses dari Pengajuan sampai Pencairan terutama di BIRO AP yang selama ini diduga jadi lumbung banjakan oleh beberapa oknum ASN ditingakat Kepala Sub Bagian (Kasubag). 

"Oknum ASN ini beberapa bulan lalu diduga telah menerima Fee yang nominalnya sangat fantastis dari beberapa Korlap Hibah. Hal ini sempat menjadi pembahasan hangat sejumlah aktivis yang ingin membongkar permainan mafia tersebut". Terangnya. 

Bahkan pihaknya bersama sejumlah aktivis lainnya dalam waktu dekat akan melakukan gerakan aksi sekaligus pelaporan secara serentak sebagai bentuk evaluasi agar sirkulasi permianan mafia hibah ini segera tertuntaskan. 

Lalu bagaimana dengan Dinas dan Biro lainnya. Tunggu Epesode Berikutnya... (faisol)



“Membangun Landasan Kemampuan Numerasi Kelas Awal”

Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) dan Perbukuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bersama program kemitraan Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI) kembali menggelar forum Temu INOVASI ke-9 . Dengan tema “Membangun Landasan Kemampuan Numerasi Kelas Awal”, forum diskusi kali ini membahas berbagai upaya peningkatan kompetensi dasar siswa dalam menggunakan keterampilan matematika (numerasi).

Narasumber utama pada paruh awal forum diskusi pendidikan ini menghadirkan guru dari Provinsi mitra INOVASI di Jawa Timur dan Nusa Tenggara Barat, serta mitra pendidikan yang membagikan pengalaman mereka dalam menghadapi berbagai tingkatan kemampuan numerasi siswa. Mereka turut membagikan upaya dan praktik-praktik baik untuk meningkatkan kualitas numerasi siswa. 

Baca Juga.
Bongkar Mafia Hibah Tunai BIRO AP Prov. Jatim yang mulai dulu sampai saat ini masih terus bergejolak. Bahkan Oknum Mafia ini Rupanya bukan hanya dari unsur Non ASN tetapi juga Salah satu Pemangku Kebijakan di Biro AP yang diduga terlibat dalam lingkaran Mafia tersebut. Sehingga bantuan Hibah Tunai itu terindikasi menjadi Banjakan.
Dari pihak pengampu kebijakan, baik perwakilan pemerintah pusat maupun daerah, membicarakan bentuk dukungan dan kebijakan untuk meningkatkan mutu pendidikan, khususnya terkait kemampuan numerasi sebagai landasan pembelajaran siswa. Pihak pemerintah kali ini diwakili oleh perwakilan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo, Pusat Asesmen dan Pembelajaran - Balitbang dan Perbukuan, dan Direktorat SMP Kemendikbud.

Melalui program INOVASI, pemerintah Indonesia dan Australia menjalin kemitraan untuk lebih memahami dan mengatasi tantangan belajar di kelas-kelas awal pendidikan dasar. Fokusnya adalah dalam hal kualitas pembelajaran literasi dan numerasi kelas awal, serta pendidikan inklusif. Salah satu upaya untuk mengatasi tantangan pendidikan yang terus dilakukan oleh INOVASI adalah menggali cara-cara terbaik di daerah, solusi lokal yang penerapannya dapat memperkuat kualitas pengajaran dan pembelajaran di kelas.

Baca Juga.
"POSESIF" Oleh: Moh. Faridi

DUA KUTUB HINA MULIAKAN GERBANG SALAM? Studi kasus Pro-Kontra Kota Cinema Mall Pamekasan

Kota Cinema Mall Pamekasan tidak hanya bioskop yang berdiri sebagai panggung hiburan, melainkan juga salah satu pendorong pembangunan daerah di sektor periwisata yang di dalamnya tersedia tempat tongkrongan atau cafĂ©, kuliner dan fasilitas-fasilitas lain yang mendukung nuansa dan kenyamanan pengunjung.   


Kemampuan Bermatematika Siswa SD 

‘Matematika adalah pelajaran paling sulit, bukan cuma sulit tapi juga tidak menarik dan membosankan’ – ini adalah kesan yang dulunya disampaikan oleh salah satu siswa penerima manfaat program rintisan numerasi dari Jawa Timur. Tidak hanya bagi siswa, guru pun banyak menerima keluhan dari siswa yang menggangap matematika sebagai momok yang mengerikan. Setidaknya itu kata Nurul Ainia, S.Pd, guru SD Negeri Ngampelsari, Sidoarjo, Jawa Timur. 

Apabila kesan sulit, tidak menarik dan membosankan tersebut tidak diatasi, maka akan sulit bagi guru untuk meningkatkan kualitas kompetensi dasar para siswa dalam matematika. Padahal kompetensi tersebut menjadi salah satu dasar dari keterampilan berpikir atau bernalar tinggi (High Order Thinking Skills/HOTS) seperti berpikir kritis dan mampu memecahkan masalah

Survei Program for International Student Assessment (PISA) tahun 2018 yang dilaksanakan oleh Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) merupakan rujukan dalam menilai kualitas pendidikan di dunia. Studi ini membandingkan kemampuan matematika, membaca, dan kinerja sains dari 600.000 anak berusia 15 tahun dari 79 negara, di mana kemampuan anak-anak Indonesia masih sangat perlu ditingkatkan lagi – untuk kategori matematika, anak Indonesia berada di peringkat 73 dengan skor rata-rata 379. 

Kondisi tersebut pun didukung dengan hasil studi baseline INOVASI pada 2018 di empat provinsi mitra program (Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Utara, dan Jawa Timur) yang menunjukkan kemampuan numerasi siswa lebih rendah dari yang diharapkan. Rata-rata nilai tes pemahaman numerasi adalah 56,8 (dari 100). Siswa perempuan memperoleh nilai rata-rata 58,2 dan siswa laki-laki memiliki nilai rata-rata sedikit lebih rendah yaitu 55,4.  

Tidak hanya siswa, para guru di kelas tiga dan empat SD/MI pun mengalami kesulitan dalam memahami dan mengajarkan konsep terkait pecahan dan pembagian. INOVASI juga menemukan bahwa konsep matematika seringkali diperkenalkan secara terburu-buru di kelas awal tanpa menghabiskan banyak waktu. Karena itu, guru perlu didorong untuk mengembangkan teknik yang memungkinkan anak untuk bereksplorasi, berani mengambil resiko, tidak menyerah dan mencoba lagi. 

Tantangan Saat Ini

Persoalan utamanya kini adalah mencari cara terbaik untuk meningkatkan kualitas hasil belajar siswa, termasuk dalam hal numerasi. Di tataran kebijakan, kurikulum 2013 dan pedomannya memprioritaskan kemampuan penjumlahan namun masih perlu membangun pemahaman siswa tentang penerapannya di dunia nyata. Hasil baseline INOVASI menemukan rata-rata nilai tes pemahaman numerasi untuk domain ‘pengetahuan’ adalah 63 sedangkan untuk domain ‘penerapan’ adalah 38. Kurikulum matematika cukup tergolong terlalu cepat – siswa di kelas awal perlu diberi kesempatan untuk memperoleh pemahaman angka yang kuat.

Diperlukan fleksibilitas penafsiran terhadap kurikulum nasional di kelas awal untuk numerasi yang memberikan peluang pembelajaran yang lebih komprehensif dan kongkret terhadap pemaknaan konsep matematika. 
Dalam pengajaran matematika, guru seringkali merasa tidak percaya diri sehingga diperlukan penguatan kapasitas dan pelatihan pada masa pra-jabatan. Mereka perlu menggunakan metode pembelajaran yang berdiferensiasi (differentiated learning), dan metode asesmen di kelas guna melacak kemajuan siswa dan berbagai tantangan yang dihadapi dalam matematika, serta menggunakan hasil asesmen tersebut untuk menyusun rencana pelaksanaaan pembelajaran (RPP). 

Upaya Solusi Konteks Lokal

INOVASI melaksanakan program rintisan numerasi kelas awal pada bulan Juli – Desember 2019 di dua provinsi mitra, Jawa Timur dan Nusa Tenggara Barat. Implementasi program dilaksanakan INOVASI bersama pemerintah daerah yang bertujuan meningkatkan hasil pembelajaran numerasi siswa kelas awal melalui peningkatan mutu pengajaran; memperkuat pemahaman guru terhadap tahapan pengembangan konsep dan pendekatan yang berkaitan dengan kegiatan belajar mengajar numerasi kelas awal; serta meningkatkan kemampuan guru dalam menggunakan media dan sumber daya untuk memperkuat konsep numerasi kelas awal.

Beberapa program tersebut juga dilaksanakan INOVASI berkolaborasi dengan LSM, LPTK, atau organisasi pendidikan/masyarakat. Seperti misalnya Edukasi 101 yang mengimplementasikan program Linumeratif (Literasi & Numerasi Inovatif) di Sumbawa dan Sumbawa Barat, NTB; Sahabat Pulau Indonesia (SPI) dengan program yang fokus pada peningkatan literasi dan numerasi di Bima, NTB; Universitas BINUS dengan program peningkatan kemampuan numerasi siswa kelas awal di Sumenep, Jawa Timur; serta UNUSA yang mengimplementasikan program ‘Bengkel Numerasi di Pasuruan, Jawa Timur. 

Secara umum, INOVASI bekerja langsung dengan pemerintah daerah dalam melaksanakan pelatihan dengan model short-course dan pendampingan. Setiap pelatihan yang dilakukan di kegiatan Kelompok Kerja Guru (KKG) dilakukan dengan fasilitasi para fasilitator daerah (Fasda), yang diikuti dengan sesi refleksi. 

Berbagai upaya yang dilakukan INOVASI bekerja sama dengan banyak pihak telah menghasilkan dampak positif terhadap kualitas pembelajaran numerasi siswa, yang aspek-aspek perubahannya dihadirkan dalam tabel berikut:

Table 2. Perubahan setelah implementasi program numerasi kelas awal INOVASI

Aspek setelah program numerasi kelas awal INOVASI
Sebelum Program
Sesudah Program
Presentase siswa yang menganggap matematika sebagai 
pelajaran yang paling disukai
33%
47%
Nilai Rata-rata tes matematika
57
72
Nilai Rata-rata matematika berdasar domain materi: Bilangan cacah
61
77
Nilai Rata-rata matematika berdasar domain materi: Geometri dan Pengukuran
62
76
Nilai Rata-rata matematika berdasar domain materi: Pecahan dan Desimal
51
64
Nilai Rata-rata matematika berdasar domain kognitif: Aspek pengetahuan numerasi
63
78
Nilai Rata-rata matematika berdasar domain kognitif: Aspek penerapan numerasi
38
56

Sumber: Studi baseline dan endline, SIPPI – INOVASI, 2019


Hasil studi INOVASI menemukan bahwa ada dua faktor utama yang mempengaruhi kemampuan numerasi siswa meningkat di Jawa Timur dan NTB. Faktor pertama adalah penerapan konsep pembelajaran MIKIR (Mengalami, Interaksi, Komunikasi, dan Refleksi) – yang pada praktiknya meminta siswa melakukan peragaan, menggali pendapat siswa, mendorong pertanyaan dari siswa dan mendorong pembelajaran kelompok; Kedua adalah perubahan fisik ruang kelas dengan bertambahnya alat peraga dan media belajar hasil kreasi guru –yang didapatkan baik dari kegiatan pelatihan dan pendampingan rutin oleh Fasda program INOVASI.

INOVASI pun melakukan kajian untuk menilai dampak yang muncul di dua kabupaten tersebut setelah program numerasi kelas awal diimplementasikan serta memetakan perubahan yang terjadi, yakni sebagai berikut:
  1. Guru dan kepala sekolah mengalami peningkatan pengetahuan dan sikap. Guru lebih memahami pedagogi matematika, sementara kepala sekolah lebih memahami berbagai strategi pendampingan dalam pembelajaran, serta supervisi akademis dan manajerial.
  2. Kepala sekolah mengalami peningkatan dalam praktik pengelolaan sekolah, sehingga turut meningkatkan dukungan pada guru, pengalokasian anggaran lebih untuk alat peraga, dan meningkatkan kinerja guru.
  3. Karena dukungan kepala sekolah, guru mengalami perbaikan praktik mengajar dengan cara memusatkan pembelajaran pada anak dan melakukan pembelajaran secara aktif dan berkelompok. 
  4. Ketika anggaran untuk alat peraga dinaikkan, maka kualitas fasilitas belajar pun mengalami peningkatan sehingga dapat menarik minat belajar siswa pada pelajaran matematika.
  5. Pada akhirnya, siswa mengalami peningkatan dalam hasil belajar numerasinya.

Nurul Ainia, Guru SDN Ngampelsari Kec Candi Sidoarjo menjadi narasumber dalam kegiatan temu INOVASI yang digelar hari ini. Kegiatan yang dibuka oleh Totok Suprayitno Kepala Balitbang didampingi Staf Khusus Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) dalam bidang Pengembangan Profesi Guru Iwan Syahril. Nia menceritakan pengalaman menariknya saat mengajarkan numerasi di kelas dengan menggunakan media pembelajaran ‘Jemuran Bilangan’. “Inspirasi Jemuran Bilangan ini saya dapatkan saat saya melihat ada gantungan baju yang tak terpakai. Gantungan baju ini kemudian saya beri kaki dan bisa digantung. Fungsi media ini bisa untuk mengajarkan nama bilangan, lambing bilangan, nilai tempat, hingga mengurutkan bilangan. Sehingga media ini multifungsi dan murah,” jelas Nia disambut tepuk tangan peserta yang hadir. Nia juga membuat terobosan dengan membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) secara lebih simple hanya dalam 1 lembar kertas bolak-balik saja. RPP ini oleh Fasli Jalal selaku moderator, diserahkan oleh Iwan Syahril sebagai bukti konkret bahwa guru lebih senang bila tidak dibebani dengan administrasi dan lebih efektif sebagai panduang guru untuk mengajar.

Tirto Adi, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo yang juga diminta menjadi narasumber untuk kebijakan mengungkapkan, komitmen Kabupaten Sidoarjo untuk meneruskan program-program yang sudah berjalan di Sidoarjo, salah satunya adalah INOVASI, akan terus dilanjutkan dan disebarluaskan dengan payung hukum peraturan bupati maupun SK kepala dinas. “Dengan begitu kegiatan perluasan dan diseminasi program tidak menyalahi aturan dan memiliki payung hukum yang jelas,” terangnya.

* * *
Tentang  INOVASI

Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI) adalah program kemitraan pendidikan Pemerintah Indonesia dan Australia yang bertujuan untuk menemukan dan memahami cara-cara untuk meningkatkan hasil pembelajaran siswa – khususnya yang berkaitan dengan kemampuan literasi dan numerasi, baik itu di kelas maupun di sekolah. Bekerja dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, INOVASI menjalin kemitraan dengan 17 kabupaten/kota yang tersebar di Provinsi Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Utara, dan Jawa Timur. Program peningkatan mutu pendidikan ini berjalan sejak tahun 2016 hingga tahun 2020 dan dikelola oleh Palladium atas nama Departemen Luar Negeri dan Perdagangan (DFAT) Australia.

Kunjungi http://litbang.kemdikbud.go.id untuk informasi lebih lanjut, ataupun artikel ilmiah dan layanan Balitbang dan Perbukuan Kemendikbud lainnya.

Ingin tahu lebih banyak tentang apa dan bagaimana INOVASI bekerja? Kunjungi website www.inovasi.or.id, laman Facebook https://id-id.facebook.com/InovasiPendidikanAIP/, atau youtube INOVASI Pendidikan.

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:

Oky Adrian 
 Sub Bagian Kerja Sama dan Publikasi
 Balitbang dan Perbukuan, Kementerian Pendidikan 
 dan Kebudayaan
Annisaa Rachmawati
Communications Specialist
Program Kemitraan INOVASI

ASTI : Sudah Saatnya Generasi Millenial Pimpin Jember

Jatimaktual.com, Jember- Pilkada serentak 2020 di Jatim semakin dekat, dinamkia politik beberapa daearah yang akan menggelar pesta demokrasi semakin dinamis. Salah satunya Kabupaten Jember.

Di Jember, mendekati Pilkada ini sudah mulai bermunculan tokoh-tokoh yang bersiap maju untuk bertarung dengan  incumben (Bupati Faida) yang saat ini sudah menyatakan akan maju untuk periode kedua.

Baca juga.

Bongkar Mafia Hibah Tunai BIRO AP Prov. Jatim yang mulai dulu sampai saat ini masih terus bergejolak. Bahkan Oknum Mafia ini Rupanya bukan hanya dari unsur Non ASN tetapi juga Salah satu Pemangku Kebijakan di Biro AP yang diduga terlibat dalam lingkaran Mafia tersebut. Sehingga bantuan Hibah Tunai itu terindikasi menjadi Banjakan. 

Dinamika politik ini mendapat perhatian dari pengamat dari Akurat Surve Terukur Indonesia (ASTI) Jawa Timur.  Menurut ASTI Jatim, Jember saat ini membutuhkan energi-energi muda untuk memimpin selama lima tahun kedepan.

" Kita mencermati dinamikan politik di Jember, setelah melakukan penjajakan ke baberapa kelompok masyarakat, kebanyakan berharap muncul pemimpin dari kalangan pemuda yang menjadi Bupati atau Wakil Bupati Jember," tukas Baihaki Siraj, Direktur ASTI Jatim saat dikonfirmasi.

Baca Juga.
"Posesif" Menelaah Fenomena Gerakan Penolakan Kota Cenema Mall di Kabupaten Pamekasan

350 Titik Galian C Ilegal di Kabupaten Pamekasan rupanya mulai menjadi perhatian semua Pihak, seiring dengan munculnya gejolak KCM yang ditolak oleh sejumlah ormas.

Hal tersebut, lanjut kader muda NU Jatim ini sangat beralasan, karena saat ini beberapa daerah di Jatim yang sudah dipimpin oleh pemimpin muda banyak mengalami kemajuan yang sangat pesat. " Bupati muda di Jatim terbukti banyak menorehkan prestasi, kita bisa lihat bagaimana kemajuan Banyuwangi di tangan Bupati Azwar Anas yang masih muda," tandas Baihaki.

Tak hanya Banyuwangi, lanjut Baihaki, ada beberapa daerah di Jatim Kepala daerah muda yang mampu melakukan geprakan dalam pembangunan. Seperti yang dilakukan oleh Bupati Pamekasan, Badrut Tamam, Bupati Lumajang Toriqul Haq. " Bahkan Wakil Gubernur Jatim, Mas Emil juga masih sangat muda, jadi sekarang sudah eranya Pemudalah," tandasnya.

Untuk itu lanjut Baihaki, dirinya sangat berharap Partai Politik yang ada di Kabupaten Jember berani mencalonkan kader-kader mudanya sebagai Calon Bupati atau Calon Wakil Bupati. " Partai harus beranilah mencalonkan kader mudanya, saya liat banyak kok kader-kader muda Partai yang potensial di Jember, dan mereka-mereka itu sangat layak berkontribusi membangun Jember lewat kursi Bupati atau Wakil Bupati," tukasnya.

Sekedar diketahui beberapa waktu lalu juga ramai di beberapa media Kaukus Pemuda Jember (KPJ) menyodorkan tujuh figur Milenial yang potensi dan layak maju sebagai Calon Bupati atau Calon Wakil Bupati Jember.  Dari tujuh nama tersebut, pertama Deni Prasetya, aktifis Ansor dan Anggota DPRD Jatim dari Nasdem. Kedua ada Ahmad Fawaid, politisi Garindra ini saat ini menjadi anggota DPRD Jatim. Kemudian ketiga ada Ahmad Hadinuddin, ia merupakan politisi Garindra, saat ini menjabat anggota DPRD Jatim.

Berikutnya keempat, ada juga nama Ayub Junaidi, ia saat ini  merupakan Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Jember.  Kelima ada Ivan Ariadna Wijaya, pemuda ini saat ini menggeluti dunia bisnis.  Keenam ada mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Jember yaitu, tokoh muda Muhammadiyah Jember, Achmad Anis.

Dan Terakhir ada tokoh muda yaitu Abdussalam. Ia dikenal sebagai pengusaha properti Kabupaten Jember.

" Intinya sudah saatnya pemuda diberi kesempatan memimpin Jember, dan bila itu terjadi saya yakin Jember akan semakin mengalami kemajuan yang sangat pesat," pungkas Baihaki.