Tingkatkan Perekonomian Lokal, Indomaret dan Pemda Pamekasan Teken Kerjasama

Foto : Marketing Indomaret Pusat didampingi Bupati dan wakil Bupati Pamekasan, beserta jajarannya saat penyerahan simbolis Gerobak.

Jatimaktual-Pamekasan, Usaha Mikro kecil menengah di Kabupaten Pamekasan mendapat perhatian khusus dari PT. Indomarco Prismatama atau yang lebih dikenal dengan Indomaret. Pamekasan, (16/1/19).

Dalam upaya meningkatkan perekonomian daerah, Indomaret dan Pemda Pamekasan memberikan pembinaan kepada masyarakat dengan menggelar seminar UMKM di Pendopo Ronggosukawati. 

Dengan bertajuk Meningkatkan Daya Saing UMKM Melalui Inovasi dan Kreativitas, untuk menembus pasar modern. 


Foto : Peserta UMKM beserta pemateri dan keluarga besar Indomaret Pamekasan.
Hadir dalam acara tersebut, Bupati dan wakil Bupati Pamekasan, jajaran Pemkab, OPD, Perwakilan dari DPRD, Marketing Indomaret Pusat, 160 Peserta UMKM binaan Disprindag dan Indomaret.

Acara tersebut dibuka oleh Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam, yang didampingi wakil Bupati Raja’e,  marketing Indomaret pusat Hargo Suseno, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu. 

Dalam sambutannya R. Baddrut, sapaan akrabnya menyampaikan ingin meningkatkan jumlah UMKM yang mandiri dalam waktu dekat di wilayah Pamekasan. 

"Jika memungkinkan akan meningkat sampai 10.000 UMKM, karena hal tersebut otomatis meningkat perekonomian masyarakat dan daerah serta mengurangi pengangguran" Tutur bupati diaertai tepuk tangan peserta.

Dirinya juga menambahkan bahwa brand lokal harus diupayakan untuk bisa ditampung di toko-toko Indomaret yang ada di Pamekasan.

"Saya sangat berharap sinergi Indomaret dan UMKM bisa di pererat dengan menampung produk-produk UMKM ditoko-toko Indomaret dalam tujuan memperkuat brand lokal Pamekasan di pasar retail" imbuhnya.

Sementara itu Hargo Suseno menyampaikan sangat mendukung program Pemda Pamekasan, untuk meningkatkan UMKM daerah dan  berharap melalui seminar yang dilakukan dapat menciptakan UMKM yang siap untuk menghadapi pasar retail modern.

"Kami sangat mendukung program yang direncanakan oleh Pemda Pamekasan, dalam mengembangkan kewirausahaan dan tentunya dengan kesiapan para pelaku usaha UMKM untuk bisa bersaing di pasar retail modern ini" Jelasnya saat memberikan sambutan.

Dalam kesempatan tersebut juga disediakan doorprize yang cukup banyak untuk peserta UMKM berupa barang-barang elektronik dan doorprize 1 buah Gerobak yang bisa dipergunakan sebagai modal usaha. (Rofiki)

KKN 23 UTM : Tingkatkan Perekonomian Desa Tambung Melalui Produk Krupuk Sangrai

Add caption
JATIMAKTUAL, PAMEKASAN,- Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) 23 Mahasiswa Tematik Mandiri Universitas Trunojoyo Madura (UTM) di Desa Tambung, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, menggelar sosialisasi pengembangan produk krupuk Sangrai, Senin (14/01/2019).

Kegiatan sosialisasi yang mengusung tema 'Pengembangan Produk Guna Meningkatkan Perekonomian Desa Tambung' itu merupakan salah satu target utama dalam program kerja (Proker) unggulan dari pokso KKN 23 UTM dalam mengembangkan perekonomian desa.

Tak hanya itu, adanya program tersebut juga dapat membantu dalam perputaran perekonomian warga setempat, khususnya para pengusaha kerupuk Sangrai tersebut.

Dengan begitu, adanya sosialisasi yang bertempat di Aula Balai Desa Tambung itu juga dapat menambah wawasan dan ilmu baru untuk anggota KKN 23 Desa Tambung.

Acara yang dipematerii oleh Ryzhal Wahyudi, yang merupakan perwakilan dari kelompok KKN 23 sekaligus penanggungjawab dari produk itu sangat bangga akan respon warga setempat dalam memajukan perekonomian desa.

"Masyarakat harus lebih memperhatikan potensi yang ada di desa dan mengembangkannya agar potensi Desa Tambung ini dikenal oleh masyarakat luas. Bahkan tidak hanya di desa ini, saya akan memperkenalkan produk ini ke daerah Bangkalan dengan harapan pasaran krupuk ini semakin luas," tegas Ryzhal.

Terpisah, Bendahara PKK Desa Tambung, Nurul Qomariyah sangat berterima kasih atas kerjasama kelompok KKN 23 UTM yang telah mempercantik kemasan produk krupuk Sangrai asli Desa Tambung.

"Berharap pemasaran krupuk Sangrai semakin luas agar Desa Tambung lebih dikenal oleh pengusaha dan masyarakat luar," ucapnya penuh harap.

Sekedar diketahui, proker terakhir dari KKN 23 UTM itu mendapat respon dan antusias yang yang sangat baik dari berbagai pengusaha krupuk, ibu-ibu PKK, Karang Taruna Lingkar Jati, warga setempat dan Kepala Desa Tambung.

Pewarta : Faisol

Internal Meeting PMII Jatim Lahirkan Rekomendasi untuk MUSPIMNAS PB PMII


(14/01/19) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Jawa Timur menggelar Internal Meeting yang diikuti oleh seluruh ketua cabang dan ketua KOPRI se-Jawa Timur. Acara yang dilaksanakan di Balai Diklat Kemenag Surabaya itu membahas temuan-temuan persoalan di PMII untuk disampaikan nanti di forum Muspimnas PB PMII yang akan dilaksanakan di Boyolali Jawa tengah bulan depan.

Pagelaran Muspimnas PB PMII merupakan forum tertinggi di PMII setelah Kongres. Forum itu melahirkan produk hukum yang menjadi pijakan berorganisasi di PMII. PMII Jawa Timur mengajak seluruh ketua cabang dan ketua KOPRI se-Jatim untuk memberikan rekomendasi yang akan disampaikan di Muspimnas.

Ada beberapa hal yang menjadi pembahasan saat internal meeting berlangsung. Diantaranya adalah positioning PMII dan NU yang hingga saat ini masih belum jelas. Mereka menganggap hal tersebut masih menjadi problem penting yang harus di selesaikan oleh PB PMII. Ketua PKC PMII Jatim Abdul Ghoni mengatakan, "Kami meminta ada komisi yang akan membahasa tentang sikap PMII terhadap NU, dan tentunya PMII Jatim akan bersiakap soal PMII dan NU di muspimnas. Apakah independ atau banom NU, kita sampaikan nanti".

PMII Jatim juga merasa ketidakjelasan hubungan PMII dan NU akan melahirkan organisasi yang berhaluan sama yang juga mengambil peran di kampus-kampus. Mereka menganggap PB PMII sengaja membiarkan issue ini bergulir berlarut-larut.

Selain itu, internal meeting PMII Jatim ini juga mengajak seluruh ketua cabang dan ketua KOPRI se Jawa Timur turut serta mensukseskan Muspimnas PMII. Mereka tidak ingin Muspimnas menjadi acara seremonial yang tidak memberikan perubahan-perubahan untuk kebaikan PMII kedepan. (azz)

Penyerahan Kesepakatan Bersama dan Sarasehan dengan Gubernur Jawa Timur dan 5 Bupati / Walikota Mitra INOVASI

Jatimaktual.com, Surabaya, 10 Januari 2019 – Pemerintah Provinsi Jawa Timur bekerja sama dengan Inovasi untuk Anak Indonesia (INOVASI), sebuah program kemitraan pendidikan Australia-Indonesia, menggelar kegiatan “Penyerahan Kesepakatan Bersama dan Sarasehan Bersama Gubernur Jawa Timur dan 5 Kepala Daerah Mitra INOVASI.

Kegiatan ini diikuti oleh Bupati dari Kabupaten Sumenep, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Probolinggo dan Walikota Batu, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten/Kota, serta Kantor Kementerian Agama dari Kanwil dan Kabupaten/Kota.

“Indonesia dan Australia telah bekerjasama selama bertahun-tahun dalam memperkuat sistem pendidikan di Indonesia. Pemerintah Australia percaya, bahwa pendidikan yang berkualitas sangat penting bagi Indonesia, karena hal ini berkontribusi langsung terhadap pembangunan sumber daya manusia, serta angkatan kerja yang sehat dan produktif. Bekerja dengan pemerintah daerah, sekolah, dan guru di berbagai ruang kelas dan sekolah di Indonesia—termasuk Jawa Timur—INOVASI bertujuan untuk memperkuat kualitas pengajaran dan pembelajaran, khususnya dalam literasi dan numerasi,” kata Michelle Lowe, Konselor Bidang Pembangunan Manusia, Kedutaan Besar Australia Jakarta.

Menurut Direktur Program INOVASI, Mark Heyward, INOVASI berupaya untuk memahami dan mengatasi tantangan pembelajaran, terutama yang berkaitan dengan literasi dan numerasi. “Kami percaya bahwa Jawa Timur menawarkan potensi yang sangat besar yang juga akan menjawab pertanyaan 'apa yang benar-benar berhasil meningkatkan hasil pembelajaran', tentunya dalam konteks yang sesuai di masing-masing daerah,” tambahnya. 

Lebih lanjut, Kepala Balitbang Kemendikbud, Totok Suprayitno menjelaskan, “Tuntutan saat ini adalah bukan seberapa banyak siswa yang belajar, tetapi seberapa kompeten mereka agar mampu berperan penting dan unggul dalam pergaulan global. Salah satunya adalah dengan meningkatkan inovasi.”

Pelaksanaan kegiatan Program INOVASI secara hukum telah dituangkan dalam Kesepakatan Bersama dan Perjanjian Kerjasama antara Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kota Batu, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Sumenep tertanggal 8 Agustus 2018. 

Untuk mengawal kegiatan dalam Program INOVASI ini, segera disusun Tim Pengarah (Steering Committee) Tingkat Provinsi Jawa Timur dan Tim Teknis 

Tingkat Kabupaten/Kota Mitra Program INOVASI, yang bertugas untuk memantau dan mengevaluasi kegiatan serta memberikan masukan pada INOVASI agar kegiatan berjalan optimal.

Di Provinsi Jawa Timur, Program INOVASI mengimplementasikan 13 program rintisan (literasi, numerasi, kepemimpinan kepala sekolah, dan kelas rangkap), termasuk program rintisan yang bermitra dengan Universitas Negeri Surabaya, Universitas Nahdatul Ulama Surabaya, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, Universitas Binas Nusantara, dan Kolaborasi Literasi Bermakna. 

Dalam kesempatan ini, ke lima wakil guru / kepala sekolah dari 5 Kabupaten / Kota juga akan menampilkan inovasi yang sudah mereka lakukan, terutama setelah mengikuti pelatihan yang diselenggarakan oleh INOVASI. Kelima guru / kepala sekolah meliputi: Ayub (Kepala SDN Parasrejo 2 Kabupaten Pasuruan); Qoriatul  Azizah (Guru SDN Punten 1 Kota Batu); Taskiyah (Guru SDN Pangarangan 1 Kabupaten Sumenep); Endang Kusniati (Guru SDN Gelam 2 Kabupaten Sidoarjo); dan Nurhani KhukmiyatiMarsini Astuti (Guru SD Insan Terpadu Paiton Kepala SDN Ngadisari 2 Kabupaten Probolinggo).

#Tentang INOVASI

INOVASI (Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia) adalah program kemitraan pendidikan Pemerintah Indonesia dan Australia yang bertujuan untuk menemukan dan memahami cara-cara untuk meningkatkan hasil pembelajaran siswa – khususnya yang berkaitan dengan kemampuan literasi dan numerasi, baik itu di kelas maupun di sekolah. Bekerja dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, INOVASI menjalin kemitraan dengan 17 kabupaten yang tersebar di Provinsi Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Utara, dan Jawa Timur. Program pendidikan senilai AUD$ 49juta ini, berjalan sejak tahun 2016 hingga tahun 2019 dan dikelola oleh Palladium atas nama Departemen Luar Negeri dan Perdagangan (DFAT) Australia.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi Tim Komunikasi INOVASI Provinsi Jawa Timur, atau kunjungi website, Facebook, dan YouTube INOVASI melalui: www.inovasi.or.id, Facebook Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia, dan YouTube INOVASI Pendidikan.

Dian Kusuma Dewi
Communications Officer INOVASI (Jawa Timur)


Perjalanan Panjang Tambang Emas Blok Silo Berakhir, PMII Jember tetap Waspada

(09/01/19) Selama kurang lebih lima bulan terakhir, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Cabang Jember dan Masyarakat Silo akhirnya berbuah Hasil. Izin Penambangan Blok Silo oleh Kementerian ESDM akhirnya dicabut.

Pencabutan itu terjadi Setelah melalui persidangan Nonlitigasi di kantor Kemenkum HAM Jakarta, Rabu (09/01) yang dihadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati Jember, Drs. Soegeng Riyanto (Camat Silo), Farohan (Kepala Desa Pace), KH. Hodri Arief, dan Taufik selaku tokoh masyarakat di Silo Jember.

Persidangan yang dipimpin majelis pemeriksaan Nasrudin, memutuskan untuk mencabut izin penambangan di Blok Silo.

Keputusan itu setelah Bupati Jember menggugat rencana penambangan Blok Silo setelah ada desakan keras dari masyarakat Silo dan segenap aktivis PMII cabang Jember. Selama kurang lebih 5 bulan terakhir, Jember diwarnai aksi demonstrasi besar-besaran dan mendesak bupati agar mengambil sikap tegas dan cepat atas tambang blok Silo.

Pada proses persidangan, Majelis pemeriksa sempat meminta keterangan perwakilan Pemprov Jatim dan utusan Kementerian ESDM. Fakta persidangan, keduanya mengakui tidak mengantongi rekomendasi penambangan Blok Silo dari Bupati Jember.

Kemudian, majelis pemeriksa meminta pendapat dua ahli yang dihadirkan di persidangan. Kedua ahli seperti Bivitri Susanti dan Charles Simabura, juga sepakat menyebut, bahwa seharusnya izin tambang melalui koordinasi dengan bupati. Sedangkan di Blok Silo, tidak melalui itu dan bisa disebut cacat formal.

Berdasarkan itu, kelima majelis pemeriksa yang diwakili Nasrudin, memutuskan bahwa rencana lelang di Blok Silo dihentikan karena cacat secara hukum.

Ahmad Hamdi Hidayatullah Ketua Cabang PMII Jember mengatakan “Kita ketahui bersama bahwa Provinsi Jawa Timur tidak menanggapi atas penolakan pertambangan untuk segera menarik surat rekomendasi WIUP blok Silo Jember. Walaupun demikian tetapi ada jalur hokum yang bisa di tempuh  yaitu non-letigasi. Sebab Non-letigasi dapat menyelesaikan suatu perkara di luar pengadilan sebagaimana di atur dalam undang-undang. Pertama, dalam penjelasan pasal 3 UU nomor 14 tahun 1970 tentang ketentuan pokok kekuasaan kehakiman disebutkan, ” Penyelesaian perkara diluar pengadilan, atas dasar perdamaian atau melalui wasit (arbitase) tetap di perbolehkan. Kedua, dalam UU nomor 30 tahun 1999 tentang Arbitase dan Alternatif penyelesaian sengketa pasal 1 angka 10 dinyatakan Alternatif penyelesaian perkara ( Alternatif Dispute Resolution ) adalah lembaga penyelesaian sengketa atau beda pendapat melalui prosedur yang di sepakati para pihak, penyelesaian di luar pengadilan dengan cara konsultasi, negosiasi, mediasi, atau penilaian para ahli. “ Dan juga kemarin saya pada tanggal 2 Januari 2019 menemui Wakil Bupati Jember untuk memastikan secepatnya kepmen itu di cabut secara resmi dan konstitusional.”

Namun, Hamdi tetap berharap kepada seluruh kader PMII Jember agar tetap waspada walaupun Izin usaha tambang telah dicabut. "Kita tetap memiliki kewajiban menjaga lingkungan, tidak hanya berhenti setelah izin tambang silo dicabut. Kita tetap pastikan Jember bebas tambang sampai kiamat terjadi." Ungkapnya. (azz)