Akhlak Baik Bereward Syurga

Jatimaktual.com,- Hidup tak hanya di perkaya oleh trendy belaka, namun perkayalah dengan akhlak mulia.

Banyak sekali jaminan untuk masuk syurga diantaranya adalah akhlak mulia. Ilmu yang sangat sulit di capai dalam dunia pendidikan ini menjadi perbincangan hebat di kalangan masyarakat. 

Sekalipun dalam dunia pendidikan pesantren terdapat mata pelajaran aqidah akhlak, namun kemaksimalan ilmu akhlak masih saja dengan pengaplikasikasiannya bukan sekedar teori semata. Biasanya dalam panutan peserta didik lebih memperhatikan tingkah laku pendidiknya. 

Maka tak jarang dapat di katakan bahwa akhlak pendidik lebih condong di tiru oleh peserta didik.

Dewasa ini, akhlak mulia rupanya sudah banyak memudar baik di pelosok desa maupun kota. Akhlak adalah hal yang sering kali menjadi perbincangan masyarakat secara dhahir dan sirr. 

Istilah siir disini biasanya jika terdapat masyarakat yang tidak suka pada akhlak seseorang, maka bisikan dan fikiran negatif mulai terpancar begitupun sebaliknya. Zaman dahulu, akhlak baik dapat di kategorikan sebuah kespecialan seorang santri ( orang yang berada di pesantren ). 

Namun kini pada kenyataannya, seorang santri belum bisa dikatakan akhlaknya lebih baik dari pada orang luar. Problem seperti ini sudah banyak terjadi di Indonesia terlebih di pulau Madura. 

Keistimewaan berakhlak baik adalah tingginya derajat setara bahkan lebih dengan orang yang seringkali melakukan ibadah lain entah itu sholat dan puasa bahkan dengan orang alim sekalipun.

Selaras dengan yang di pertegas oleh Nabi, diriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

"Tidak ada sesuatu yang diletakkan di timbangan amal yang lebih berat dari akhlak yang baik. Sesungguhnya orang yang berakhlak baik akan mencapai derajat orang yang salat dan puasa." (HR Tirmidzi). 

Sejak dulu hingga sekarang, akhlaklah yang paling melekat dalam diri seseorang dan tak jarang jika sesuatu yang di nilai oleh orang lain adalah dari akhlaknya. 

Bahkan hingga ada persepsi yang mengatakan " Baik buruknya seseorang dapat dilihat dari akhlaknya ". 

Artinya, jika akhlak nya buruk, maka akan di pandang buruk dan jika akhlaknya baik maka akan di pandang baik. 

Dari pelbagai kecanggihan di era modern ini, banyak sekali yang berani menggadaikan akhlaknya dengan sesuatu yang trendy terlebih dengan insan yang unik di dunia dimana seharusnya mempunyai rasa malu dan menjaga etikanya ialah wanita. 

Seperti halnya ketika seorang wanita bermain-main dengan aplikasi trendy saat ini (tik tok) mereka rela untuk  joget-joget, buka hijab, pamer segala hal bahkan sampai rela melepas sifat malunya hanya karena takut di katakan kudet ( kurang update ). 

Moralnya di gadaikan dan malunya tak terpakaikan. Na'udzubillah.

Sejauh ini, kehangatan tentang perbincangan akhlak dalam masyarakat terlebih bagi orang pedesaan yang memang sangat identik dengan tingkah laku yang di pakai dalam kesehariannya. 

Orang yang berakhlak mulia akan lebih unggul dengan kepintaran dan kecerdasan yang luar biasa. Karena orang yang berakhlak mesti tau mana yang membuat tingkah dan ucapannya menyakiti orang lain atau tidak. 

Berbeda dengan orang pintar dan cerdas, dalam fikirannya seringkali berbalut bahwa orang lain bukan apa-apa baginya. 

Pernyataan ini selaras dengan salah satu argumen pondok pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata yang mengatakan bahwa " kesopanan lebih tinggi nilainya dari pada kecerdasan". 

Seseorang yang dapat mencintai seseorang dengan akhlaknya adalah hal yang luar biasa di era global ini. 

Kemungkinan perspektif seperti ini hanya berlaku pada orang-orang yang mengetahui bahwa cinta yang ia miliki sejatinya hanya milik Allah. 

Sebuah hadist menyatakan bahwa "Hamba yang paling dicintai oleh Allah adalah yang paling baik akhlaknya." (HR. Hakim)
Ibnu Qudamah dalam Minhajul Qoshidin menegaskan bahwa akhlak adalah ungkapan kondisi jiwa yang begitu mudah dapat menghasilkan perbuatan, tanpa membutuhkan pemikiran dan pertimbangan. 

Jika perbuatan itu baik, maka disebut akhlak yang baik, dan jika buruk disebut akhlak yang buruk.

Akhlak yang baik adalah pangkal dari sebuah keindahan syurga. Dari Abu Hurairah, ia berkata,

سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَنْ أَكْثَرِ مَا يُدْخِلُ النَّاسَ الْجَنَّةَ فَقَالَ « تَقْوَى اللَّهِ وَحُسْنُ الْخُلُقِ ». وَسُئِلَ عَنْ أَكْثَرِ مَا يُدْخِلُ النَّاسَ النَّارَ فَقَالَ « الْفَمُ وَالْفَرْجُ »

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya mengenai perkara yang banyak memasukkan seseorang ke dalam surga, beliau menjawab, “Takwa kepada Allah dan berakhlak yang baik.” Beliau ditanya pula mengenai perkara yang banyak memasukkan orang dalam neraka, jawab beliau, “Perkara yang disebabkan karena mulut dan kemaluan.” (HR. Tirmidzi no. 2004 dan Ibnu Majah no. 4246. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih).

Dalam hadits Abu Dzar juga disebutkan,
اتَّقِ اللَّهَ حَيْثُمَا كُنْتَ وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ

“Bertakwalah kepada Allah di mana saja engkau berada. Ikutilah kejelekan dengan kebaikan niscaya ia akan menghapuskan kejelekan tersebut dan berakhlaklah dengan manusia dengan akhlak yang baik.” (HR. Tirmidzi no. 1987 dan Ahmad 5/153. Abu ‘Isa At Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih).

Selamat Membaca. Semoga Bermanfaat 

Penulis.
Nur Azizah 
Mahasiswi IAIN Madura 
Prodi PBA

RUMAH SYAMIL QURAN WAKAFKAN 50 ALQURAN HAFALAN TIKRAR UNTUK PESANTREN ZIYADATUT TAQWA

Oleh: Nafilah Sulfa (Mahasiswi IAIN Madura)

Jatimaktual.com, - Sabtu, 18- Mei- 2019 Rumah Syamil Quran Cab. Sampang wakafkan Al-Qur’an metode tikrar sebanyak  50 Al-Qur’an untuk pesantren Ziyadatut Taqwa. 

Pesantren ini baru berdiri sekiatr 4,5  tahun silam, letaknya tak jauh dari pusat Kampus Institut Agama Islam Negeri Madura (IAIN) MADURA, tepatnya Jln. Buju’ Koneng Dsn Asem Manis I Larangan Tokol Pamekasan. Maka tak jarang santri di pesantren ini rata-rata mahasiswa, namun  bukan pada intinya ini adalah pesantren mahasiswa, siapapun boleh nyantri disini. Al Mukarrom  K. Afiful Khair  dan al Mukarromah  Wasilatul Bariroh selaku pengasuh pondok pesantren Ziyadatut Taqwa. 

 Salah satu program kegiatan pesantren Ziyadaut Taqwa adalah menghafal Alquran (Tahfidzul Qur’an), disamping banyak program kegiatan pesantren lainnya seperti, Kajian Kitab (Tafsir, Fiqh, hadis dan Ta’limul Mutaalim) dan program inti lainya. 

Abdi Barri Salam selaku ketua Rumah Syamil Quran Cab. Sampang menuturkan “ Alquran ini adalah wakaf dari hamba Allah saya cuma menyampaikan amanat untuk mendistribusikannya terbukti dengan beberapa pekan lalu kami mendistribusikannya ke Lombok dan kota- kota lainnya. 

Semoga al-Qur’an ini bermafaat bagi saantri yang menghafalkan Alquran”. Karena memang Al-Qur’an ini dilengkapi dengan tabel- tabel di sampingnya gunanya untuk mengualang- ngulang bacaan sampai 40X dan memberi tanda yang sesuai.

Syaamil Quran yang merupakan penerbit al-Qur’an terkemuka di Indonesia telah meluncurkan produk baru yang diberi nama al-Qur’an Tikrar. al-Qur’an tikrar memudahka  bagi para penghafal al-Qur’an dengan sistematika dan  pengulangannya adalah kunci kuatnya hafalan. 

Maka tak heran Alquran ini di pakai oleh semua kalangan tak terkecuali oleh para hafizh Indonesia yang tayang pada Bulan Ramdhan ini.

Khoti’ah selaku ketua pengurus pesantren putri mengucapkan banyak terima kasih kepada syamil Qur’an dan Hamba Allah yang telah menginfakkan hartanya lewat al-Qur’an. 

“Insyaallah Alquran ini sangat bermanfaat bagi kami santriwati khsusunya, semoga hafalan kami makin lancar dan tahqiq” tuturnya. 

Tidak hanya itu, Khoti’ah juga menuturkan semoga silaturahmi ini tidak berhenti disini.”Imbuhnya”.

Terlepas dari hal itu, sekarang pondok pesantren Ziyadatut Taqwa Membuka donatur untuk melunasi pembelian lahan masjid. Bagi yang berminat silakan hubungi penulis.

Berikut ini tata cara penggunaan al-Qur’an metode tikrar seperti gambar di bawah ini:
Sumber Gambar: www.PondokIslami.com

Cipayung Plus Jatim Nyatakan Pemilu 2019 sudah sesuai dengan Peraturan yang Berlaku.

Jatimaktual.com, - (21/05/19)S respon atas situasi politik menjelang penetapan KPU, Kelompok Cipayung Plus Jatim menggelar Seminar Nasional pada Senin kemarin.

Acara yang bertajuk 'memperteguh masyarakat taat dan sadar hukum pasca Pemilu 2019' dihadiri oleh puluhan mahasiswa dari seluruh perguruan tinggi di Surabaya.

Beberapa tokoh didaulat menjadi pembicara dalam acara yang berlangsung sore hingga petang ini.

Di antaranya, Wakil Gubernur Jatim, Emil Dardak, Pakar Hukum Tata Negara, Dr. Refly Harun dan satu Dosen UIN Sunan Ampel Surabaya, Ahmad Khubby Ali.

Satu perwakilan Kelompok Cipayung Plus Jatim, Abdul Ghoni yang juga sebagai Ketua Umum PKC PMII Jatim menilai, penyelenggaraan kontestasi lima tahunan itu, sudah berada di koridor hukum yang berlaku.

"Kita melihat konstitusi ditegakkan, apapun itu. KPU, Bawaslu, DKPP, adalah penyelenggara pemilu, yang menyelenggarakan dan melaksanakan undang-undang", kata Ghoni, Senin (20/5/2019).

Sehingga menurutnya, kehadiran tokoh yang merupakan pakar dibidangnya dapat memberi pemahaman bahwa hasil yang dikeluarkan oleh KPU nantinya, dianggap sebagai hasil yang sah.
Ia melanjutkan, pihaknya sengaja menyasar mahasiswa, karena dinilai dapat mewakili kaum millenial.

"Kelompok millenial ini harus kita ingatkan, dan dengan orang yang dianggap ahlinya. Makanya kita undang pemateri yang ahli di bidangnya", imbuh Ketua umum PKC PMII Jatim itu. (azz)

Cipayung Plus Jatim Mengajak Masyarakat Menghindari Konflik Pemilu.

Jatimaktual.com,- (21/05/19) Organisasi Kemahasiswaan Ekstra Kampus yang tergabung dalam Cipayung Plus Jawa Timur mengajak seluruh elemen bangsa agar  tidak larut dalam konflik pemilu. Hal itu disampaikan dalam peringatan Hari Kebangkitan Nasional.

Mereka adalah Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI).

Abdul Ghoni selaku  perwakilan Kelompok Cipayung Plus Jatim, mengatakan, momentum Hari Kebangkitan Nasional hendaknya dapat dijadikan masyarakat terutama bangsa Indonesia agar bangkit.

"Kita harus bangkit, apapun itu, kejadian-kejadian politik bukan berarti mengakhiri perjuangan," kata Ghoni kepada TribunJatim.com, Senin (20/5/2019).

Abdul Ghoni sekaligus sebagai  Ketua umum PKC PMII Jatim itu  mengatakan, momentum Hari Kebangkitan Nasional, dapat digunakan untuk introspeksi diri demi kemajuan Indonesia.
"Semakin memberikan hal terbaik untuk bangsa kita termasuk menjaga NKRI," jelasnya. (azz)

Semarak Ramadhan, APPDIS Bondowoso Berbagi

JATIMAKTUAL.COM, BONDOWOSO- Aliansi Penggerak Pemuda Desa Jetis (APPDIS) Bondowoso menggelar acara Santunan Anak Yatim dan Buka Bersama dengan tema "Berbagi di Bulan yang Penuh Berkah" Bulan Ramadhan 1440, Minggu (19/05/2019).

Agenda tersebut merupakan agenda pertama yang dilaksanakan didesa jetis kabupaten bondowoso oleh organisasi pertama untuk tingkat desa dengan semangat dan antusias pemuda-pemudi.

Ketua APPDIS, Abu Hasan memaparkan, acara Santunan Anak Yatim ini adalah acara yang pertama kali dilakukan oleh pemuda di desa Jetis

“Itu semua tidak lepas dari kekompakan para pemuda kami yang ada didalam wadah organisasi APPDIS dalam upaya besarnya merangsang jiwa sosial dan kepedulian masyarakat utamanya para pemuda sebagai tonggak bangsa pun agama dalam peran pentingnya memajukan kedaulatan dan keutuhan bersosial dimasyarakat nyata," paparnya.

Acara tersebut mendapat apresiasi dan dukungan penuh dari masyarakat. Disatu sisi ini merupakan bentuk kepedulian atas perjuangan yang ada dibalik anjuran islam. Namun disisi lain kegiatan tersebut adalah bukti bahwa adanya pemuda sudah sepatutnya memberi dedikasi nyata dimasyarakat. 

Ia melnjutkan, Organisasi yang disepakati bersama dengan nama APPDIS ini terbentuk murni atas antusias pemuda-pemudi desa jetis. Organisasi ini bersifat independen sekaligus tidak memiliki kepentingan atau dibawah naungan orang-orang dan kelompok tertentu yang berkepentingan, apalagi demi keperluan politik.

“Organisasi APPDIS tersebut memang sudah lama menjadi impian bersama para pemuda Desa Jetis. Sehingga pada Tahun 2019 organisasi tersebut terealisasikan dan dideklarasikan pada tanggal 28 April 2019. Dari pendeklasian itulah kemudian di tetapkan nama organisasi APPDIS," ujarnya.

“APPDIS murni lahir atas hasil musyawarah dan mufakat Pemuda-pemudi Desa Jetis yang tergerak penuh untuk mengabdikan diri kepada desa semaksimal mungkin" imbuhnya.

Ia menambahkan, APPDIS mempunyai impian dan tujuan yang sangat besar untuk melahirkan generasi yang berilmu, berkarakter, dan beriman.

“Dalam hal ini APPDIS berupaya melakukan standarisasi sebagai manusia seutuhnya yang mampu berkhidmat ditengah-tengah masyarakat seperti dengan digelarnya acara Santunan Anak Yatim ini, yang juga hal tersebut merupakan bentuk misi di Organisasi APPDIS yang ke tiga yakni mengadakan Bakti Sosial," Tegasnya. 

Sementara itu, ketua panitia, M Nurul Ibrahim, dalam acara ini murni atas kreatifitas pemuda desa jetis yang tidak ada hubungannya dengan kepentingan kelompok atau kepentingan personal. 

“Segala kebutuhan dan donasi untuk acara santunan ini diupayakan semaksimal mungkin baik melalui penggalangan dana dan kerja sama bersama instansi-instansi beserta para donatur yang memang tergerak mendistribusikan rejekinya untuk kesuksesan acara Santunan Anak Yatim ini," tukasnya.